ETNIKOM.NET, JAKARTA — Dalam beberapa tahun terakhir, dunia musik anak di Indonesia mengalami kemunduran, terutama dari sisi keberanian penyanyi cilik dalam merilis karya penuh seperti album. Selain itu, minimnya lagu anak yang relevan dengan usia mereka membuat ruang eksplorasi musikal anak-anak kian sempit.
Namun, kemunculan Etenia Croft membawa warna baru. Penyanyi cilik berbakat ini sukses mencuri perhatian publik sejak meraih penghargaan tertinggi di ajang Asia Pacific Arts Festival 2023. Tak hanya itu, tahun 2024 ia memperkuat eksistensinya dengan berkolaborasi bersama Farel Prayoga dan duo Aviwkila.
Puncaknya, di tahun 2025, Etenia Croft mengambil langkah besar dengan merilis album bertajuk BERSINAR dan menggelar mini konser perdananya. Album ini memuat sembilan lagu yang penuh nuansa positif, termasuk satu lagu kolaborasi spesial bersama Aviwkila berjudul “Jangan Bersedih”. Jakarta, 21 juni 2025
Menariknya, Etenia Croft hadir bukan dari latar belakang keluarga selebritas atau influencer. Ia dikenal murni dari bakat, kerja keras, dan prestasi di dunia musik. Sosok pelatih vokalnya, Marvel Marlon, memainkan peran penting dalam perjalanan Etenia. Marvel, yang telah berpengalaman lebih dari dua dekade melatih vokal anak-anak, juga menjadi pencipta lagu-lagu dalam album ini.
Album BERSINAR berisi lagu-lagu yang mengangkat tema seputar persahabatan, semangat, rasa percaya diri, syukur, dan cinta Tanah Air. Lagu seperti Indonesiaku bahkan menyuarakan semangat nasionalisme yang kini jarang ditemukan di lagu anak.
Setiap lagu dalam album ini juga dirilis dalam format musik video yang digarap secara profesional. Konsep visualnya digarap serius dengan alur yang jelas, wardrobe yang dirancang khusus, dan pengambilan gambar sinematik.
Dukungan kreatif dari Ayundavira Intan sebagai penata gaya turut memperkuat daya tarik visual lagu-lagu Etenia.
“Album ini adalah bentuk pesan positif untuk seluruh orang tua dan anak-anak. Kami ingin menunjukkan bahwa lagu anak Indonesia masih bisa hidup dan memberi nilai,” ujar Marvel Marlon, pencipta dan pelatih vokal Etenia.
Menurut papa Etenia , hal paling penting dalam persiapan mini konser ini adalah menjaga kondisi kesehatan Etenia. “Untuk anak-anak, nyanyi sepuluh lagu itu tantangan besar. Kami sebagai orang tua mempersiapkan stamina dan latihannya secara ekstra,” jelasnya.
Mama Etenia , penonton pun bisa ikut merasakan energinya.” Bahkan, dalam momen-momen menjelang konser, justru Etenia yang menenangkan sang ibu agar tak terlalu tegang.
Etenia dan keluarganya juga menekankan pentingnya kolaborasi dibanding kompetisi dalam industri musik anak saat ini. Setelah sukses berduet dengan Farel dan Aviwkila, mereka membuka peluang untuk berkolaborasi dengan lebih banyak musisi ke depan.
Album BERSINAR bukan sekadar debut musikal dari seorang penyanyi cilik. Ia adalah simbol bahwa anak Indonesia bisa berkarya dengan konten yang sesuai usia, positif, dan membanggakan. Etenia Croft hadir sebagai bukti bahwa musik anak tak hanya bisa hidup kembali, tapi juga bisa berkembang dengan kualitas yang mumpuni.
Dengan suara merdu, lagu-lagu inspiratif, visual menawan, dan dukungan penuh dari keluarga serta pelatihnya, Etenia Croft bersinar sebagai harapan baru musik anak Indonesia.[]