ETNIKOM .NET, BOGOR – Alun-Alun Bogor kini menjadi salah satu ruang publik unggulan di Kota Hujan. Terletak di pusat kota, tepatnya di Jalan Dewi Sartika, alun-alun ini menawarkan kombinasi antara keindahan taman kota, sarana rekreasi keluarga, dan ruang interaksi sosial warga.
Dibangun di atas lahan bekas Taman Topi dan Plaza Bogor, kawasan ini mengalami penataan total sejak beberapa tahun lalu. Kini, wajah baru alun-alun tampil modern, tertata rapi, dan ramah bagi semua kalangan. Area terbuka hijau yang luas, jalur pejalan kaki yang lebar, serta fasilitas bermain anak membuat alun-alun ini semakin diminati.
Desain kawasan dibagi menjadi beberapa zona. Zona utama berupa lapangan terbuka yang kerap digunakan untuk kegiatan senam, olahraga ringan, dan pertunjukan seni. Di sisi lain, terdapat taman edukatif yang dilengkapi permainan anak, instalasi edukasi lingkungan, serta ruang terbuka untuk bersantai.
Kehadiran Masjid Agung Bogor di sisi timur alun-alun menambah dimensi spiritual kawasan ini. Sinergi antara tempat ibadah, ruang publik, dan pusat aktivitas warga menciptakan suasana harmonis dan inklusif. Jalanan di sekitar alun-alun pun mengalami pelebaran dan penataan ulang guna memperlancar arus lalu lintas serta memperkuat konektivitas antarkawasan.
Selain sebagai ruang rekreasi, Alun-Alun Bogor juga menjadi ruang ekspresi komunitas. Berbagai kegiatan seni, budaya, dan edukasi kerap digelar di kawasan ini. Pemerintah daerah pun menyiapkan ruang bagi pelaku usaha mikro kecil untuk membuka lapak kuliner dan kerajinan, menambah daya tarik kawasan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet umum, ruang menyusui, Wi-Fi gratis, serta jalur ramah difabel, alun-alun ini menjadi representasi wajah baru Kota Bogor yang lebih manusiawi, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kenyamanan publik.
Meski demikian, pengelolaan kawasan terus dibenahi, termasuk pengaturan parkir, pengendalian sampah, dan penegakan aturan bagi pengunjung. Dengan pengelolaan yang baik, Alun-Alun Bogor berpotensi menjadi model ruang publik yang ideal di kawasan urban Indonesia.
Sebagai ruang terbuka yang menyatukan warga dari berbagai latar belakang, alun-alun ini tak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga simbol kota yang terus bergerak menuju tata ruang yang berkelanjutan dan inklusif.[]
Penulis : Gofur