Sekitar 500 Orang Gelar Unras di Kantor PT KAI Daop 3 Cirebon, Persoalan Portal Jadi Sorotan - PT. Etnikom Persada Raya

Sekitar 500 Orang Gelar Unras di Kantor PT KAI Daop 3 Cirebon, Persoalan Portal Jadi Sorotan

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-0x0-0-0#

0-0x0-0-0#

ETNIKOM.NET, CIREBON — Sekitar 500 orang menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT KAI Daop 3 Cirebon, Rabu (30/9/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait persoalan akses jalan di kawasan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, yang disebut terganggu akibat adanya pemasangan portal.

Dalam aksi tersebut, massa mempertanyakan keberadaan portal yang sebelumnya disebut mencantumkan papan bertuliskan KAI. Masyarakat kemudian meminta penjelasan kepada pihak PT KAI terkait status lahan maupun pihak yang memasang portal tersebut.

Kuasa Hukum Warga, Reno Sukriano, mengatakan pihaknya sebelumnya menduga portal tersebut berkaitan dengan PT DAR. Namun, dalam pertemuan yang melibatkan masyarakat, PT KAI dan PT DAR, kedua pihak disebut tidak mengakui bahwa portal tersebut merupakan milik atau dipasang oleh mereka.

Baca Juga :  Tiga Warga Binaan Lapas Cirebon Terima Remisi Waisak 2025

“Kami tidak tahu ini milik siapa, siapa yang memportal, sehingga akses jalan bagi masyarakat itu ditutup. Karena deadlock dan tidak ada titik temu apa pun, maka kami dari tim hukum masyarakat akan melanjutkan melalui proses hukum yang berlaku,” ujar Reno.

Menurut Reno, persoalan tersebut pada akhirnya berdampak langsung terhadap masyarakat yang membutuhkan akses jalan untuk keluar dan masuk kawasan perumahan.
Ia menegaskan, masyarakat tidak ingin terseret dalam persoalan antara perusahaan apabila memang terdapat persoalan di antara pihak-pihak terkait.

Baca Juga :  Wali Kota Cirebon Tinjau Budidaya Ikan, Aset Daerah Disiapkan Dongkrak PAD dan Tekan Stunting

“Kami masyarakat tidak tahu apakah memang ini dua konflik besar dari perusahaan-perusahaan besar. Yang jelas yang sangat terdampak adalah masyarakat,” katanya.

Masyarakat melalui tim hukum selanjutnya menyatakan akan menempuh proses hukum guna memperoleh kejelasan mengenai pihak yang memasang portal serta memperjuangkan kembali akses jalan bagi warga.

Hingga aksi berlangsung, persoalan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan portal tersebut masih menjadi pertanyaan masyarakat.

Berita Terkait

Polres Cirebon Kota Ungkap Curat Counter Gadget, Pelaku Anak 14 Tahun
KAI Mini Fair Hadirkan Seni dan Budaya Cirebon di Stasiun Cirebon
HUT Ke-81 KAI, Tiket Kereta Api Cukup Bayar 81 Persen, Keberangkatan Bisa H+45
Jalan Berlubang Jadi Sorotan, Pelajar SMKN 2 Cirebon Meninggal dalam Kecelakaan di Jalan Tanda Barat
220 Ribu Pelanggan, KA Cakrabuana Jadi Penghubung Mobilitas Cirebon–Jakarta
Donor Darah di Tiga Stasiun, KAI Daop 3 Cirebon Kumpulkan 78 Kantong
OJK Siapkan Desa Jagara Jadi Laboratorium Keuangan Inklusif, Potensi Wisata hingga UMKM Dibidik
Kurang 6 Jam, Polres Cirebon Kota Bekuk Eks Suami yang Diduga Habisi Mantan Istri di Hotel Daerah Kesambi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Polres Cirebon Kota Ungkap Curat Counter Gadget, Pelaku Anak 14 Tahun

Rabu, 30 September 2026 - 22:29 WIB

Sekitar 500 Orang Gelar Unras di Kantor PT KAI Daop 3 Cirebon, Persoalan Portal Jadi Sorotan

Rabu, 30 September 2026 - 14:23 WIB

KAI Mini Fair Hadirkan Seni dan Budaya Cirebon di Stasiun Cirebon

Selasa, 29 September 2026 - 18:30 WIB

HUT Ke-81 KAI, Tiket Kereta Api Cukup Bayar 81 Persen, Keberangkatan Bisa H+45

Senin, 28 September 2026 - 09:25 WIB

Jalan Berlubang Jadi Sorotan, Pelajar SMKN 2 Cirebon Meninggal dalam Kecelakaan di Jalan Tanda Barat

Berita Terbaru