Serangan militer Amerika Serikat terhadap instalasi pertahanan Iran menimbulkan kekhawatiran global. Apakah dunia sedang menuju Perang Dunia Ketiga?
Penulis: Furqon Bunyamin Husein | Wapemred etnikom.net
ETNIKOM.NET, JAKARTA – Dunia kembali diguncang ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap pangkalan militer Iran di kawasan strategis Timur Tengah, 21-22 Juni 2025. Insiden ini memicu gelombang kecaman dari berbagai negara dan mengundang kekhawatiran akan potensi pecahnya perang skala besar, bahkan Perang Dunia Ketiga.
Menurut laporan sejumlah media internasional, serangan udara tersebut menargetkan fasilitas militer Iran yang diduga menjadi tempat perencanaan serangan terhadap kepentingan Amerika di wilayah tersebut.
Pentagon menyebut langkah ini sebagai “serangan balasan yang terukur”, namun Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan agresi terbuka.
Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa mereka tidak akan tinggal diam atas aksi biadab ini dan siap membalas di waktu yang tepat. Tak hanya itu, milisi pro-Iran di Irak, Suriah, dan Lebanon juga mulai menyatakan kesiapan untuk bertindak, termasuk Hizbullah yang dikenal punya kekuatan tempur yang signifikan di kawasan.
Sementara itu, Rusia dan Tiongkok, dua negara adidaya yang selama ini memiliki hubungan strategis dengan Iran, turut menyuarakan keprihatinan. Kremlin memperingatkan bahwa tindakan militer sepihak seperti ini berisiko memicu eskalasi global. Tiongkok menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mendorong dialog sebagai solusi.
Para analis militer menyebutkan bahwa jika konflik ini terus membesar, maka sangat mungkin akan menyeret negara-negara lain, baik yang tergabung dalam NATO maupun aliansi Timur seperti Organisasi Kerja Sama Shanghai.
Dalam skenario terburuk, jika terjadi aksi balas-membalas secara beruntun dan tak terkendali, maka potensi terjadinya Perang Dunia Ketiga tidak bisa diabaikan.
Profesor Marwan Ghafouri, pakar hubungan internasional dari Universitas Teheran, mengatakan: “Jika Iran merespons dengan kekuatan penuh dan AS menambah intensitas serangan, maka krisis Timur Tengah bisa saja berubah menjadi konflik global. Dengan kondisi ini, dunia dalam bahaya nyata.”
Ketegangan akibat perseteruan ini juga langsung berdampak pada kondisi ekonomi global. Harga minyak melonjak drastis karena kekhawatiran akan terganggunya pasokan dari Teluk Persia. Pasar saham Asia dan Eropa pun anjlok, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas global.
Serangan Amerika ke pangkalan militer Iran bukan hanya masalah dua negara, tapi bisa menjadi titik awal perubahan besar dalam tatanan dunia. Jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi, konflik ini berpotensi menjalar menjadi pertikaian global berskala besar—dan Perang Dunia Ketiga bukan lagi sekadar wacana fiksi.
Saat ini, dunia menanti dengan napas tertahan. Apakah para pemimpin dunia akan memilih jalan perang atau damai? Harapan besar ditumpukan pada kekuatan diplomasi, namun dunia harus bersiap jika sebaliknya yang terjadi.[]