ETNIKOM.NET, CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat keandalan prasarana perkeretaapian melalui program penggantian rel.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya KAI menjaga keselamatan sekaligus mendukung kelancaran perjalanan kereta api. Pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi jalur serta kebutuhan prasarana di lapangan.
Dalam program tersebut, realisasi penyebaran rel di wilayah KAI Daop 3 Cirebon telah mencapai 100 persen dari target 30.850 meter.
Sementara itu, untuk pekerjaan penggantian rel, hingga periode pelaporan telah terealisasi sepanjang 16.725 meter dari target 30.850 meter, atau mencapai 54,21 persen.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan penggantian rel merupakan bagian dari pemeliharaan prasarana yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Penggantian rel merupakan bagian dari upaya KAI dalam menjaga keandalan jalur. Pekerjaan ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi prasarana, kebutuhan di lapangan, serta aspek mutu dan keselamatan,” ujar Kamis (8/10/26).
Gunakan Flash Butt Welding
Dalam proses penggantian rel, KAI Daop 3 Cirebon juga menerapkan metode flash butt welding untuk penyambungan rel.
Metode tersebut dilakukan dengan menyambungkan dua ujung rel melalui proses pemanasan dan pemberian tekanan. Proses ini bertujuan menghasilkan sambungan rel yang kuat dan presisi.
Penerapan flash butt welding menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sambungan sekaligus mendukung keandalan konstruksi jalan rel.
Sambungan rel yang kuat dan presisi dinilai penting dalam menjaga kualitas jalur sehingga dapat menunjang kelancaran operasional kereta api.
“Dalam pekerjaan penggantian rel, kami tidak hanya mengejar panjang rel yang berhasil diganti, tetapi juga memastikan proses dan metode yang digunakan memenuhi standar. Salah satunya melalui pengelasan flash butt untuk mendapatkan kualitas sambungan rel yang baik dan presisi,” jelas Muhib.
Utamakan Mutu dan Keselamatan
Muhibbuddin menegaskan, keandalan prasarana menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perjalanan kereta api yang aman dan lancar.
Karena itu, setiap pekerjaan prasarana dilakukan dengan mengutamakan standar teknis, kualitas pekerjaan, serta aspek keselamatan.
“Setiap pekerjaan prasarana memiliki standar dan prosedur yang harus dipenuhi. Kami memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan agar hasilnya dapat memberikan manfaat nyata terhadap keandalan jalur dan keselamatan perjalanan kereta api,” pungkas Muhib.









