Tradisi Ider-Ideran hingga Nadran di Gunung Jati Diwacanakan Kembali Digelar - PT. Etnikom Persada Raya

Tradisi Ider-Ideran hingga Nadran di Gunung Jati Diwacanakan Kembali Digelar

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ETNIKOM.NET, CIREBON – Tradisi leluhur yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, diwacanakan kembali digelar.

Sejumlah tokoh masyarakat mengusulkan agar rangkaian tradisi seperti Festival Sedekah Bumi, ider-ideran, arak-arakan hingga nadran kembali dihidupkan.

Tradisi tersebut dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya dan kearifan lokal masyarakat yang memiliki keterkaitan erat dengan kawasan makam Sunan Gunung Jati.

Juru Kunci atau Jeneng Makam Sunan Gunung Jati, Nasirudin, mengatakan gagasan menggelar kembali tradisi ider-ideran muncul dari aspirasi sejumlah tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Forkopimda dan Elemen Masyarakat Cirebon Deklarasi Damai, Sepakat Wujudkan Kota Aman dan Kondusif

“Intinya berdasarkan masukan-masukan dari tokoh-tokoh masyarakat yang menginginkan adanya acara ider-ideran itu diadakan kembali,” kata Nasir usai rapat, Selasa (15/9/2026).

Meski demikian, menurut Nasir, pelaksanaan tradisi tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan aktivitas masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rute arak-arakan.

“Rutenya mungkin yang tadinya sampai batasan Taman Krucuk, saya akan rubah sampai batasan di Klayan atau di Pertamina saja,” ujarnya.

Penyesuaian rute tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi potensi kemacetan sekaligus memastikan kegiatan budaya dapat berlangsung dengan tertib.

Tidak hanya rute, waktu pelaksanaan juga akan dikaji kembali. Jika sebelumnya direncanakan berlangsung pada Sabtu, pihaknya akan mengusulkan agar keberangkatan arak-arakan dilakukan pada Minggu pagi.

Baca Juga :  Kapolres Cirebon Kota Perkuat Sinergi Bersama Elemen Masyarakat

“Dan harinya pun tadinya hari Sabtu keberangkatan acara, saya akan rubah menjadi hari Minggu pagi,” kata Nasir.
Nasir berharap rencana menghidupkan kembali tradisi tersebut dapat memperoleh dukungan dari masyarakat Desa Astana dan wilayah Gunung Jati.

Menurutnya, pelestarian tradisi leluhur tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara bersama-sama.

“Yang terpenting bagaimana tradisi dan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur tetap terjaga dan bisa diteruskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.

Berita Terkait

KAI Daop 3 Cirebon Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan dan Cegah Pelecehan Seksual
DPRD Cirebon Soroti Warga Ramai Pertanyakan Status Desil DTSEN
Rayakan Caruban Festival 2026, KAI Daop 3 Cirebon Tebar Diskon Tiket 20 Persen dan Gratis Tiket Nonton
KAI Daop 3 Cirebon Ingatkan Warga, Jangan Terjebak Penipuan Tiket Kereta via PayLater
BI Cirebon dan Kepala Daerah Ciayumajakuning Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Percepat Digitalisasi
“Kota Cirebon Tak Main-Main! 4.123 Botol Miras dan Narkoba Dimusnahkan, 4.600 Warga Terselamatkan”
Jelang Persib vs Persija, Polres Cirebon Kota Siagakan Personel Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Operasi Pekat, Polres Cirebon Kota Sita 201 Botol Miras dari Toko di Tengah Tani
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:57 WIB

KAI Daop 3 Cirebon Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan dan Cegah Pelecehan Seksual

Rabu, 16 September 2026 - 15:44 WIB

DPRD Cirebon Soroti Warga Ramai Pertanyakan Status Desil DTSEN

Rabu, 16 September 2026 - 06:37 WIB

Tradisi Ider-Ideran hingga Nadran di Gunung Jati Diwacanakan Kembali Digelar

Selasa, 15 September 2026 - 18:22 WIB

Rayakan Caruban Festival 2026, KAI Daop 3 Cirebon Tebar Diskon Tiket 20 Persen dan Gratis Tiket Nonton

Selasa, 15 September 2026 - 18:10 WIB

KAI Daop 3 Cirebon Ingatkan Warga, Jangan Terjebak Penipuan Tiket Kereta via PayLater

Berita Terbaru