Tanpa Dana Pemerintah, Forum Lingkungan Cirebon Tanam 10.000 Mangrove untuk Cegah Abrasi dan Pulihkan Alam

- Redaksi

Jumat, 4 Juli 2025 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ETNIKOM.NET, CIREBON – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Cirebon ke-598 dan Hari Mangrove Dunia tingkat nasional, Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Cirebon kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menanam 10.000 pohon mangrove di sepanjang pesisir utara Cirebon.

Kegiatan yang digelar Jumat (4/7/2025) ini merupakan bagian dari gerakan tahunan bertajuk Mamo May Darling, akronim dari Masyarakat Sadar Lingkungan, yang telah berjalan selama tujuh tahun terakhir. Gerakan ini juga dikenal sebagai Gerak Setara atau Gerakan Semai Tanam Pelihara, dan sepenuhnya dijalankan secara mandiri oleh komunitas tanpa pendanaan dari pihak manapun.

Sekretaris Jenderal Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara, Prabu Diaz, mengungkapkan bahwa penanaman mangrove ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi pantai utara Jawa yang semakin terancam abrasi.

“Kami sudah tujuh tahun menanam mangrove di wilayah pesisir pantai utara Cirebon. Ini murni inisiatif bersama, urunan, karena kami prihatin melihat kondisi pantai utara Jawa, terutama di Eretan dan Brebes, yang terkena abrasi sangat cepat. Di beberapa titik, jarak pantai ke jalan raya hanya tinggal beberapa meter saja,” ujarnya.

Setiap tahun, forum ini menanam hingga 10.000 pohon mangrove di sepanjang 7 kilometer wilayah pesisir Kota dan sebagian Kabupaten Cirebon. Selain untuk mengatasi abrasi, mangrove juga diyakini berperan penting dalam menyerap karbon biru—yang berkontribusi pada pemulihan lapisan ozon, seperti dibuktikan berbagai riset internasional.

Baca Juga :  Turnamen Esport Hari Jadi Cirebon ke-598 Siap Digelar, Total Hadiah Rp 15 Juta! Yuk Daftar Sekarang!

Menurut Prabu Diaz , keberhasilan penanaman mangrove juga ditentukan oleh pemilihan jenis bibit yang sesuai dengan karakteristik tanah dan kadar garam tinggi di pesisir Cirebon.

“Setelah kami lakukan uji coba, jenis mangrove yang cocok di Cirebon adalah bibit Afi-afi dari Faeton, Jawa Timur. Kalau menggunakan bibit lokal, dari 10.000 pohon yang bertahan hanya sekitar 5 persen,” jelasnya.

Tahun ini, kegiatan penanaman mangrove secara resmi menjadi bagian dari agenda Hari Jadi Cirebon ke-598. Forum Lingkungan Hidup dan Budaya juga bersinergi dengan Dinas Perhutanan Wilayah VII Jawa Barat untuk memantau pertumbuhan dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam.

“Kami mengimbau masyarakat ikut menjaga lingkungan. Ini bukan hanya untuk kita, tapi untuk anak cucu kita nanti. Kami kontrol rutin setiap minggu, jika ada pohon mati langsung diganti,” tambah Prabu.

Ketua Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara, Dani Jaelani, menekankan pentingnya aspek pemeliharaan pohon setelah penanaman. Ia menyoroti bahwa meskipun banyak kegiatan tanam dilakukan secara seremonial, keberhasilan nyata hanya bisa dicapai jika dibarengi dengan perawatan yang konsisten.

Baca Juga :  Aksi GRC 11 September 2025 Batal, Aspirasi PBB Disampaikan Lewat Audiensi

“Bagaimanapun, pemeliharaan adalah faktor utama agar yang kita tanam bisa tumbuh dan berkembang. Kita juga harus memperhatikan karakter laut dan jenis mangrove yang sesuai dengan kondisi tanah dan kadar garam pesisir Cirebon,” ujar Dani.

Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan Ketua Panitia Hari Jadi Cirebon ke-598, Iing Damian. Ia menilai bahwa gerakan Mamo May Darling mencerminkan semangat Aksi Terpadu Berkarya untuk Masyarakat, sesuai dengan tema besar Hari Jadi tahun ini: “Cirebon Mayungi lan Nyumponi”.

“Menanam pohon mangrove ini sangat diapresiasi pemerintah daerah. Lingkungan adalah tanggung jawab kita semua, tidak terkecuali komunitas maupun aktivis lingkungan. Terima kasih atas dedikasinya, mudah-mudahan ini menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk menjaga alam,” ujar Iing.

Dengan semangat gotong royong dan dedikasi tinggi, Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara Cirebon terus berkontribusi nyata dalam menjaga bumi, sekaligus menginspirasi komunitas lainnya untuk peduli dan bertindak demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Penulis : JUMS

Berita Terkait

Polres Cirebon Kota Gelar Sholat Gaib untuk Pengemudi Ojol Affan Kurniawan
Polres Cirebon Kota Sekat Pelajar yang Hendak ke Jakarta, Antisipasi Terlibat Aksi
Tokoh Masyarakat Desak Pemkot Cirebon Serius Benahi Potensi Pajak Daerah
Korupsi Rp26,5 Miliar di Balik Proyek Setda Cirebon, 6 Tersangka Diciduk Kejari
Pesona Korsel di Pasar Malam Muludan Keraton Kasepuhan, Jadi Magnet Hiburan Keluarga
Orang Tua Terduga Pelaku Kasus Foto Syur AI di Cirebon Minta Maaf Secara Terbuka
Respon Cepat Reskrim Polres Cirebon Kota Tangani Kasus Foto Asusila Hasil Rekayasa AI
NasDem Kota Cirebon Lantik Kepengurusan Baru, Bidik 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:35 WIB

Polres Cirebon Kota Gelar Sholat Gaib untuk Pengemudi Ojol Affan Kurniawan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:10 WIB

Polres Cirebon Kota Sekat Pelajar yang Hendak ke Jakarta, Antisipasi Terlibat Aksi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 22:42 WIB

Tokoh Masyarakat Desak Pemkot Cirebon Serius Benahi Potensi Pajak Daerah

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:16 WIB

Pesona Korsel di Pasar Malam Muludan Keraton Kasepuhan, Jadi Magnet Hiburan Keluarga

Selasa, 26 Agustus 2025 - 11:06 WIB

Orang Tua Terduga Pelaku Kasus Foto Syur AI di Cirebon Minta Maaf Secara Terbuka

Berita Terbaru

Wisata

Taman Salam, Oase Hijau Tersembunyi di Jatipadang

Jumat, 29 Agu 2025 - 14:00 WIB