ETNIKOM.NET, CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon berkolaborasi dengan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Cirebon dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon menggelar aksi bersih lingkungan sekaligus sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan bersih-bersih lingkungan tersebut dilaksanakan di Blok Kebon Pring Lor, Desa Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, tepatnya di sekitar Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 172 pada petak jalan Kertasemaya–Arjawinangun.
Aksi ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar jalur kereta api, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan perjalanan kereta api.
Dalam kegiatan tersebut, DLH Kabupaten Cirebon turut memberikan dukungan berupa tiga unit truk pengangkut sampah untuk membawa sampah hasil kegiatan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan kolaborasi lintas sektor tersebut merupakan langkah nyata untuk mewujudkan lingkungan perkeretaapian yang bersih, sehat, dan tertata.
Menurutnya, upaya menjaga kebersihan kawasan di sekitar jalur kereta api membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari penyelenggara perkeretaapian, pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat.
“Menjaga kebersihan lingkungan di sekitar jalur kereta api membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong terciptanya lingkungan yang lebih baik, mengurangi potensi pencemaran akibat sampah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga kebersihan kawasan di sekitar jalur kereta api,” ujar Muhibbuddin.
Ia menambahkan, kebersihan kawasan di sekitar jalur kereta api juga menjadi perhatian karena lokasi tersebut berada di jalur operasional perjalanan kereta api. Lingkungan yang bersih dan tertata diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus menciptakan kawasan yang lebih baik di sekitar jalur rel.
Edukasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Selain aksi bersih lingkungan, KAI Daop 3 Cirebon bersama IRPS Cirebon juga melakukan sosialisasi keselamatan kepada para pengguna jalan di perlintasan sebidang.
Edukasi dilakukan melalui pembentangan spanduk berisi imbauan keselamatan agar masyarakat lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api.
Muhibbuddin menegaskan, keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kedisiplinan dan kepatuhan seluruh pengguna jalan terhadap rambu maupun isyarat yang berlaku.
Pasalnya, kereta api memiliki karakteristik perjalanan yang membutuhkan jarak pengereman tertentu sehingga tidak dapat berhenti secara mendadak ketika menghadapi hambatan di jalur rel.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat mendekati perlintasan sebidang, mengurangi kecepatan, memperhatikan rambu dan isyarat yang ada, serta berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu mulai menutup. Utamakan perjalanan kereta api dan jangan menerobos perlintasan demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Ia berharap, sosialisasi secara langsung tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama.
Kepatuhan terhadap aturan, lanjutnya, tidak hanya melindungi keselamatan pengendara, tetapi juga penumpang kereta api dan pengguna jalan lainnya.
Muhibbuddin pun mengapresiasi dukungan DLH Kabupaten Cirebon dan partisipasi IRPS Cirebon dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi dukungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon dan partisipasi IRPS Cirebon dalam kegiatan ini. Sinergi antara KAI, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat sangat penting, baik dalam menjaga kelestarian lingkungan maupun membangun budaya tertib berlalu lintas di perlintasan sebidang,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, KAI Daop 3 Cirebon mengajak masyarakat untuk terus membudayakan perilaku peduli lingkungan serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di sekitar jalur kereta api.
Aksi nyata dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan keselamatan.
Dengan demikian, sinergi antara KAI, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung terwujudnya perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan lancar.









