ETNIKOM.NET, PAPUA PEGUNUNGAN — Suasana di Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, berubah menjadi panggung megah kebudayaan. Ribuan pasang mata menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2025 yang resmi dibuka, Kamis (7/8/2025), dengan semangat pelestarian warisan budaya dan keharmonisan antarsuku.
Festival yang telah digelar sejak 1989 ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi menjadi wadah untuk merawat identitas budaya Papua, serta menyampaikan pesan damai kepada dunia. Mengusung tema “Dari Jayawijaya untuk Dunia”, FBLB tahun ini menghadirkan pertunjukan yang luar biasa, termasuk atraksi perang-perangan antar suku, tarian adat, serta penampilan kolosal musik tradisional.
Pembukaan FBLB 2025 mencatat rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) lewat aksi serentak 1.500 pemain musik tradisional pikon dan penari etai. Suasana penuh khidmat dan antusias tampak dari wajah para pengunjung, termasuk wisatawan asing.
Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, SH, mengungkapkan bahwa festival ini mendapat sambutan luar biasa, bahkan dihadiri sekitar 400 wisatawan mancanegara. “Festival Lembah Baliem menjadi ruang ekspresi budaya dan kebanggaan masyarakat Papua kepada dunia,” ucapnya di sela acara.
Menurutnya, FBLB tidak hanya menjadi hiburan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat lokal. “UMKM berkembang, para pengrajin noken, seniman ukir, penyaji kuliner lokal, serta pemilik penginapan dan transportasi turut merasakan manfaatnya,” kata Atenius.
Festival ini juga membuka akses wisata ke berbagai destinasi khas Tanah Papua, seperti situs mumi berusia puluhan tahun, Gua Bersejarah, Danau Habema yang terletak di ketinggian Pegunungan Jayawijaya, dan hutan pinus Batas Batu.
Tiket FBLB 2025 ludes terjual sebelum hari pembukaan. Hal ini mencerminkan besarnya minat masyarakat dan wisatawan terhadap kekayaan budaya Papua yang otentik, penuh nilai spiritual, dan sarat makna kehidupan.[]
Penulis : Ilham
Editor : Gofur