Ulama-Ulama Kharismatik dari Pandeglang: Jejak Spiritualitas dan Pengaruh yang Tak Pernah Padam - PT. Etnikom Persada Raya

Ulama-Ulama Kharismatik dari Pandeglang: Jejak Spiritualitas dan Pengaruh yang Tak Pernah Padam

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ETNIKOM.NET, JAKARTA  – Pandeglang tidak hanya dikenal sebagai daerah agraris dan pusat kawasan wisata Banten Selatan, tetapi juga sebagai salah satu wilayah dengan tradisi keulamaan paling kuat di Indonesia.

Sejak masa para wali hingga era kontemporer, Pandeglang melahirkan banyak ulama karismatik yang meninggalkan warisan mendalam dalam pendidikan, dakwah, dan kehidupan sosial masyarakat Banten.

Tradisi keulamaan Pandeglang sangat kental dengan corak Ahlussunnah wal Jamaah, ajaran tarekat, akhlak tasawuf, serta kedekatan ulama dengan masyarakat.

Karisma para tokoh ini membuat mereka dihormati tidak hanya sebagai guru agama, tetapi juga sebagai pemimpin spiritual yang menjadi panutan lintas generasi.

Berikut beberapa ulama kharismatik yang paling berpengaruh dari Pandeglang.

1. KH Tb. Abdul Halim — Ulama yang Menjadi Bupati Pertama Pandeglang

KH Tb. Abdul Halim dikenal sebagai contoh ideal ulama yang juga menjadi negarawan. Lahir pada 1885 di Desa Kadu Peusing, beliau kemudian menjabat sebagai Bupati Pandeglang pertama dari kalangan ulama.

Kepemimpinannya ditandai dengan kedekatan pada nilai-nilai Islam, ketegasan, serta pengabdian besar pada masyarakat. Sosoknya dikenang sebagai figur religius yang berhasil membawa pondasi spiritual ke dalam pemerintahan lokal.

2. Syekh Asnawi Caringin — Ulama Tarekat yang Mendunia dari Banten

Syekh Asnawi bin Abdurrahman al-Bantani berasal dari Caringin, Pandeglang, dan merupakan murid langsung dari tokoh besar Syekh Nawawi al-Bantani di Mekkah.

Beliau dikenal sebagai:

Penyebar Islam yang aktif di Banten

Guru tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah

Ulama yang dihormati karena kedalaman ilmu serta kewibawaannya

Hingga kini, jejak spiritualnya dapat dirasakan melalui murid-murid, pesantren, serta tradisi masyarakat di Banten.

3. Syekh Karan — Pemimpin Spiritual Masjid Baitul Arsy Gunung Karang

Baca Juga :  Sekjen Herman Khaeron Dukung Pelestarian Budaya Lewat Pagelaran Wayang Kulit di Keraton Kanoman

Syekh Karan adalah sosok ulama lokal legendaris yang kisahnya sangat melekat dengan Masjid Baitul Arsy, masjid yang berdiri di wilayah Gunung Karang. Legenda mengenai karamah dan kedekatannya dengan masyarakat menjadikan beliau sebagai figur yang dihormati secara luas.

Keberadaan sumber mata air abadi di sekitar masjid juga sering dikaitkan dengan keberkahan dan peran spiritualnya.

4. Syekh Maulana Maghribi — Penyebar Islam Tua yang Dimuliakan

Makam Syekh Maulana Maghribi di Kumalirang, Pandeglang, hingga kini menjadi tempat ziarah yang selalu ramai. Beliau diyakini sebagai salah satu penyebar awal Islam di wilayah Pandeglang.

Menghadirkan nilai spiritual bagi masyarakat, makam beliau menjadi ruang refleksi bagi banyak peziarah yang ingin mendekatkan diri pada tradisi Islam klasik Banten.

5. KH Fuad Halimi — Ulama Sepuh Pengasuh Pesantren Al-Ihya Kaduronyok

KH Fuad Halimi adalah salah satu ulama besar Pandeglang era modern. Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihya Kaduronyok, beliau dikenal bijaksana, sederhana, dan dekat dengan masyarakat.

Wafatnya beliau pada 11 Februari 2018 diiringi ribuan peziarah dari berbagai daerah, menandakan betapa besarnya pengaruh dan kecintaan masyarakat terhadapnya.

6. Abuya Ahmad Muhtadi Dimyathi — Ulama Banten yang Berpengaruh Nasional

Abuya Muhtadi adalah penerus karomah para ulama Cidahu, putra dari ulama besar Dimyathi Cidahu. Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Cidahu, beliau memiliki pengaruh keagamaan, sosial, dan moral yang sangat kuat.

Aktif di Nahdlatul Ulama sebagai mustasyar, beliau kerap menjadi rujukan pejabat, tokoh nasional, hingga masyarakat umum untuk urusan spiritual dan kebangsaan.

7. Abuya Muhammad Murtadho Dimyathi — Sosok Lembut dengan Pengaruh yang Luas

Baca Juga :  Mohammad Husni Thamrin: Pejuang Betawi yang Menyatukan Rakyat untuk Indonesia Merdeka

Sebagai adik Abuya Muhtadi, Abuya Murtadho juga menjadi figur sentral pesantren Cidahu. Kehadirannya yang lembut, ramah, dan penuh adab menjadikannya disegani banyak kalangan.

Majelis-majelis ilmunya sering dihadiri ribuan jamaah dan tokoh nasional yang datang untuk memohon doa dan nasihat.

8. Abuya Armin Menes — Ulama Sepuh yang Masih Dikenang

Syekh Muhammad Hasan Armin atau Abuya Armin lahir di Menes pada 1880. Kharisma dan ketokohannya membuatnya dikenang hingga kini sebagai “Mama Armin”. Beliau aktif dalam mengajar kitab kuning, nasehat masyarakat, serta membina generasi ulama di Menes dan sekitarnya.

Warisan Tak Terputus Ulama Pandeglang

Ulama-ulama karismatik Pandeglang memiliki kontribusi besar dalam:

Penguatan pendidikan pesantren

Pembinaan akhlak dan spiritualitas masyarakat

Penyebaran Islam yang damai dan berakar pada tradisi

Kepemimpinan sosial dan nasihat kebangsaan

Keberadaan mereka membentuk identitas keagamaan Banten yang khas: religius, ramah, menghormati tradisi, dan kuat dalam sanad keilmuan.

Warisan ulama-ulama ini tidak hanya berupa pesantren dan kitab-kitab, tetapi juga keteladanan moral serta hubungan spiritual yang hingga kini masih mengalir dalam kehidupan masyarakat Pandeglang.

DAFTAR SUMBER

(Disusun berdasarkan referensi daring yang digunakan dalam penyusunan artikel)

1. Bantenraya.com – Profil KH Tb. Abdul Halim

2. Bantenhay.com – Riwayat Syekh Asnawi Caringin dan Abuya Armin

3. Kabarbanten.pikiran-rakyat.com – Kisah Syekh Karan & Masjid Baitul Arsy

4. Banten.nu.or.id – Sejarah Syekh Maulana Maghribi

5. Bantenekspose.com – Riwayat KH Fuad Halimi

6. Faktabanten.co.id – Laporan wafatnya tokoh ulama Banten

7. Wikipedia – Profil Abuya Muhtadi Dimyathi & Abuya Murtadho Dimyathi

Berita Terkait

KH. Abdullah Syafi’i: Ulama Besar Betawi, Guru Umat, dan Penopang Dakwah Jakarta
Sekjen Herman Khaeron Dukung Pelestarian Budaya Lewat Pagelaran Wayang Kulit di Keraton Kanoman
KH Salman Yahya, Ulama Betawi Pela Mampang yang Menjadi Teladan Umat
Mohammad Husni Thamrin: Pejuang Betawi yang Menyatukan Rakyat untuk Indonesia Merdeka
Rektor STIT Buntet Pesantren Ajak Masyarakat Rayakan HUT ke-80 RI dengan Semangat Persatuan
Lestarikan Warisan Leluhur, Laskar Macan Ali Gelar Jamasan Pusaka Jelang 1 Muharram
Dr. Ir H E Herman Khaeron, Terima Penghargaan Dedikasi Budaya dari Sanggar Seni Sekar Pandan Cirebon
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 15:04 WIB

Ulama-Ulama Kharismatik dari Pandeglang: Jejak Spiritualitas dan Pengaruh yang Tak Pernah Padam

Rabu, 19 November 2025 - 11:43 WIB

KH. Abdullah Syafi’i: Ulama Besar Betawi, Guru Umat, dan Penopang Dakwah Jakarta

Minggu, 16 November 2025 - 07:29 WIB

Sekjen Herman Khaeron Dukung Pelestarian Budaya Lewat Pagelaran Wayang Kulit di Keraton Kanoman

Minggu, 9 November 2025 - 08:25 WIB

KH Salman Yahya, Ulama Betawi Pela Mampang yang Menjadi Teladan Umat

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:05 WIB

Mohammad Husni Thamrin: Pejuang Betawi yang Menyatukan Rakyat untuk Indonesia Merdeka

Berita Terbaru