ETNIKOM.NET, SERANG, BANTEN, (20/2) – Anggota DPR RI Komisi IX, Tubagus Haerul Jaman, kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra dari Badan Gizi Nasional di SMKN 2 Kota Serang, Banten, Kamis (19/2) pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala KPPG Jakarta dan Banten, Ida Wahyuni, serta Staf Ahli Administrasi DPR RI Ahmad Sanukri.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memastikan masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai tujuan, mekanisme, dan manfaat program pemenuhan gizi nasional.
Dalam Sambutannya, Tubagus Haerul Jaman menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pemberian makanan, melainkan ikhtiar besar negara untuk memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan asupan gizi yang layak, seimbang, dan berkelanjutan. Ia menyampaikan optimisme bahwa dengan pelaksanaan yang tepat serta dukungan semua pihak, program ini dapat memberikan dampak nyata, khususnya bagi masyarakat di Kota Serang.
Ia juga memaparkan bahwa pelaksanaan MBG di berbagai daerah menunjukkan perkembangan positif dan terus mengalami penyempurnaan. Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat maupun pelaksana teknis, melainkan juga pada keterlibatan aktif masyarakat.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal, mendukung, dan berpartisipasi aktif dalam program ini. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas dan merata,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Badan Gizi Nasional turut memaparkan mekanisme operasional dapur MBG, mulai dari perencanaan menu, proses pengolahan sesuai standar keamanan pangan, hingga sistem distribusi yang terukur dan tertib.
Penjelasan ini diberikan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan program berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Tubagus Haerul Jaman juga menekankan pentingnya pengawasan dan pemantauan berkelanjutan terhadap operasional dapur MBG di Kota Serang. Kualitas makanan, kebersihan proses produksi, serta kesesuaian kandungan gizi dengan kebutuhan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama.
“Pengawasan yang konsisten sangat diperlukan untuk menjaga standar kualitas makanan dan memastikan setiap penerima manfaat memperoleh asupan yang sesuai dengan kebutuhan gizinya,” tegasnya.
Ia memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus menjangkau seluruh penerima manfaat, khususnya anak-anak dan peserta didik di sekolah. Kecukupan gizi sejak dini dinilai berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, konsentrasi belajar, serta kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
Di akhir kegiatan, ia kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.









