ETNIKOM.NET, KOTA CIREBON – Demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Polres Cirebon Kota melarang kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung maupun Persija Jakarta di sejumlah kafe di wilayah hukumnya.
Langkah tersebut diambil setelah insiden nyaris bentrok antar suporter saat laga Persib kontra Persija sebelumnya di kawasan flyover Seltim, Kota Cirebon.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP. Eko Iskandar menegaskan, pihak kepolisian tidak melarang masyarakat menikmati pertandingan sepak bola. Namun, pembatasan nobar di tempat umum dinilai perlu dilakukan guna mengantisipasi potensi gesekan antar kelompok suporter.
“Pada pertandingan terakhir kemarin hampir terjadi bentrokan antara dua kubu suporter Persib dan Persija di flyover Seltim. Kita tentu tidak ingin kejadian seperti itu terulang kembali,” ujar AKBP Eko Iskandar, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, keputusan tersebut murni demi menjaga kondusivitas wilayah dan keselamatan masyarakat, termasuk para pendukung kedua tim.
“Kita tidak anti bola. Tetapi kalau ada potensi yang bisa memicu bentrokan, tentu harus diantisipasi. Karena itu kita menghimbau agar tidak ada nobar di kafe-kafe sehingga tidak terjadi pengerahan massa maupun suporter,” katanya.
Ia menegaskan, larangan itu berlaku untuk seluruh kegiatan nobar Persib maupun Persija di wilayah hukum Polres Cirebon Kota sebagai bentuk langkah preventif dan asas keadilan.
“Semua tidak kita izinkan. Situasi kamtibmas harus menjadi perhatian bersama karena sebelumnya sudah pernah hampir terjadi bentrokan,” tegasnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah memberikan imbauan kepada sejumlah pengelola kafe yang selama ini kerap menjadi lokasi nobar agar sementara waktu tidak memfasilitasi kegiatan tersebut.
“Untuk kafe-kafe sudah kita himbau, terutama tempat-tempat yang biasa dijadikan lokasi nobar supaya tidak memfasilitasi kegiatan ini,” ucap Kapolres.
Polres Cirebon Kota pun mengajak masyarakat untuk menyaksikan pertandingan dari rumah masing-masing tanpa melakukan konvoi maupun arak-arakan di jalan.
“Silakan menonton di rumah masing-masing. Tidak ada arak-arakan, tidak ada konvoi, karena jumlah suporter yang besar rawan memicu gesekan. Ini demi keselamatan bersama,” pungkasnya.









