ETNIKOM.NET, JAKARTA — Pati, salah satu kabupaten di pesisir utara Jawa Tengah, menyimpan pesona yang sering luput dari perhatian wisatawan. Dikenal dengan julukan Bumi Mina Tani, daerah ini menawarkan perpaduan keindahan alam, kekayaan sejarah, dan kuliner khas yang memanjakan lidah.
Wisata Alam dan Religi yang Memikat
Bagi pencinta alam, Pati menawarkan beragam destinasi menarik. Pantai Idola di Kecamatan Tayu misalnya, menjadi tempat favorit untuk menikmati sunrise di tepian laut utara Jawa. Ada pula Goa Pancur di Kecamatan Kayen, sebuah gua alami dengan stalaktit dan stalagmit yang menawan, disertai aliran sungai bawah tanah yang menambah kesan eksotis.
Tak hanya alam, wisata religi juga menjadi daya tarik tersendiri. Makam Sunan Ngerang dan Masjid Agung Baitunnur di pusat kota menjadi tujuan ziarah dan refleksi spiritual, menyimpan jejak sejarah perkembangan Islam di wilayah pesisir.
Surga Kuliner di Bumi Mina Tani
Datang ke Pati tak lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Salah satu ikon adalah Nasi Gandul, sajian nasi putih berkuah santan gurih dengan irisan daging sapi empuk, biasanya disajikan di atas daun pisang. Bagi penggemar camilan, Petis Kelongan dan Kacang Atom Pati menjadi oleh-oleh wajib.
Di kawasan pesisir, hasil laut segar seperti bandeng, kakap, hingga cumi-cumi bisa dinikmati langsung di warung-warung tepi pantai, dimasak dengan bumbu khas yang sederhana namun kaya rasa.
Harmoni Budaya dan Kehangatan Warga
Selain panorama dan kuliner, daya tarik Pati terletak pada keramahan warganya. Setiap pasar tradisional, warung kopi, hingga acara sedekah laut di desa-desa pesisir, selalu memancarkan kehangatan dan kebersamaan.
Dengan semua kekayaan ini, Pati bukan sekadar persinggahan di jalur pantura, tetapi destinasi yang layak disinggahi. Alam, sejarah, dan kuliner di sini seolah berpadu mengajak siapa saja untuk kembali dan menikmati lagi.[]