Jember, Kota Tembakau yang Kaya Budaya dan Pesona Wisata Alam

- Redaksi

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ETNIKOM.NET, JAKARTA – Sebuah kabupaten di timur Provinsi Jawa Timur, bukan sekadar kota transit atau wilayah pertanian. Di balik hamparan perkebunan tembakau dan pegunungan hijau, Jember menyimpan kekayaan budaya yang hidup serta destinasi wisata alam yang memesona. Kota ini ibarat mozaik yang menyatukan tradisi, kreativitas, dan keindahan alam dalam satu paket yang memikat hati siapa pun yang berkunjung.

Kota Seribu Wajah Budaya

Budaya di Jember merupakan hasil akulturasi dari berbagai suku dan latar belakang. Di sinilah budaya Madura, Jawa, dan sedikit sentuhan Bali hidup berdampingan dalam harmoni. Ini terlihat dalam berbagai upacara adat dan seni tradisional seperti Ludruk, Jaranan, dan Tari Petik Tembakau, yang kerap dipentaskan saat hajatan rakyat atau perayaan desa.

Salah satu peristiwa budaya terbesar dan paling ikonik adalah Jember Fashion Carnaval (JFC). Digelar setiap tahun sejak 2001, JFC menjadi ajang kreativitas masyarakat Jember yang menghadirkan parade busana spektakuler di jalan raya. Berbeda dari karnaval biasa, JFC menyuguhkan tema-tema artistik tingkat dunia, dengan kostum penuh detail yang terinspirasi dari budaya lokal dan global.

Warisan Tembakau dan Cerita Petani

Jember dikenal sebagai kota tembakau. Sejak zaman kolonial, daerah ini telah menjadi salah satu penghasil tembakau terbaik, khususnya jenis tembakau Na-Oogst (NO) yang diekspor ke Eropa untuk cerutu kelas dunia. Tradisi menanam dan memetik tembakau bukan hanya aktivitas ekonomi, tapi juga bagian dari identitas sosial masyarakat Jember.

Baca Juga :  Taman Salam, Oase Hijau Tersembunyi di Jatipadang

Di beberapa desa seperti Ajung, Pakusari, dan Wuluhan, pengunjung bisa melihat langsung proses budidaya tembakau: dari pembibitan, penanaman, penjemuran, hingga pengepakan. Bahkan, petik tembakau sering dijadikan ajang budaya lokal yang disertai dengan pertunjukan seni dan doa bersama sebagai ungkapan syukur.

Surga Wisata Alam: Dari Pantai Hingga Pegunungan

Jember juga menawarkan banyak destinasi wisata alam yang memikat. Salah satu yang paling populer adalah Pantai Papuma (Pasir Putih Malikan), sebuah pantai eksotis dengan pasir putih dan batu karang raksasa yang menjulang di tengah laut. Papuma menjadi destinasi favorit bagi fotografer dan pencinta senja karena panorama mataharinya yang luar biasa.

Selain Papuma, ada pula Pantai Watu Ulo, Pantai Payangan, hingga Bukit Suroyo yang cocok untuk menikmati sunrise. Bagi penggemar wisata alam pegunungan, kawasan Gunung Argopuro menyajikan tantangan trekking dengan pemandangan alam yang masih perawan dan sejarah mistis bekas kerajaan Dewi Rengganis.

Baca Juga :  Banyuwangi, Surga Wisata di Ujung Timur Jawa: Dari Savana Afrika hingga Pantai Eksotis

Tak kalah menarik, Kawasan Rembangan—yang terletak di dataran tinggi—menjadi tempat sempurna untuk bersantai sambil menikmati kopi khas Jember dan udara sejuk pegunungan. Di pagi hari, pengunjung bisa melihat lautan kabut yang menyelimuti lembah, memberi sensasi berada di negeri atas awan.

Kuliner Tradisional yang Menggoda

Berwisata ke Jember belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Mulai dari pecel gudeg Jember, lontong sayur tahu, hingga su’war-suwir, camilan manis mirip dodol yang terbuat dari tape singkong. Su’war-suwir sering dijadikan oleh-oleh khas Jember dan tersedia dalam berbagai rasa: original, coklat, durian, hingga nangka.

Kopi Jember, terutama dari daerah Silo dan Kalikuning, juga mulai mendunia. Beberapa kedai kopi lokal bahkan sudah menyuguhkan kopi dari petani langsung dengan teknik penyeduhan modern.

Jember, Kota Kreatif Berbalut Tradisi

Jember bukan sekadar kota pertanian atau jalur lintas ke Banyuwangi. Ia adalah titik temu antara kekuatan tradisi, potensi alam, dan semangat kreatif anak muda.

Dari Jember Fashion Carnaval yang megah, budaya tembakau yang membumi, hingga keindahan pantai dan pegunungan yang menyejukkan—semua berpadu menjadikan Jember sebagai destinasi budaya dan wisata yang layak dikunjungi, dikenali, dan dicintai.[]

Penulis : Gofur

Berita Terkait

Taman Salam, Oase Hijau Tersembunyi di Jatipadang
Menyegarkan Pikiran di Taman Jagakarsa, Oase Hijau di Selatan Jakarta
MA Gelar Wayang Kulit Rayakan HUT ke-80, Ki Yanto Kembali Memukau sebagai Dalang
Tingkeban: Tradisi Jawa dalam Menyambut Tujuh Bulan Kehamilan
Keraton Kasepuhan Cirebon Lestarikan Tradisi Rebo Wekasan Lewat Curak Sedekah
Keraton Kasepuhan Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Patih Sepuh Ingatkan Pentingnya Menghargai Jasa Pahlawan
Budaya Religius Pati: Harmoni Tradisi dan Spiritualitas
Pesona Wisata dan Kuliner Pati, Jawa Tengah: Dari Alam, Sejarah, hingga Kenikmatan di Meja Makan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:00 WIB

Taman Salam, Oase Hijau Tersembunyi di Jatipadang

Kamis, 28 Agustus 2025 - 15:08 WIB

Menyegarkan Pikiran di Taman Jagakarsa, Oase Hijau di Selatan Jakarta

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:45 WIB

MA Gelar Wayang Kulit Rayakan HUT ke-80, Ki Yanto Kembali Memukau sebagai Dalang

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:46 WIB

Tingkeban: Tradisi Jawa dalam Menyambut Tujuh Bulan Kehamilan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:27 WIB

Keraton Kasepuhan Cirebon Lestarikan Tradisi Rebo Wekasan Lewat Curak Sedekah

Berita Terbaru

Wisata

Taman Salam, Oase Hijau Tersembunyi di Jatipadang

Jumat, 29 Agu 2025 - 14:00 WIB