KLB Campak Masih Berlangsung, DPRD Cirebon Desak Penanganan Cepat dan Edukasi Masyarakat - PT. Etnikom Persada Raya

KLB Campak Masih Berlangsung, DPRD Cirebon Desak Penanganan Cepat dan Edukasi Masyarakat

- Redaksi

Senin, 20 April 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ETNIKOM.NET, KOTA CIREBON – Di tengah meningkatnya kekhawatiran warga, Kota Cirebon masih berada dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak sejak 20 Februari 2026. Kondisi ini tidak hanya menjadi persoalan data kesehatan, tetapi juga memunculkan kecemasan di kalangan orang tua yang khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka.

Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, menegaskan bahwa situasi ini membutuhkan respons cepat serta kerja sama dari seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat. Ia menilai, penanganan campak harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak bisa berjalan secara parsial.

Baca Juga :  Jelang Arus Lebaran, Polisi Tutup Puluhan U-Turn dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Cirebon

“Langkah cepat dan terkoordinasi dari seluruh pihak sangat diperlukan untuk menekan penyebaran penyakit menular ini. Jangan sampai kasus terus bertambah karena keterlambatan penanganan,” ujar Rinna.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait imunisasi dan deteksi dini gejala campak. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat mengambil langkah cepat ketika muncul gejala, sehingga risiko penularan dapat ditekan.

Baca Juga :  Bupati Sleman Dukung Transformasi Digital Bagi Pelayanan Masyarakat

Selain itu, Rinna juga menekankan bahwa masyarakat memiliki peran besar dalam memutus rantai penyebaran penyakit. Ia mengajak warga untuk kembali membiasakan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Mulai dari hal kecil seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap, itu semua adalah bentuk perlindungan bagi keluarga kita,” tambahnya.

Berita Terkait

Keluarga Korban Desak APH Tindak Tegas Pelaku Ancaman dan Pencabulan Anak
Netty Prasetiyani: Program MBG Jadi Fondasi Wujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Putih Sari Dorong Perubahan Pola Makan Lewat Program Makan Bergizi Gratis
PKB Kota Cirebon Tuntaskan Muscab, Targetkan 6 Kursi dan Siapkan 4 Kandidat UKK
Wali Kota: Penanganan BPR Bank Cirebon Diserahkan ke LPS Sejak Pertengahan 2025
Dave Laksono: Halal Bihalal Jadi Momentum Konsolidasi Golkar Menuju Target 2029
Aroma Pemerasan Warnai Kasus Asusila di Majalengka, Tersangka Ajukan Praperadilan
KAI Daop 3 Cirebon Imbau Masyarakat Taat Aturan dan Hindari Aktivitas Ilegal
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:14 WIB

Keluarga Korban Desak APH Tindak Tegas Pelaku Ancaman dan Pencabulan Anak

Senin, 20 April 2026 - 14:50 WIB

Netty Prasetiyani: Program MBG Jadi Fondasi Wujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 20 April 2026 - 14:45 WIB

KLB Campak Masih Berlangsung, DPRD Cirebon Desak Penanganan Cepat dan Edukasi Masyarakat

Sabtu, 18 April 2026 - 21:21 WIB

Putih Sari Dorong Perubahan Pola Makan Lewat Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 18 April 2026 - 16:49 WIB

PKB Kota Cirebon Tuntaskan Muscab, Targetkan 6 Kursi dan Siapkan 4 Kandidat UKK

Berita Terbaru