ETNIKOM.NET, CIREBON — Sejumlah fasilitas bermain anak di Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon tampak terbengkalai dan mengalami kerusakan. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama para orang tua yang kerap membawa anak mereka bermain di ruang publik tersebut.
Ayunan yang patah, perosotan berkarat, hingga beberapa permainan yang tidak lagi layak digunakan terlihat dibiarkan tanpa perbaikan. Padahal, area bermain ini menjadi salah satu ruang publik yang paling sering dikunjungi oleh keluarga, terutama pada akhir pekan.
Praktisi dan pendongeng anak, Kak Jums, turut menyoroti kondisi tersebut. Ia menyayangkan minimnya perhatian terhadap fasilitas bermain yang semestinya menjadi ruang aman dan ramah anak.
“Sangat disayangkan fasilitas mainan di Alun-Alun Kejaksan dibiarkan rusak dan tidak terawat. Ini ruang publik untuk anak-anak. Harusnya dijaga, dirawat, dan diperhatikan agar tetap aman digunakan,” ujar Kak Jums.
Menurutnya, fasilitas bermain yang baik bukan hanya soal hiburan, tetapi juga bagian dari tumbuh kembang anak. Alun-alun sebagai wajah kota, tegasnya, semestinya mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kenyamanan dan keselamatan anak.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan dan perbaikan terhadap wahana bermain yang rusak, sehingga dapat kembali dimanfaatkan oleh anak-anak secara aman dan nyaman. Banyak orang tua menyebut ruang publik seperti alun-alun adalah tempat penting bagi interaksi sosial keluarga dan anak-anak.
Sejumlah warga juga meminta agar ke depannya perawatan dilakukan secara rutin agar kejadian serupa tidak terulang. Alun-Alun Kejaksan diharapkan dapat kembali menjadi ruang ramah anak yang membanggakan Kota Cirebon.









