ETNIKOM.NET, CIREBON – Momentum libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai menghidupkan kembali geliat pariwisata di Keraton Kasepuhan Cirebon. Setelah sempat melandai selama bulan Ramadan, jumlah kunjungan wisatawan kini berangsur meningkat sejak hari pertama Lebaran.
Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) Cirebon, Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat, menyampaikan lonjakan pengunjung mulai terlihat meski operasional di hari pertama Lebaran dibatasi.
“Kemarin kita buka dari jam 12.00 siang sampai 17.00 sore. Alhamdulillah, kunjungan bisa mencapai ratusan pengunjung,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal positif bagi kebangkitan sektor pariwisata, khususnya di masa libur panjang Lebaran. Ia pun berharap tren ini terus meningkat, terlebih dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat terhadap sektor pariwisata.
“Semoga dengan adanya perhatian dari Menteri Pariwisata, sektor pariwisata semakin ramai di musim Lebaran pasca-Ramadan ini,” tambahnya.
Libur panjang Lebaran dinilai menjadi peluang bagi para pemudik untuk singgah dan menikmati berbagai destinasi wisata di Kota Cirebon. Selain menyuguhkan keindahan bangunan bersejarah, kawasan keraton juga menawarkan aktivitas edukatif seperti membatik hingga melukis topeng khas Cirebon.
Untuk tiket masuk, pengelola memastikan tidak ada kenaikan harga selama libur Lebaran. Tiket terusan dibanderol Rp30 ribu per orang, sementara aktivitas membatik ukuran 40×40 cm dan melukis topeng juga tersedia dengan harga terjangkau.
Salah satu pengunjung asal Majalengka, Anggi Anggriana, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk berwisata sekaligus mengenalkan sejarah Cirebon kepada anak-anak.
“Melihat bangunan bersejarah yang klasik dan bagus, ini sangat menyenangkan bersama keluarga. Sekaligus mengenalkan sejarah Cirebon kepada anak-anak,” ungkapnya.
Dengan mulai meningkatnya kunjungan sejak hari pertama Lebaran, pihak pengelola berharap tren positif ini terus berlanjut hingga puncak arus balik mendatang.









