Tradisi Bubur Suro di Keraton Kasepuhan Cirebon, Momentum Syukur dan Doa Bersama Leluhur

- Redaksi

Senin, 7 Juli 2025 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-0x0-0-0#

0-0x0-0-0#

ETNIKOM.NET, CIREBON – Tradisi bubur suro atau surowanan kembali digelar di Keraton Kasepuhan Cirebon, bertepatan dengan 10 Muharram 1447 H. Tradisi tahunan ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat dan keluarga besar Keraton Kasepuhan, termasuk Pangeran Irwan Herlambang yang turut memaknai momen sakral tersebut sebagai bagian dari pelestarian budaya dan spiritualitas Islam.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Jumhur, Penghulu Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Dalam keterangannya, Kyai Jumhur menjelaskan bahwa tradisi bubur suro merupakan bentuk syukur masyarakat terdahulu yang hidup dalam kesederhanaan.

Baca Juga :  NasDem Kota Cirebon Lantik Kepengurusan Baru, Bidik 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029

“Bubur ini dibuat dari bahan-bahan yang ada dan seadanya. Masyarakat zaman dulu hidup dalam keterbatasan, tapi tetap bersyukur. Jadi bubur ini simbol dari semangat kebersamaan dan kesederhanaan,” ungkap Kyai Jumhur.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, karena di dalamnya terdapat doa, sedekah, dan syukuran.

“Tradisi ini perlu dijaga oleh generasi muda. Isinya doa bersama, sedekah, dan ungkapan syukur. Kita juga mendoakan para leluhur dan memohon keselamatan untuk kita semua,” tambahnya.

Kehadiran keluarga besar Keraton Kasepuhan menambah nilai historis dan spiritual dalam tradisi ini. Pangeran Irwan Herlambang menyampaikan bahwa bubur suro bukan sekadar ritual, melainkan cermin kearifan lokal yang menyatukan nilai budaya dan religiusitas.

Baca Juga :  Detik-Detik Proklamasi, Lalu Lintas di Cirebon Hening Sejenak Sambut HUT ke-80 RI

“Kami mendukung penuh pelestarian tradisi bubur suro. Ini bukan hanya warisan budaya, tapi juga bentuk penguatan spiritualitas masyarakat Cirebon,” ujar P Irwan Herlambang.

Puluhan porsi bubur dibagikan kepada jamaah dan masyarakat yang hadir. Tradisi ini diharapkan terus dilestarikan sebagai salah satu kearifan lokal yang memperkuat identitas Cirebon sebagai kota yang kaya budaya dan spiritualitas.

Penulis : JUMS

Berita Terkait

Polres Cirebon Kota Gelar Sholat Gaib untuk Pengemudi Ojol Affan Kurniawan
Polres Cirebon Kota Sekat Pelajar yang Hendak ke Jakarta, Antisipasi Terlibat Aksi
Tokoh Masyarakat Desak Pemkot Cirebon Serius Benahi Potensi Pajak Daerah
Korupsi Rp26,5 Miliar di Balik Proyek Setda Cirebon, 6 Tersangka Diciduk Kejari
Pesona Korsel di Pasar Malam Muludan Keraton Kasepuhan, Jadi Magnet Hiburan Keluarga
Orang Tua Terduga Pelaku Kasus Foto Syur AI di Cirebon Minta Maaf Secara Terbuka
Respon Cepat Reskrim Polres Cirebon Kota Tangani Kasus Foto Asusila Hasil Rekayasa AI
NasDem Kota Cirebon Lantik Kepengurusan Baru, Bidik 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:35 WIB

Polres Cirebon Kota Gelar Sholat Gaib untuk Pengemudi Ojol Affan Kurniawan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:10 WIB

Polres Cirebon Kota Sekat Pelajar yang Hendak ke Jakarta, Antisipasi Terlibat Aksi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 22:42 WIB

Tokoh Masyarakat Desak Pemkot Cirebon Serius Benahi Potensi Pajak Daerah

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:16 WIB

Pesona Korsel di Pasar Malam Muludan Keraton Kasepuhan, Jadi Magnet Hiburan Keluarga

Selasa, 26 Agustus 2025 - 11:06 WIB

Orang Tua Terduga Pelaku Kasus Foto Syur AI di Cirebon Minta Maaf Secara Terbuka

Berita Terbaru

Wisata

Taman Salam, Oase Hijau Tersembunyi di Jatipadang

Jumat, 29 Agu 2025 - 14:00 WIB