ETNIKOM.NET, CIREBON – Permainan korsel atau komidi putar masih menjadi salah satu daya tarik utama di pasar malam Muludan yang digelar di kawasan Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon. Lampu warna-warni yang berputar mengelilingi arena berhasil memikat pengunjung, khususnya anak-anak yang datang bersama keluarga.
Suasana riuh tawa terdengar ketika musik khas korsel mengiringi putaran kuda-kudaan kayu. Tidak sedikit orang tua ikut naik menemani buah hatinya, menambah kehangatan kebersamaan di tengah keramaian pasar malam.
“Anak saya selalu minta naik korsel kalau ke pasar malam. Harganya juga terjangkau, jadi bisa berkali-kali,” ujar Siti (35), pengunjung asal Harjamukti, Selasa (26/8/2025).
Selain korsel, pasar malam Muludan juga menyajikan berbagai wahana hiburan lainnya seperti bianglala, kora-kora, ontang-anting, ombak banyu, hingga rumah hantu. Namun, korsel tetap menjadi ikon yang paling diminati karena menghadirkan nuansa klasik dan penuh nostalgia.
Koordinator wahana permainan Arkaria dan Taman Ria pasar malam Muludan, Ali Boy, menyebutkan bahwa setiap malam korsel bisa menampung ratusan penumpang. Dengan tiket sekitar Rp15 ribu per orang, wahana ini menjadi pilihan hiburan murah meriah bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
“Pasar malam Muludan selalu identik dengan korsel. Tradisi ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan terus menjadi hiburan rakyat,” ungkap Ali Boy.
Pasar malam Muludan di kawasan Alun-alun Sangkala Buana sendiri akan berlangsung hingga 7 September 2025. Kehadiran wahana korsel diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga melestarikan budaya hiburan rakyat yang sederhana namun penuh keceriaan.