Makara Art Center UI, Komoenitas Makara, dan Urban Spiritual Indonesia Persembahkan Majelis Nyala Purnama

- Redaksi

Kamis, 15 Mei 2025 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

ETNIKOM.NET, DEPOK — Makara Art Center UI bekerjasama dengan Komoenitas Makara dan Urban Spiritual Indonesia mempersembahkan sebuah acara bertajuk “Majelis Nyala Purnama”, di gedung Makara Art Center Universitas Indonesia pada Rabu malam 14 Mei 2025.

“Majelis Nyala Purnama” merupakan sebuah ruang teduh untuk merayakan keberagaman serta pelestarian nilai-nilai kebudayaan Indonesia, yang di dalamnya terdapat berbagai macam presentasi karya seni seperti Musik Etnik, Puisi, Tari, Pencak Silat, Ngaji Budaya, dan ditutup dengan Meditasi di bawah Cahaya sinar bulan purnama.

Pada penyelenggaraan perdananya kali ini dilangsungkan juga acara peluncuran buku berjudul “Oase Hikmah Para Masyayikh” karya Dr. Ngatawi Al-Zastrouw yang merupakan Kepala Makara Art center Universitas Indonesia sekaligus Pembina Komoenitas Makara.

Acara ini mengajak para hadirin untuk meresapi cahaya purnama bersama berbagai macam genre seni yang menghangatkan jiwa dari sejumlah penampil, di antaranya: Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Dr. Turita Indah Setyani, Fitra Manan, Mustafa Ismail, Tora Kundera, Willy Ana, Swara SeadaNya, Mahwi Air Tawar, Michail Abel Firdausi, Tatty Aprilyana, M. Elbar Syahputra, Indonesiana Ayuningtyas, dan Yogie Sany.

Baca Juga :  Festival Budaya Lembah Baliem Hari Kedua, Wisatawan Padati Distrik Usilimo

“Padhang bulan, atau purnama merupakan momentum sarat makna bagi bangsa Nusantara. Banyak ritual bersifat magis dan kultural yang dilaksanakan di bulan purnama. Dalam beberapa syair tembang religi karya para wali, Padhang bulan menjadi simbol sebagai jalan terang nur ilahi. Inilah yang menyebabkan tradisi purnama selalu menjadi media introspeksi dan munajat pada ilahi.”, ujar Dr. Ngatawi Al-Zastrouw.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Komoenitas Makara Fitra Manan. Dia mengatakan, Majelis Nyala Purnama merupakan ruang bagi segala ekspresi rasa kemanusiaan. Dilakukan saat bulan purnama, menjadi sebuah ilham yang tak pernah lekang ditelan zaman.

Saat bulan berada dalam bentuk utuhnya, tambah Fitra, dipercaya sebagai waktu yang paling kuat untuk berbicara dengan roh leluhur atau memanjatkan doa.

Hadir pula Pendiri Urban Spiritual Indonesia, Dr. Turita Indah Setyani. Dia mengatakan bahwa bulan purnama terjadi ketika bulan dan matahari berada di tiap sisi bumi yang berseberangan atau bulan kembali pada posisi yang sama setelah mengelilingi bumi.

Bulan purnama,  lanjutnya, memiliki kekuatan energi murni sehingga sering terjadi fenomena alam seperti air pasang, migrasi juga perkembangbiakan spesies tertentu. Pada saat itu orang Jawa melakukan pelepasan diri dari kehidupan duniawi dengan laku spriritual untuk mencapai kondisi kemanunggalan dengan Yang Mutlak, atau Manunggaling Gusti kalawan kawula. Minimal untuk menjaga kesehatan jasmani-rohani, mental-spiritual, dan keselarasan semesta, menyeimbangkan harmonisasi alam.

Baca Juga :  MA Gelar Wayang Kulit Rayakan HUT ke-80, Ki Yanto Kembali Memukau sebagai Dalang

“Bahkan tercatat dalam naskah-naskah Jawa, waktu bulan purnama juga dimanfaatkan untuk dolanan anak dengan permainan yang memiliki makna filosofis tertentu.”, tambah Pendiri Urban Spiritual Indonesia Dr. Turita Indah Setyani.

Sejumlah tamu juga hadir di acara ini, seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Choiri Fauzi beserta keempat putra-putrinya yang memberikan kejutan untuk sang suami, Dr. Ngatawi Al Zastrouw, saat peluncuran buku, kemudian hadir juga Irjen Pol. Muhammad Zainul Muttaqien, S.H., S.I.K., Map yang merupakan Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia Trisya Suherman, dan Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (PPKB FIB UI) Dr. Lily Tjahjandari

Majelis Nyala Purnama menurut rencana akan diagendakan rutin setiap bulannya, dan tentu saja dengan berbagai macam variasi kegiatan seni yang akan dipentaskan.[]

Berita Terkait

MA Gelar Wayang Kulit Rayakan HUT ke-80, Ki Yanto Kembali Memukau sebagai Dalang
Tingkeban: Tradisi Jawa dalam Menyambut Tujuh Bulan Kehamilan
Keraton Kasepuhan Cirebon Lestarikan Tradisi Rebo Wekasan Lewat Curak Sedekah
Budaya Religius Pati: Harmoni Tradisi dan Spiritualitas
Budaya dan Kehidupan Masyarakat Palestina: Antara Tradisi dan Keteguhan di Tengah Ujian
Keraton Kasepuhan Cirebon Lestarikan Tradisi Ngapem Sambut Bulan Sapar
Bupati Jayawijaya Tutup FBLB ke-33: “Dari Tanah Jayawijaya untuk Dunia”
Pasar Malam & Tradisi Adat Warnai Maulid Nabi 2025 di Keraton Kasepuhan Cirebon
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:45 WIB

MA Gelar Wayang Kulit Rayakan HUT ke-80, Ki Yanto Kembali Memukau sebagai Dalang

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:46 WIB

Tingkeban: Tradisi Jawa dalam Menyambut Tujuh Bulan Kehamilan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:27 WIB

Keraton Kasepuhan Cirebon Lestarikan Tradisi Rebo Wekasan Lewat Curak Sedekah

Kamis, 14 Agustus 2025 - 07:04 WIB

Budaya Religius Pati: Harmoni Tradisi dan Spiritualitas

Selasa, 12 Agustus 2025 - 08:41 WIB

Budaya dan Kehidupan Masyarakat Palestina: Antara Tradisi dan Keteguhan di Tengah Ujian

Berita Terbaru

Wisata

Taman Salam, Oase Hijau Tersembunyi di Jatipadang

Jumat, 29 Agu 2025 - 14:00 WIB