ETNIKOM.NET, JAYAWIJAYA — Rangkaian Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-33 resmi ditutup Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, di Lapangan Distrik Usilimo, Sabtu (9/8/2025). Ribuan pasang mata, baik dari pelosok nusantara maupun mancanegara, menjadi saksi perayaan budaya yang berlangsung sejak 7 Agustus itu.
FBLB tahun ini kembali menjadi ruang perjumpaan yang indah antara masyarakat adat dan para tamu yang datang dari berbagai penjuru dunia. Selama tiga hari, udara sejuk Lembah Baliem dipenuhi derap tarian perang, lantunan musik tradisional, hingga aroma kayu dan anyaman noken yang dibuat penuh cinta oleh tangan-tangan terampil.
“Awalnya kita rencanakan penutupan jam 12 siang, tapi karena antusiasme masyarakat dan wisatawan yang begitu luar biasa, acara baru berakhir jam 2 siang,” ujar Atenius dengan senyum bangga.
Ia tak lupa mengucap syukur karena sepanjang acara, cuaca cerah dan suasana kondusif. “Tuhan memberkati dan meridai festival ini. Dari hari pertama sampai ketiga, kita melihat semangat yang tinggi untuk merayakan budaya kita. Tema Tanahku Budayaku, Dari Tanah Jayawijaya untuk Dunia benar-benar hidup di hati kita,” tuturnya.
Festival Budaya Lembah Baliem bukan sekadar tontonan. Ia adalah warisan yang terus dijaga oleh masyarakat Hubula, Lani, Yali, Ngalik, Nduga, Walak, dan suku-suku lain. Dari bahasa daerah, kisah leluhur, tarian adat, ukiran kayu, koteka, hingga atraksi perang suku tiruan, semuanya menjadi jendela yang membuka dunia pada kekayaan Papua.
Sejak pertama kali digelar pada 1989, FBLB menjadi magnet yang mengundang decak kagum, sekaligus pesan bahwa di Tanah Jayawijaya, budaya adalah napas kehidupan.[]
Penulis : Heru
Editor : Gofur