Tradisi Drugdag Keraton Kasepuhan Cirebon Sambut Ramadan dengan Penuh Sukacita - PT. Etnikom Persada Raya

Tradisi Drugdag Keraton Kasepuhan Cirebon Sambut Ramadan dengan Penuh Sukacita

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-0x0-0-0#

0-0x0-0-0#

ETNIKOM.NET, CIREBON – Tradisi Drugdag kembali digelar oleh Keraton Kasepuhan Cirebon dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi tahunan ini ditandai dengan pemukulan bedug sebagai simbol pemberitahuan sekaligus ungkapan kegembiraan umat Islam menyongsong bulan penuh berkah dan ampunan.

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, PR Goemelar Soeryadiningrat, menyampaikan bahwa bulan Ramadan disambut dengan rasa syukur dan suka cita oleh seluruh keluarga besar keraton maupun masyarakat.

“Kita sebagai umat Muslim menyambut dengan penuh gembira datangnya bulan suci, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Di Keraton Kasepuhan ada karakteristik memukul bedug sebagai penanda. Kemarin juga ada masyarakat yang menyambut dengan pawai obor keliling bersama-sama, menandakan kita menyambut dengan sukacita,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Desak Penanganan Serius Kasus Dugaan Pelecehan oleh Oknum Guru SMP di Cirebon

Ia menambahkan, selama Ramadan pihak keraton secara rutin menggelar kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an dan salat tarawih di Langgar Alit hingga akhir bulan puasa.

“Alhamdulillah setiap bulan puasa kita mengadakan tadarusan atau mengaji setelah salat tarawih di Langgar Alit sampai selesai hingga akhir Ramadan,” tambahnya.

Sementara itu, Penghulu Masjid Agung Sang Ciptarasa, KH Jumhur, menjelaskan bahwa pemukulan bedug dalam tradisi Drugdag memiliki makna filosofis yang mendalam.
“Pertama, pemukulan bedug itu sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa esok hari mulai melaksanakan ibadah puasa. Mengapa dilakukan saat waktu Asar? Karena dalam penanggalan Hijriah, pergantian tanggal dimulai sejak terbenamnya matahari. Jadi ketika matahari terbenam, itulah masuk tanggal satu Ramadan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penetapan awal puasa tetap berlandaskan ajaran Rasulullah SAW, yakni dengan melihat hilal.
“Kita mengikuti apa yang disampaikan Rasul, berpuasalah ketika melihat hilal dan berhari raya ketika melihatnya. Di keraton, semuanya berlandaskan Al-Qur’an dan ajaran Rasulullah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Batik Putra Bengawan: Warisan Laweyan yang Menjaga Tradisi di Tengah Modernitas

Lebih lanjut, KH Jumhur memaparkan filosofi irama tabuhan bedug yang terdiri dari tiga bagian. Tabuhan pertama melambangkan kalimat tauhid Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah. Tabuhan kedua dimaknai dengan seruan Allah, Allah, Allah. Sedangkan tabuhan ketiga mengandung makna tasbih dan ketakwaan, seperti kalimat Subhanallah dan Alhamdulillah.

Tradisi Drugdag tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi juga menjadi warisan budaya yang mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat identitas spiritual masyarakat Cirebon dalam menyambut Ramadan setiap tahunnya.

Berita Terkait

Fraksi-Fraksi DPRD Sampaikan Pemandangan Umum atas Raperda APBD 2026
Angkutan Lebaran 2026 Aman dan Lancar, KAI Daop 3 Cirebon Maksimalkan Perawatan Sarana
Wali Kota Cirebon Gerak Cepat Rapikan Kabel Semrawut, Target 1 Km per Hari
KAI Daop 3 Cirebon Gandeng Karang Taruna Kesenden dan IRPS Cirebon Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan dan Kampanye Anti Pelecehan Seksual di Stasiun
GTC Terlantar, Plt Dewan Pengawas Perumda Pasar Tegaskan Jadi Bahan Evaluasi Pihak Ketiga
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Kota Serang, Perkuat Komitmen Pemenuhan Gizi Nasional
Rayakan Imlek 2577 Kongzili, PT Kereta Api Indonesia Hadirkan Atraksi Barongsai di Stasiun Cirebon
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Cibitung, DPR RI Soroti Evaluasi dan Perbaikan Program
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:01 WIB

Fraksi-Fraksi DPRD Sampaikan Pemandangan Umum atas Raperda APBD 2026

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:26 WIB

Angkutan Lebaran 2026 Aman dan Lancar, KAI Daop 3 Cirebon Maksimalkan Perawatan Sarana

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:33 WIB

Wali Kota Cirebon Gerak Cepat Rapikan Kabel Semrawut, Target 1 Km per Hari

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:26 WIB

KAI Daop 3 Cirebon Gandeng Karang Taruna Kesenden dan IRPS Cirebon Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan dan Kampanye Anti Pelecehan Seksual di Stasiun

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:38 WIB

GTC Terlantar, Plt Dewan Pengawas Perumda Pasar Tegaskan Jadi Bahan Evaluasi Pihak Ketiga

Berita Terbaru