Warga Cirebon Suarakan Penolakan Kenaikan PBB hingga 1000%, Minta Pemkot Tiru Langkah Kota Pati

- Redaksi

Selasa, 12 Agustus 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-0x0-0-0#

0-0x0-0-0#

ETNIKOM.NET, CIREBON — Penolakan terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Cirebon terus bergaung. Paguyuban Pelangi bersama sejumlah elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan kembali menyatakan tekad untuk berjuang hingga kebijakan yang dinilai memberatkan ini dibatalkan.

Dalam prescon di salah satu hotel di kota Cirebon, Selasa (12/8/25). Perwakilan Paguyuban Pelangi, Hetta Mahendrati Latumeten, menegaskan perjuangan ini sudah berlangsung sejak awal 2024. Mereka telah menempuh berbagai jalur, mulai dari menyurati Presiden hingga Kementerian Dalam Negeri, serta melakukan aksi ke DPRD dan turun ke jalan.

“Di Pati kenaikan PBB hanya sekitar 250 persen dan berhasil dibatalkan. Di Cirebon hampir 1000 persen, kenapa kita tidak bisa? Kami akan berjuang sampai kapan pun. Kami minta media membantu membesarkan berita ini agar suara masyarakat Cirebon didengar para pemimpin di atas,” ujar Hetta.

Baca Juga :  Polres Cirebon Kota Tetapkan Perawat RS Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan Seksual terhadap Pasien Anak

Hetta menambahkan, meski kelompok mereka sering disebut hanya mewakili “satu persen” warga, kenaikan PBB sebenarnya dirasakan hampir semua kalangan, dengan kenaikan minimal 100 persen. Judicial review yang mereka ajukan memang ditolak Mahkamah Agung, namun terdapat dua dari lima hakim yang mendukung tuntutan tersebut.

“Kalau judicial review Kota Cirebon diterima, dampaknya bisa nasional. Daerah lain yang menaikkan PBB secara tidak wajar bisa menggunakan preseden itu. Kami sudah mengawali proses hukum meski belum berhasil, dan kami berharap Pemkot Cirebon mau peduli seperti yang terjadi di Pati,” ujarnya.

Baca Juga :  Amar Mujadit Raih Penghargaan “Santri of The Year 2025” di Pesantren Ummul Quro Al Islami

Ketua Harian Pamaci Cirebon, Adji P, menekankan bahwa pihaknya tetap mengutamakan dialog. Namun, jika tidak ada titik temu, aksi lanjutan kemungkinan akan digelar pada September mendatang.

“Perjuangan kita tidak hanya soal kenaikan PBB, tapi juga masalah lain di Cirebon, seperti BUMD yang kondisinya tidak sehat. Seharusnya BUMD bisa menjadi sumber PAD sehingga pajak tidak perlu dinaikkan tinggi. Ini yang kami tuntut untuk dibenahi,” kata Adji.

Aksi ini diharapkan dapat mendorong Pemkot Cirebon di bawah kepemimpinan Wali Kota Effendi untuk mendengarkan aspirasi warga dan mencari solusi yang tidak membebani masyarakat.[]

Penulis : Jums

Berita Terkait

Polres Cirebon Kota Gelar Sholat Gaib untuk Pengemudi Ojol Affan Kurniawan
Polres Cirebon Kota Sekat Pelajar yang Hendak ke Jakarta, Antisipasi Terlibat Aksi
Tokoh Masyarakat Desak Pemkot Cirebon Serius Benahi Potensi Pajak Daerah
Korupsi Rp26,5 Miliar di Balik Proyek Setda Cirebon, 6 Tersangka Diciduk Kejari
Pesona Korsel di Pasar Malam Muludan Keraton Kasepuhan, Jadi Magnet Hiburan Keluarga
Orang Tua Terduga Pelaku Kasus Foto Syur AI di Cirebon Minta Maaf Secara Terbuka
Respon Cepat Reskrim Polres Cirebon Kota Tangani Kasus Foto Asusila Hasil Rekayasa AI
NasDem Kota Cirebon Lantik Kepengurusan Baru, Bidik 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:35 WIB

Polres Cirebon Kota Gelar Sholat Gaib untuk Pengemudi Ojol Affan Kurniawan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:10 WIB

Polres Cirebon Kota Sekat Pelajar yang Hendak ke Jakarta, Antisipasi Terlibat Aksi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 22:42 WIB

Tokoh Masyarakat Desak Pemkot Cirebon Serius Benahi Potensi Pajak Daerah

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:16 WIB

Pesona Korsel di Pasar Malam Muludan Keraton Kasepuhan, Jadi Magnet Hiburan Keluarga

Selasa, 26 Agustus 2025 - 11:06 WIB

Orang Tua Terduga Pelaku Kasus Foto Syur AI di Cirebon Minta Maaf Secara Terbuka

Berita Terbaru

Wisata

Taman Salam, Oase Hijau Tersembunyi di Jatipadang

Jumat, 29 Agu 2025 - 14:00 WIB