ETNIKOM.NET, NEW YORK — Kemenangan mengejutkan politisi muda Muslim, Zohran Mamdani, dalam pemilihan calon wali kota dari Partai Demokrat untuk Kota New York bukan sekadar kemenangan personal. Lebih dari itu, ia menjadi simbol kebangkitan kekuatan politik baru: Muslim imigran dan generasi muda progresif.
Putra imigran asal Uganda yang lahir di India dan hijrah ke AS di usia tujuh tahun ini berhasil menumbangkan tokoh mapan Partai Demokrat, Andrew Cuomo, yang notabene adalah mantan Gubernur New York dan bagian dari elit politik lama.
Didorong Komunitas, Digerakkan Visi Keadilan
Menurut Imam Shamsi Ali, Direktur Jamaica Muslim Center yang aktif dalam komunitas Muslim New York, kemenangan Zohran mencerminkan “perubahan besar dalam kesadaran politik komunitas imigran dan umat Islam”.
“Saya melihat Zohran bukan sekadar calon walikota. Dia adalah gerakan. Gerakan dari orang-orang biasa yang selama ini hanya jadi penonton politik,” ujar Shamsi Ali.
Shamsi menyebut, banyak masjid dan pusat Islam di seluruh New York aktif mendorong jamaah untuk memilih, bahkan menyediakan transportasi gratis menuju TPS.
Islam dan Aktivisme Sosial
Sebagai seorang Muslim progresif, Zohran membawa nilai-nilai Islam bukan dalam bentuk simbolis, tapi melalui aktivisme sosial: keadilan, penolakan terhadap penindasan, dan pembelaan terhadap kelompok lemah.
Dalam satu kesempatan, Imam Shamsi Ali pernah mengutip ayat Al-Qur’an di hadapan Zohran dari Surah Thaha: “Pergilah engkau dengan ayat-ayatKu…” sebagai bentuk seruan untuk menghadapi kekuatan opresif seperti yang dilakukan Nabi Musa terhadap Fir’aun.
“Zohran memaknainya bukan sebagai ayat ritual, tapi sebagai energi untuk perubahan,” kata Shamsi.
Data dan Fakta
Suara Zohran meningkat dari 1% dukungan awal menjadi mayoritas di hari pemilihan
Lebih dari 60% pemilih di New York adalah anak muda, segmen utama pendukung Zohran
Terdapat sekitar 1 juta Muslim di New York, 200 ribu di antaranya pemilih Partai Demokrat
Kampanye Zohran mengusung isu-isu konkret: layanan bus gratis, childcare universal, dan pembekuan sewa (rent freeze).
Apa Berikutnya?
Meski baru memenangkan babak primary election, Zohran Mamdani kini diposisikan sebagai kandidat paling potensial untuk memenangkan pemilihan umum (general election) yang akan digelar akhir tahun ini.
Politik Amerika Tak Lagi Dimonopoli Elit Lama
Fenomena Zohran mencerminkan pergeseran lanskap politik Amerika, terutama di kota-kota besar. Politik kini tak lagi eksklusif untuk elit, tapi mulai dikuasai oleh anak-anak muda, imigran, dan minoritas yang berani tampil dan menyuarakan perubahan.
New York, sebagai pusat dunia, menjadi panggung bagi eksperimen demokrasi baru. Dan Zohran Mamdani, dengan semangat muda dan akar nilai Islam yang humanis, telah menjadi representasi paling mencolok dari perubahan ini.[]
Penulis : Gofur