KAI Mini Fair Hadirkan Seni dan Budaya Cirebon di Stasiun Cirebon - PT. Etnikom Persada Raya

KAI Mini Fair Hadirkan Seni dan Budaya Cirebon di Stasiun Cirebon

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ETNIKOM.NET, CIREBON – Stasiun Cirebon tidak hanya menjadi ruang keberangkatan dan kedatangan penumpang. Melalui kegiatan KAI Mini Fair, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menghadirkan perpaduan seni, budaya, dan interaksi pelanggan di tengah aktivitas perjalanan kereta api, Selasa (30/9/2026).

KAI Mini Fair menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari Nglukis on Station, pameran seni rupa, hingga Sapa Pelanggan. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara KAI, pelanggan, seniman, komunitas budaya, serta masyarakat.

Kegiatan dihadiri Komisaris KAI Wisata, Kepala Daerah Operasi 3 Cirebon, Deputy Daerah Operasi 3 Cirebon, jajaran manajemen, serta insan KAI Daop 3 Cirebon.

Melalui kegiatan Sapa Pelanggan, jajaran KAI Daop 3 Cirebon turun langsung menyapa pelanggan di area stasiun sekaligus memberikan souvenir sebagai bentuk apresiasi. Pelanggan juga diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman, testimoni, dan masukan terkait fasilitas maupun pelayanan di Stasiun Cirebon.

Interaksi langsung tersebut menjadi bagian dari upaya KAI mendengarkan kebutuhan pelanggan untuk terus meningkatkan kualitas perjalanan agar semakin aman, nyaman, dan berkesan.

Sementara itu, kegiatan Nglukis on Station mengubah sebagian area Stasiun Cirebon menjadi ruang kreatif. Pembukaan ditandai dengan goresan pertama pada kanvas serta pahatan pertama pada relief kriya handmade.

Baca Juga :  KAI Daop 3 Cirebon Dukung Program Motor Gratis pada Angkutan Nataru 2025/2026

Sebanyak 15 seniman lukis sketsa turut ambil bagian. Kehadiran para seniman memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan ekosistem seni lokal.

Pameran seni rupa juga menampilkan lukisan kaca karya Darmono dan kriya handmade logam karya Budhi Brasco yang dipajang di selasar Stasiun Cirebon.

Karya-karya tersebut menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan seni Cirebon kepada masyarakat luas, termasuk pelanggan kereta api yang datang dari berbagai daerah.

Kolaborasi budaya turut melibatkan Dinas Kebudayaan Kota Cirebon yang menghadirkan pameran Topeng Cirebon. Kesenian tradisional tersebut menjadi salah satu representasi kekayaan budaya yang lekat dengan identitas masyarakat Cirebon.

Selain itu, Cirebon Culture Expo Mahasiswa PPG Calon Guru 2026 UMC turut menghadirkan karya maket Stasiun Cirebon serta maket peta wilayah Cirebon dan sekitarnya yang dibuat menggunakan media bubur kertas.

Suasana budaya semakin terasa melalui penampilan Tari Topeng dari Sanggar Seni Sekar Pandan. Pertunjukan tersebut menjadi hiburan sekaligus sarana mengenalkan seni tradisional Cirebon kepada pelanggan yang berada di stasiun.

Baca Juga :  Rinna Suryanti Serap Aspirasi Warga Kesenden dan Pulasaren Soal Infrastruktur hingga BPJS

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan KAI Mini Fair menjadi salah satu bentuk komitmen KAI untuk membangun kedekatan dengan pelanggan sekaligus memberikan ruang bagi seni dan budaya lokal di ruang publik.

“Melalui KAI Mini Fair ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar perjalanan kereta api. Pelanggan dapat berinteraksi langsung dengan jajaran KAI, menyampaikan pengalaman dan masukannya, sekaligus menikmati karya seni dan pertunjukan budaya Cirebon di lingkungan stasiun,” ujar Muhibbuddin.

Menurutnya, keterlibatan seniman, komunitas, dan pemerintah daerah menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga serta memperkenalkan seni dan budaya lokal.

“Kami berharap kegiatan seperti Nglukis on Station, pameran seni rupa, serta pertunjukan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Cirebon kepada masyarakat dari berbagai daerah yang datang dan berangkat melalui Stasiun Cirebon,” katanya.

Muhibbuddin menambahkan, keberadaan seni dan budaya di lingkungan stasiun diharapkan dapat memperluas fungsi ruang publik tersebut.

“Dengan kolaborasi ini, stasiun tidak hanya menjadi tempat mobilitas, tetapi juga dapat menjadi ruang apresiasi, interaksi, dan pelestarian budaya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sekitar 500 Orang Gelar Unras di Kantor PT KAI Daop 3 Cirebon, Persoalan Portal Jadi Sorotan
HUT Ke-81 KAI, Tiket Kereta Api Cukup Bayar 81 Persen, Keberangkatan Bisa H+45
Jalan Berlubang Jadi Sorotan, Pelajar SMKN 2 Cirebon Meninggal dalam Kecelakaan di Jalan Tanda Barat
220 Ribu Pelanggan, KA Cakrabuana Jadi Penghubung Mobilitas Cirebon–Jakarta
Donor Darah di Tiga Stasiun, KAI Daop 3 Cirebon Kumpulkan 78 Kantong
OJK Siapkan Desa Jagara Jadi Laboratorium Keuangan Inklusif, Potensi Wisata hingga UMKM Dibidik
Kurang 6 Jam, Polres Cirebon Kota Bekuk Eks Suami yang Diduga Habisi Mantan Istri di Hotel Daerah Kesambi
KAI Daop 3 Cirebon Ajak Masyarakat Jaga Gardu Perlintasan Demi Keselamatan Bersama
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 22:29 WIB

Sekitar 500 Orang Gelar Unras di Kantor PT KAI Daop 3 Cirebon, Persoalan Portal Jadi Sorotan

Rabu, 30 September 2026 - 14:23 WIB

KAI Mini Fair Hadirkan Seni dan Budaya Cirebon di Stasiun Cirebon

Selasa, 29 September 2026 - 18:30 WIB

HUT Ke-81 KAI, Tiket Kereta Api Cukup Bayar 81 Persen, Keberangkatan Bisa H+45

Senin, 28 September 2026 - 09:25 WIB

Jalan Berlubang Jadi Sorotan, Pelajar SMKN 2 Cirebon Meninggal dalam Kecelakaan di Jalan Tanda Barat

Jumat, 25 September 2026 - 20:29 WIB

220 Ribu Pelanggan, KA Cakrabuana Jadi Penghubung Mobilitas Cirebon–Jakarta

Berita Terbaru