ETNIKOM .NET – Dalam khasanah kuliner Nusantara, hidangan Sunda dikenal dengan kesegarannya yang alami, ringan, dan menggugah selera. Di antara aneka sajian khas tersebut, lalapan dan sambal menjadi elemen penting yang tak pernah absen di meja makan. Meski terlihat sederhana, perpaduan keduanya menyimpan cita rasa yang kaya dan warisan budaya yang kuat.
Lalapan: Sayuran Segar Langsung dari Alam
Lalapan adalah kumpulan sayuran mentah yang disajikan sebagai pelengkap hidangan utama. Beragam jenis sayuran segar biasa dijadikan lalapan, seperti daun kemangi, mentimun, kol, kacang panjang, terung bulat, tomat, hingga daun pohpohan. Disajikan tanpa dimasak, lalapan menyajikan rasa alami yang renyah dan menyegarkan.
Selain menghadirkan keseimbangan rasa dalam sepiring makanan, lalapan juga kaya akan vitamin, serat, dan enzim alami yang baik untuk kesehatan. Tak heran, lalapan menjadi elemen khas yang melekat kuat pada identitas kuliner Sunda.
Sambal Sunda: Pedas yang Kaya Rasa
Tak lengkap menyantap lalapan tanpa sambal. Bagi masyarakat Sunda, sambal bukan sekadar bumbu pelengkap, melainkan penentu selera. Sambal Sunda dikenal dengan karakter pedas, gurih, dan segar, yang mampu membangkitkan selera makan.
Beberapa jenis sambal khas Sunda yang populer di antaranya:
Sambal terasi: sambal merah yang terbuat dari cabai, tomat, bawang, garam, gula merah, dan terasi bakar. Rasanya pedas dan wangi.
Sambal dadak: dibuat secara dadakan setiap kali hendak makan. Cabai, tomat, bawang, dan bumbu lainnya langsung diulek segar, menghasilkan aroma dan rasa yang tajam.
Sambal cibiuk: sambal hijau khas Garut dengan cita rasa segar dari cabai hijau, tomat hijau, daun kemangi, dan kencur.
Sambal oncom: sambal khas dengan campuran oncom goreng atau kukus, memberikan sensasi gurih yang khas.
Duet Sempurna di Meja Makan
Kombinasi lalapan dan sambal Sunda sangat fleksibel. Ia bisa menjadi pelengkap nasi timbel, ayam goreng, ikan bakar, pepes, atau tahu-tempe goreng. Bahkan dalam kesederhanaannya, nasi hangat dengan sambal dan lalapan saja sering kali cukup untuk menghadirkan kenikmatan tiada tara.
Kesegaran lalapan berpadu dengan sengatan rasa dari sambal menciptakan harmoni rasa yang khas dan sulit ditandingi oleh kuliner lain. Itulah mengapa, meski zaman terus berubah, kehadiran lalapan dan sambal Sunda tetap bertahan sebagai menu favorit lintas generasi.
Warisan Rasa yang Layak Dilestarikan
Lalapan dan sambal Sunda bukan hanya bagian dari menu makanan, tapi juga simbol budaya makan yang sehat, alami, dan membumi. Di tengah tren kuliner modern, keberadaan hidangan ini menjadi pengingat akan kekayaan lokal yang sederhana namun bernilai tinggi.
Setiap suapan lalapan dan sambal adalah rasa yang mengakar pada tradisi, dan sekaligus menjadi bukti bahwa kenikmatan sejati sering kali lahir dari kesederhanaan.[]
Penulis : Gofur