Ketegangan Timur Tengah Memuncak: Serangan AS Terhadap Pangkalan Militer Iran Bisa Picu Perang Dunia Ketiga?

- Redaksi

Minggu, 22 Juni 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Serangan militer Amerika Serikat terhadap instalasi pertahanan Iran menimbulkan kekhawatiran global. Apakah dunia sedang menuju Perang Dunia Ketiga?

 

Penulis: Furqon Bunyamin Husein  | Wapemred etnikom.net

 

ETNIKOM.NET, JAKARTA – Dunia kembali diguncang ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap pangkalan militer Iran di kawasan strategis Timur Tengah, 21-22 Juni 2025. Insiden ini memicu gelombang kecaman dari berbagai negara dan mengundang kekhawatiran akan potensi pecahnya perang skala besar, bahkan Perang Dunia Ketiga.

Menurut laporan sejumlah media internasional, serangan udara tersebut menargetkan fasilitas militer Iran yang diduga menjadi tempat perencanaan serangan terhadap kepentingan Amerika di wilayah tersebut.

Pentagon menyebut langkah ini sebagai “serangan balasan yang terukur”, namun Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan agresi terbuka.

Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa mereka tidak akan tinggal diam atas aksi biadab ini dan siap membalas di waktu yang tepat. Tak hanya itu, milisi pro-Iran di Irak, Suriah, dan Lebanon juga mulai menyatakan kesiapan untuk bertindak, termasuk Hizbullah yang dikenal punya kekuatan tempur yang signifikan di kawasan.

Baca Juga :  Kemiskinan antara Solusi Keliru dan Kebijakan Salah Arah

Sementara itu, Rusia dan Tiongkok, dua negara adidaya yang selama ini memiliki hubungan strategis dengan Iran, turut menyuarakan keprihatinan. Kremlin memperingatkan bahwa tindakan militer sepihak seperti ini berisiko memicu eskalasi global. Tiongkok menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mendorong dialog sebagai solusi.

Para analis militer menyebutkan bahwa jika konflik ini terus membesar, maka sangat mungkin akan menyeret negara-negara lain, baik yang tergabung dalam NATO maupun aliansi Timur seperti Organisasi Kerja Sama Shanghai.

Dalam skenario terburuk, jika terjadi aksi balas-membalas secara beruntun dan tak terkendali, maka potensi terjadinya Perang Dunia Ketiga tidak bisa diabaikan.

Profesor Marwan Ghafouri, pakar hubungan internasional dari Universitas Teheran, mengatakan: “Jika Iran merespons dengan kekuatan penuh dan AS menambah intensitas serangan, maka krisis Timur Tengah bisa saja berubah menjadi konflik global. Dengan kondisi ini, dunia dalam bahaya nyata.”

Baca Juga :  Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Al-Qassam Kutuk Serangan AS: Benih Perang Dunia Ketiga?

Ketegangan akibat perseteruan ini juga langsung berdampak pada kondisi ekonomi global. Harga minyak melonjak drastis karena kekhawatiran akan terganggunya pasokan dari Teluk Persia. Pasar saham Asia dan Eropa pun anjlok, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas global.

Serangan Amerika ke pangkalan militer Iran bukan hanya masalah dua negara, tapi bisa menjadi titik awal perubahan besar dalam tatanan dunia. Jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi, konflik ini berpotensi menjalar menjadi pertikaian global berskala besar—dan Perang Dunia Ketiga bukan lagi sekadar wacana fiksi.

Saat ini, dunia menanti dengan napas tertahan. Apakah para pemimpin dunia akan memilih jalan perang atau damai? Harapan besar ditumpukan pada kekuatan diplomasi, namun dunia harus bersiap jika sebaliknya yang terjadi.[]

Berita Terkait

Sekolah Rakyat Antara Kebijakan Populis Tanpa Kajian Akademis dan Redupnya Doa Sang Pengobral Dosa
Gaza Dibantai, Di Mana Para Pemimpin Muslim?
Korupsi Tak Pernah Reda, Tanda Sistem Kita Sakit
Penghinaan Nabi Berulang, Demokrasi Biang Keladi
Eksistensi, Ruang Publik, dan Syari’at: Sebuah Renungan
Kampus Hebat, Kampus Pencipta Mahasiswa ‘Nakal’
Gencatan Senjata Iran–Israel: Kemenangan Adidaya, Kekalahan Dunia Islam
Refleksi Diri: Muslimah Sejati di Tengah Arus Zaman
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 Juli 2025 - 06:59 WIB

Sekolah Rakyat Antara Kebijakan Populis Tanpa Kajian Akademis dan Redupnya Doa Sang Pengobral Dosa

Senin, 14 Juli 2025 - 19:15 WIB

Gaza Dibantai, Di Mana Para Pemimpin Muslim?

Jumat, 11 Juli 2025 - 07:25 WIB

Korupsi Tak Pernah Reda, Tanda Sistem Kita Sakit

Kamis, 10 Juli 2025 - 22:03 WIB

Penghinaan Nabi Berulang, Demokrasi Biang Keladi

Kamis, 10 Juli 2025 - 10:42 WIB

Eksistensi, Ruang Publik, dan Syari’at: Sebuah Renungan

Berita Terbaru

Wisata

Taman Salam, Oase Hijau Tersembunyi di Jatipadang

Jumat, 29 Agu 2025 - 14:00 WIB