Penguatan Pendampingan Pascabencana di Aceh, Dapur MBG Mendorong Percepat Pemulihan Gizi hingga Ekonomi Masyarakat - PT. Etnikom Persada Raya

Penguatan Pendampingan Pascabencana di Aceh, Dapur MBG Mendorong Percepat Pemulihan Gizi hingga Ekonomi Masyarakat

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ETNIKOM.NET, Banda Aceh, Aceh (16/4) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan sebagai pendampingan pasca bencana yang cukup strategis dengan memanfaatkan dapur MBG/SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) bertransformasi menjadi dapur umum darurat, memastikan asupan gizi korban hingga menggerakkan kembali perekonomian warga yang terdampak. 

Pernyataan itu disampaikan Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (PPM) Badan Gizi Nasional (BGN) Tengku Syahdana, S.Kom., CRMO dalam kegiatan ‘Sinergi Ekonomi Kerakyatan’ yang digelar di Taman Budaya, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh pada Kamis, (16/4).

Upaya percepatan pemulihan masyarakat pascabencana di Aceh terus diperkuat melalui optimalisasi program MBG yang kini diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.

Tengku Syahdana menegaskan bahwa fokus utama Badan Gizi Nasional di Aceh saat ini adalah memastikan pendampingan pascabencana berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran. Program MBG tidak hanya menjadi instrumen bantuan, tetapi juga diarahkan sebagai penggerak ekonomi lokal, terutama bagi kelompok rentan.

Baca Juga :  Apel Patroli Antisipasi Aksi Premanisme di Tangerang, Kapolres: Polisi Hadir di Masyarakat

“Program MBG kita arahkan untuk benar-benar menyentuh masyarakat terdampak. Tidak hanya bantuan berupa makanan saja, tetapi juga menjadi fondasi kebangkitan ekonomi warga,” ujar Tengku Syahdana.

Dalam implementasinya, MBG telah dialihkan sebagian untuk penanganan dampak bencana, dengan dukungan SPPG yang tersebar di seluruh Aceh. Beberapa dapur SPPG kini berperan sebagai dari alokasi program tersebut langsung disalurkan ke masyarakat melalui pembelian bahan pokok dan kebutuhan operasional, sehingga mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Langkah ini sejalan dengan pernyataan Kementerian Keuangan yang menyebutkan bahwa program MBG memiliki kontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pendekatan berbasis masyarakat, program ini juga mendorong warga untuk bertransformasi menjadi pelaku usaha produktif, khususnya di sektor peternakan dan pertanian.

Lebih lanjut, pemerintah daerah diminta untuk menyiapkan data masyarakat pada pengelompokan masyarakat berpenghasilan rendah atau desil 1 dan desil 2 sebagai prioritas utama intervensi. Kelompok ini diharapkan dapat “naik kelas” melalui pendampingan intensif dan akses terhadap program pemberdayaan.

Baca Juga :  KAI Daop 3 Tertibkan Bangunan Liar di Sekitar Perlintasan Sebidang

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi proses membangun kemandirian. Kita ingin masyarakat Aceh bangkit dengan kekuatan sendiri,” tambah Tengku Syahdana.

Kebijakan ini juga diperkuat dengan Perpres Nomor 115 Tahun 2025 yang mewajibkan penggunaan produk lokal dalam pelaksanaan program, serta melarang pembelian produk pabrikan maupun lintas wilayah. Hal ini bertujuan menjaga keberlanjutan ekonomi daerah dan memperkuat rantai pasok lokal.

Selain itu, kebutuhan dan ketersediaan bahan pangan di Aceh menjadi perhatian utama untuk memastikan program berjalan efektif. Sinergi dengan yayasan dan mitra juga terus didorong, termasuk melalui kewajiban penyaluran CSR minimal 2,5 persen guna mendukung pemberdayaan masyarakat.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Program MBG diharapkan menjadi motor penggerak pemulihan Aceh pascabencana sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Berita Terkait

KAI Daop 3 Cirebon Tutup Perlintasan Liar di Awal 2026 Demi Tingkatkan Keselamatan
Keluarga Korban Desak APH Tindak Tegas Pelaku Ancaman dan Pencabulan Anak
Netty Prasetiyani: Program MBG Jadi Fondasi Wujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
KLB Campak Masih Berlangsung, DPRD Cirebon Desak Penanganan Cepat dan Edukasi Masyarakat
Putih Sari Dorong Perubahan Pola Makan Lewat Program Makan Bergizi Gratis
PKB Kota Cirebon Tuntaskan Muscab, Targetkan 6 Kursi dan Siapkan 4 Kandidat UKK
Wali Kota: Penanganan BPR Bank Cirebon Diserahkan ke LPS Sejak Pertengahan 2025
Dave Laksono: Halal Bihalal Jadi Momentum Konsolidasi Golkar Menuju Target 2029
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:46 WIB

KAI Daop 3 Cirebon Tutup Perlintasan Liar di Awal 2026 Demi Tingkatkan Keselamatan

Senin, 20 April 2026 - 15:14 WIB

Keluarga Korban Desak APH Tindak Tegas Pelaku Ancaman dan Pencabulan Anak

Senin, 20 April 2026 - 14:50 WIB

Netty Prasetiyani: Program MBG Jadi Fondasi Wujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 20 April 2026 - 14:45 WIB

KLB Campak Masih Berlangsung, DPRD Cirebon Desak Penanganan Cepat dan Edukasi Masyarakat

Sabtu, 18 April 2026 - 21:21 WIB

Putih Sari Dorong Perubahan Pola Makan Lewat Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru