ETNIKOM.NET, CIREBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mendorong pengembangan industri garam di Kabupaten Cirebon agar semakin produktif, berdaya saing, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan pentahelix dengan mempertemukan pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) serta Business Matching Akses Keuangan Pelaku Usaha Pergaraman, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan bertema “Petambak Garam Naik Kelas: Sinergi Akses Keuangan dan Kemitraan Usaha” itu diarahkan untuk memperkuat akses pembiayaan, meningkatkan produktivitas, memperluas jaringan kemitraan, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petambak dan pengusaha garam.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan pengembangan ekonomi daerah membutuhkan orkestrasi dan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah berperan dalam kebijakan, pelaku usaha memahami kebutuhan bisnis, sedangkan sektor jasa keuangan mendukung pembiayaan serta penguatan kapasitas usaha.
Menurutnya, sinergi tersebut penting agar pengembangan sektor pergaraman tidak berhenti pada persoalan permodalan, tetapi juga menyentuh aspek teknologi, kualitas produksi, pendampingan, dan kepastian pasar.
“Kami berharap business matching ini dapat mempertemukan sektor jasa keuangan dengan pelaku usaha pergaraman untuk menghasilkan kerja sama yang nyata dan saling menguntungkan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita ingin membangun ekonomi mulai dari desa sehingga dapat mendorong kemajuan Kabupaten Cirebon secara keseluruhan,” ujar Agus.
Potensi Pesisir Cirebon Perlu Dikembangkan
Kabupaten Cirebon memiliki wilayah pesisir sepanjang 79,23 kilometer yang mencakup delapan kecamatan dan 36 desa. Potensi tersebut menjadi salah satu peluang pengembangan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor pergaraman.
Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, menyampaikan bahwa pengembangan sektor garam membutuhkan dukungan bersama agar potensi yang dimiliki daerah dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Ia menilai pengembangan sektor pergaraman tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Petambak juga memerlukan kepastian harga, akses pasar, dukungan teknologi, serta tata kelola usaha yang lebih baik.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat regulasi yang memberikan kepastian bagi petambak garam, termasuk terkait harga dan tata kelola usaha, sehingga pengembangan sektor tersebut dapat berjalan lebih terarah.
Selain itu, dukungan kebijakan diperlukan agar potensi pergaraman dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Perkuat Kemitraan dengan Industri
Deputi Direktur Direktorat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK RI, Putu Gede Indra Setyadi, menegaskan bahwa pendekatan pentahelix melalui kegiatan business matching diharapkan dapat membuka akses pembiayaan yang lebih tepat sasaran.
Kemitraan dengan industri juga menjadi salah satu hal penting agar hasil produksi garam dapat terserap pasar. Kebutuhan industri dalam skala besar dapat menjadi peluang bagi petambak untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Karena itu, pendampingan kepada petambak dan pengusaha garam perlu dilakukan secara berkelanjutan. Peningkatan kualitas produk, penguatan kelembagaan usaha, pemanfaatan teknologi, dan akses terhadap pembiayaan menjadi bagian penting dalam membangun rantai usaha yang lebih kuat.
OJK Cirebon juga mendorong agar kegiatan business matching tidak berhenti pada forum diskusi, melainkan dilanjutkan melalui pendampingan dan pengembangan kemitraan antara pelaku usaha dengan sektor jasa keuangan maupun industri pengguna garam.
Dorong Ekonomi dari Desa
Pengembangan sektor pergaraman merupakan bagian dari upaya OJK Cirebon dalam mengimplementasikan pengembangan ekonomi daerah melalui pendekatan berbasis potensi lokal.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), sektor jasa keuangan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, pengembangan industri garam diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat daya saing produk lokal.
Dengan dukungan yang terintegrasi, sektor pergaraman Kabupaten Cirebon diharapkan dapat naik kelas, menciptakan peluang usaha baru, dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat pesisir.
—









