Prabu Diaz Dampingi Menteri Kebudayaan RI dalam FKSM 2025 di Pelabuhan Cirebon - PT. Etnikom Persada Raya

Prabu Diaz Dampingi Menteri Kebudayaan RI dalam FKSM 2025 di Pelabuhan Cirebon

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ETNIKOM.NET, KOTA CIREBON – Panglima Laskar Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, turut mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadly Zon, dalam pembukaan Festival Komunitas Seni Media (FKSM) 2025 yang digelar di kawasan Pelabuhan Cirebon.

Pada kesempatan itu, Prabu Diaz memberikan penjelasan mengenai instalasi karya Mas Gufron asal Pasuruan yang mengangkat tema Duaja (Bendera) Macan Ali, simbol kebesaran Kesultanan Cirebon yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan spiritualitas.

Prabu Diaz menjelaskan bahwa Duaja Macan Ali adalah ikon perjuangan dan identitas budaya Cirebon yang telah diwariskan sejak masa para leluhur. Ia menegaskan bahwa beberapa peninggalan penting terkait duaja ini masih tersimpan di berbagai lembaga nasional dan internasional.

Baca Juga :  KAI Daop 3 Cirebon Gelar Mini Fair Sambut Liburan Sekolah

“Salah satu Duaja Macan Ali asli peninggalan Kesultanan Cirebon yang berusia ratusan tahun kini berada di Museum Leiden, Belanda, setelah diambil oleh penjajah pada masa kolonial,” jelas Prabu Diaz.

Ia menambahkan bahwa berbagai pihak di Cirebon tengah berupaya mendorong proses pemulangan atau repatriasi bendera Macan Ali dari Museum Leiden ke tanah kelahirannya sebagai bentuk pelestarian dan penghormatan terhadap sejarah Kesultanan Cirebon.

“Bendera itu bukan sekadar kain simbol, tetapi bagian dari martabat dan perjalanan panjang Cirebon. Kami berharap duaja tersebut dapat kembali ke Cirebon sebagai warisan budaya leluhur,” tambahnya.

Baca Juga :  Greenovation Fest 2025: Mahasiswa IBIKKG Ajak Masyarakat Peduli Mangrove

Prabu Diaz sangat apresiasi terkait pemilihan Pelabuhan Cirebon sebagai lokasi FKSM 2025 juga memiliki makna historis khusus. Pelabuhan sejak dahulu menjadi pusat perdagangan internasional dan pintu masuk interaksi budaya di wilayah pesisir Jawa.

“Cirebon sejak dulu kota niaga dan kota budaya. Pelabuhan ini adalah saksi sejarah keterbukaan Cirebon terhadap gagasan dan seni Nusantara,” ujar Prabu Diaz.

FKSM 2025 menghadirkan instalasi seni, pameran budaya, dan pertunjukan dari berbagai daerah, menegaskan kembali peran Cirebon sebagai ruang pertemuan budaya Nusantara.

Berita Terkait

Polsek Lemahwungkuk Sigap Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Kalijaga
Peningkatan Pelayanan, KAI Daop 3 Cirebon Benahi Fasilitas Stasiun
Operasi Zebra Lodaya 2025 Dimulai, Polres Cirebon Kota Fokuskan Pencegahan Pelanggaran Lalu Lintas
Groundbreaking Kantor Baru DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon
Sekjen Herman Khaeron Dukung Pelestarian Budaya Lewat Pagelaran Wayang Kulit di Keraton Kanoman
Pemerintah Berharap Masyarakat Tersadar Pentingnya Menjaga Pola Hidup Sehat Sejak Dini
Program MBG Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Bekasi, Ingatkan Pentingnya Pola Hidup Sehat Sejak Dini
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 November 2025 - 19:00 WIB

Polsek Lemahwungkuk Sigap Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Kalijaga

Selasa, 18 November 2025 - 17:20 WIB

Prabu Diaz Dampingi Menteri Kebudayaan RI dalam FKSM 2025 di Pelabuhan Cirebon

Selasa, 18 November 2025 - 07:46 WIB

Peningkatan Pelayanan, KAI Daop 3 Cirebon Benahi Fasilitas Stasiun

Senin, 17 November 2025 - 10:26 WIB

Operasi Zebra Lodaya 2025 Dimulai, Polres Cirebon Kota Fokuskan Pencegahan Pelanggaran Lalu Lintas

Minggu, 16 November 2025 - 17:48 WIB

Groundbreaking Kantor Baru DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon

Berita Terbaru