ETNIKOM.NET, CIREBON – Keraton Kasepuhan Cirebon terus mematangkan persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui tradisi Grebeg Mulud dan Panjang Jimat 2026.
Rapat koordinasi digelar di Bangsal Prabayaksa Keraton Kasepuhan Cirebon, Minggu (16/8/2026). Rakor tersebut membahas pembagian tugas, kesiapan perangkat acara hingga koordinasi pelaksanaan malam puncak Panjang Jimat yang akan dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz, mengatakan kerja sama seluruh unsur menjadi kunci untuk menyukseskan rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.
“Kita perlu adanya kerja sama, pembagian tugas dan koordinasi yang baik untuk menyukseskan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, khususnya Panjang Jimat,” ujar Prabu Diaz.
Menurutnya, Panjang Jimat merupakan tradisi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan Cirebon.
Karena itu, pelaksanaan tahun ini diharapkan dapat berjalan lebih baik, terutama dalam hal prosesi, upacara, penyambutan maupun koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat.
“Panjang Jimat kita tahu merupakan perayaan tradisional yang sudah dilaksanakan sejak dahulu. Pada tahun ini kita berharap pelaksanaannya bisa lebih baik, apalagi berkaitan dengan upacara dan sambutan dari pihak-pihak lainnya,” katanya.
Prabu Diaz menjelaskan, panitia dan para penanggung jawab kegiatan pada malam puncak nantinya akan melakukan koordinasi secara intensif, khususnya dengan perangkat acara.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi dapat berjalan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Oleh sebab itu, panitia dan penanggung jawab pada malam puncak nanti akan melakukan koordinasi, terutama dengan perangkat acara. Karena yang paling awal harus dipersiapkan adalah rangkaian prosesi menuju pelaksanaan Panjang Jimat,” jelasnya.
Sementara itu, Sesepuh sekaligus abdi dalem Keraton Kasepuhan Cirebon, Drs. Raden Chaidir Susilaningrat, menekankan pentingnya menjaga marwah prosesi Panjang Jimat.
Menurut Raden Chaidir, Panjang Jimat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari tradisi dan kewibawaan budaya Keraton Kasepuhan yang harus dijaga.
Selain kesiapan prosesi, pelayanan terhadap para tamu undangan juga menjadi perhatian. Sejumlah pejabat serta tokoh daerah dan nasional diperkirakan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam rapat koordinasi tersebut turut hadir Penghulu Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kyai Haji Jumhur, bersama unsur keraton, abdi dalem dan kepanitiaan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi sehingga pelaksanaan Grebeg Mulud dan Panjang Jimat 2026 pada Rabu, 26 Agustus 2026, dapat berlangsung tertib, khidmat, serta tetap menjaga nilai sejarah dan budaya yang diwariskan Keraton Kasepuhan Cirebon.









