Prabu Diaz Angkat Bicara Soal Rencana Penggusuran PKL Sukalila - PT. Etnikom Persada Raya

Prabu Diaz Angkat Bicara Soal Rencana Penggusuran PKL Sukalila

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ETNIKOM.NET, KOTA CIREBON — Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, menegaskan siap turun tangan dan mengerahkan laskarnya apabila pemerintah daerah maupun institusi terkait bertindak sewenang-wenang dalam melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Sukalila Selatan, khususnya para pedagang figura yang berjualan di tepian Jalan Sukalila.

Prabu Diaz menyatakan bahwa dirinya mendukung penuh upaya pembangunan Kota Cirebon agar menjadi lebih indah dan tertata. Namun, ia menekankan agar pemerintah tetap mengedepankan nilai sosial, kemasyarakatan, dan kemanusiaan dalam proses penataan, terutama yang menyangkut keberlangsungan mata pencaharian para pelaku usaha kecil menengah (UMKM).

Baca Juga :  Sosialisasi Program MBG di Purwakarta Dorong Sinergi dan Penguatan Ekonomi Lokal

“Pembangunan itu penting, tapi jangan sampai mengorbankan hajat hidup orang banyak. Pemerintah saat ini sedang membina UMKM, jadi jangan malah dibinasakan,” tegasnya, Jumat (21/11/2025).

Ia mengkritik langkah-langkah yang dianggap tidak humanis dalam proses normalisasi Sungai Sukalila. Jika penertiban dilakukan tanpa dialog dan tanpa mempertimbangkan sisi kemanusiaan, Prabu Diaz menilai hal tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk penganiayaan atau kriminalisasi terhadap masyarakat kecil.

“Oleh sebab itu, saya mengimbau pemerintah daerah dan institusi terkait untuk mengedepankan dialog. Jangan main gusur begitu saja. Mereka itu manusia, bukan binatang,” ujarnya dengan nada tegas.

Baca Juga :  Tak Hanya Nutrisi, Program MBG Juga Dorong Perekonomian Warga

Prabu Diaz menegaskan, jika pemerintah tetap bersikap tidak humanis, pihaknya siap turun langsung untuk membela para PKL yang terdampak.

“Saya akan turun tangan untuk hal ini, pikirkan oleh mereka yang saat ini tiba – tiba jadi pejabat di kota Wali ini, melakukan langkah yg tidak sejalan dengan visi misi para leluhur dalam memakmurkan rakyat, jangan dengan bermodal kalimat relokasi, terus mereka senak sendiri bertindak. Relokasi juga pkl suruh bayar kan bukan gratis ? ” pungkasnya.

Berita Terkait

Sosialisasi Program MBG di Depok Terus Digencarkan untuk Memperluas Penerima Manfaat
KAI Daop 3 Cirebon Tertibkan Lahan di Jatiwangi untuk Amankan Aset Negara
Anggota DPRD Rinna Suryanti Soroti Mandeknya Dana Perbaikan Rumah Ambruk Tahap Dua
Satlantas Polres Cirebon Kota Sosialisasi Operasi Zebra Lodaya Fokuskan Edukasi Safety Driving untuk Pengemudi Grab
KAI Daop 3 Cirebon Perkuat Edukasi Keselamatan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
Pemilik PT CHAS Pertanyakan Gugatan Mantan Pegawai, Balik Tuduh Penggelapan Uang Perusahaan
Kuasa Hukum Soroti Ketidakhadiran Wali Kota Cirebon dalam Sidang Gugatan Hibah APBD
Jembatan Gantung Babakan Losari Baru 4 Bulan Diresmikan Ambruk, Warga Desak KPK Usut Dugaan Korupsi
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 November 2025 - 21:54 WIB

Prabu Diaz Angkat Bicara Soal Rencana Penggusuran PKL Sukalila

Jumat, 21 November 2025 - 21:46 WIB

Sosialisasi Program MBG di Depok Terus Digencarkan untuk Memperluas Penerima Manfaat

Jumat, 21 November 2025 - 17:55 WIB

KAI Daop 3 Cirebon Tertibkan Lahan di Jatiwangi untuk Amankan Aset Negara

Jumat, 21 November 2025 - 15:11 WIB

Anggota DPRD Rinna Suryanti Soroti Mandeknya Dana Perbaikan Rumah Ambruk Tahap Dua

Jumat, 21 November 2025 - 13:17 WIB

Satlantas Polres Cirebon Kota Sosialisasi Operasi Zebra Lodaya Fokuskan Edukasi Safety Driving untuk Pengemudi Grab

Berita Terbaru