ETNIKOM.NET, JAKARTA– Kondisi sosial yang heterogen membutuhkan upaya membangun kebersamaan untuk men jaga dan merawat persatuan.
Hal tersebut telah diupayakan oleh Walikota Jakarta Barat bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat. Di Kampung Kerukunan ini ada gereja, masjid, vihara untuk beribadah sesuai keyakinan warga.
Dalam kesempatan wawancara dengan etnikom.net, Jumat (25/4/25), Walikota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengatakan, Kampung Kerukunan memang sudah lama dibuat untuk menjaga dan memelihara kerukunan antar warga yang berada di Kelurahan Rawabuaya Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Hal ini lanjut pria yang dua kali menjabat sebagai walikota ini, menjadi miniatur toleransi, hidup berdampingan dan gotong royong warga khususnya di Jakarta Barat.
“Meski mereka berbeda keyakinan namun mereka tetap hidup rukun antara satu dengan yang lain.” Ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai kepala pemerintahan di Jakarta Barat, dirinya bersama pihak-pihak terkait akan merawat kehidupan yang harmoni ini sebaik-baiknya.
Selain itu, walikota lebih jauh melihat bahwa kerukunan bukan saja terkait kerukunan antar umat beragama tetapi juga membangun kerukunan sosial antar warga.
Dia menambahkan perlunya membangun komunikasi antar warga, ormas, RT, RW, sehingga tidak menimbulkan gesekan di masyarakat.
“Untuk itu diperlukan peran serta apparat TNI/Polri hingga RW untuk menjaga dan merawat kondisi masyarakat tetap terkendali.” Ujarnya.
Dalam kehidupan yang heterogen lanjut Walikota Jakarta Barat ini, keragaman menjadi sebuah hidayah dan menjadi modal untuk membangun bangsa.[]