ETNIKOM.NET, RAFAH — Kondisi terkini Rafah semakin rumit. Perang Iran dan Israel beberapa hari ini menyita perhatian dunia internasional sehingga sedikit melupakan situasi Palestina terutama kota Gaza.
Demikian dikatakan anggota Brigade Al-Qassam melaporkan situasi dan kondisi Rafah terkini, Jumat (20)6/25).
“Saya melihat gelombang aksi cukup besar di perbatasan Rafah. Namun sampai hari ini mereka tertahan dan tidak bisa memasuki Palestina lebih jauh terutama Gaza.” Ujar sumber tersebut.
Suatu hal yang sangat disayangkan adalah bahwa pemerintah Mesir sendiri tidak membuka peluang bagi mereka untuk masuk.
Di satu sisi, ada sekelompok jaringan ISIS diduga didanai Netanyahu, Perdana Menteri Israel yang melakukan pencurian dan penjarahan terhadap truk truk bantuan yang tertahan di Rafah. Mereka melakukan penembakan terhadap warga sipil dan sopir sopir truk bantuan tersebut.
“Beberapa hari lalu kelompok ISIS ini menembaki warga Palestina yang sedang menunggu masuknya bantuan makanan sehingga puluhan yang tewas.” Ujar sumber.
Al-Qassam dilaporkan berhasil menangkap beberapa anggota ISIS yang dipersenjatai oleh israel. Dengan mempertimbangkan situasi, di antara mereka itu ditembak di tempat oleh Al-Qassam.
“Terkait masalah Iran dan israel yang terjadi baru-baru ini, saya tidak perlu menjelaskan karena saya yakin dunia internasional mengikuti perkembangannya.” Ujar sumber Al-Qassam.
Meskipun serangan Iran terhadap Israel menyita perhatian publik di tanah air bahkan dunia internasional, Al-Qassaam tetap fokus menghadapi IDF di persembunyian.
“Kami fokus menghadapi IDF di tempat tempat persembunyian di kawasan Gaza, Hebron, Khan Younis dan Tepi Barat.” Tutup sumber Al-Qassam.[]