ETNIKOM.NET, JAKARTA — Palestina, tanah bersejarah yang menjadi persimpangan peradaban, menyimpan kekayaan budaya yang berakar dari ribuan tahun lalu. Meski hingga kini wilayah ini masih diliputi konflik, kehidupan masyarakatnya tetap diwarnai oleh tradisi, seni, dan nilai kekeluargaan yang kuat.
Warisan Budaya yang Kaya
Budaya Palestina merupakan perpaduan unik antara pengaruh Arab, Ottoman, dan Mediterania. Seni bordir tradisional atau tatreez menjadi salah satu identitas penting, dengan motif-motif khas yang berbeda di setiap kota dan desa.
Kain bordir ini bukan sekadar hiasan, tetapi juga sarat makna, menceritakan asal-usul pemakainya dan status sosial keluarganya.
Kuliner Palestina juga menjadi cermin budaya yang mengakar. Hidangan seperti maqluba (nasi, sayur, dan daging yang disajikan terbalik), musakhan (roti taboon dengan ayam, bawang, dan rempah sumac), hingga hummus dan falafel adalah sajian yang kerap hadir dalam kebersamaan keluarga.
Kehidupan Sosial dan Nilai Kekeluargaan
Keluarga adalah pusat kehidupan masyarakat Palestina. Hubungan antarkeluarga terjalin erat, dengan gotong royong yang kuat, terutama pada saat perayaan atau musibah.
Pernikahan menjadi momen besar yang diwarnai tarian dabke, musik tradisional, dan jamuan makanan melimpah. Meski situasi politik sering kali sulit, masyarakat Palestina tetap menjaga adat istiadat dan rasa saling peduli.
Seni sebagai Bentuk Perlawanan
Di tengah keterbatasan akibat blokade dan konflik, seni menjadi salah satu sarana masyarakat Palestina mengekspresikan identitas dan harapan.
Mural di tembok-tembok kota, puisi Mahmoud Darwish, hingga lagu-lagu rakyat menjadi pengingat bahwa Palestina bukan hanya kisah perang, tetapi juga kisah kehidupan dan cinta pada tanah air.
Keteguhan di Tengah Ujian
Kehidupan di Palestina tidak lepas dari tantangan: pembatasan pergerakan, kesulitan ekonomi, dan ancaman kekerasan. Namun, masyarakatnya menunjukkan daya tahan luar biasa.
Pasar tradisional (souq) tetap ramai, anak-anak tetap bersekolah, dan keluarga berkumpul setiap sore menikmati teh mint sambil bercakap-cakap. Semua ini menjadi bukti bahwa identitas Palestina terus hidup, bahkan dalam situasi paling sulit.
Palestina adalah tanah yang tidak hanya kaya sejarah, tetapi juga memiliki budaya yang hangat dan mempesona. Kehidupan masyarakatnya adalah perpaduan antara keteguhan, tradisi, dan harapan.
Bagi mereka, menjaga budaya berarti menjaga jati diri, sekaligus mempertahankan keberadaan di tengah gelombang sejarah yang tak selalu ramah.[]
Penulis : Gofur