Jurnalis Gaza Dibunuh Israel Sebelum Premiere Filmnya di Cannes

- Redaksi

Sabtu, 19 April 2025 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ETNIKOM.NET, JAKARTA – Jurnalis foto asal Palestina, Fatima Hassona, tewas bersama 10 anggota keluarganya, setelah zionis Israel menggempur wilayah Gaza utara.

Kematiannya itu terjadi sehari setelah film dokumenter yang dibintanginya, “Put Your Soul on Your Hand and Walk” dipilih oleh Association of Independent Cinema for Distribution (ACID) untuk tayang dalam Cannes Film Festival, bulan depan.

Film dokumenter Fatima dibuat oleh Sepideh Farsi, sutradara asal Iran. Fatima menjadi tokoh utama dalam film tersebut.

Dalam sesi wawancara dengan harian Prancis Le Monde, Sepideh Farsi menggambarkan Fatima dengan kata-kata yang menyentuh, dengan mengatakan bahwa dia “adalah matahari”.

“Dia meliput perang di Gaza, kadang-kadang bekerja sama dengan media dengan mengirimkan foto dan video. Setiap hari dia mengirimi saya foto, pesan tertulis, dan klip audio. Setiap pagi, saya bangun dan bertanya-tanya apakah dia masih hidup,” kata Sepideh, dilansir Euronews.com, dikutip Jumat (18/4/2025).

Baca Juga :  Hamas: Pembajakan Kapal Madleen oleh Israel, Serangan Terang-Terangan Terhadap Kemanusiaan

Beberapa jam sebelum kematiannya, Fatima mengunggah di internet foto matahari terbenam dari balkonnya, dan menulis: “Ini adalah matahari terbenam pertama setelah sekian lama.”
Dalam unggahan sebelumnya, ia menulis: “Mengenai kematian yang tak terelakkan, jika aku mati, aku menginginkan kematian yang menggelegar, aku tak ingin diriku masuk dalam berita yang heboh, atau masuk dalam kelompok, aku menginginkan kematian yang didengar oleh dunia, jejak yang bertahan selamanya, dan gambaran abadi yang tak dapat dikubur oleh waktu maupun tempat.”

Kematian wanita lulusan Fakultas Ilmu Terapan Universitas di Gaza itu menambah daftar panjang jurnalis yang tewas dibunuh Israel.

Sejak dimulainya perang Israel di Gaza, Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) memperkirakan sedikitnya 157 jurnalis dan pekerja media telah terbunuh, sementara laporan lain menunjukkan jumlah sebenarnya mungkin melebihi 200.

IFJ berduka atas kematian Fatima dan mengutuk terus berlanjutnya penargetan wartawan oleh Isreal, seraya menekankan perlunya mengakhiri impunitas Israel, sebagaimana postingan mereka di akun X @IFJGlobal.

Baca Juga :  Jenazah TKW Asal Kota Cirebon Meninggal di Malaysia , Keluarga Ajukan Permohonan Bantuan Pemerintah

“Pembantaian ini harus dihentikan,” kata IFJ dalam keterangannya sambil menyerukan penyelidikan segera dan independen atas pembunuhan wartawan.

Sekretaris Jenderal IFJ Anthony Belanger mengatakan, jurnalis di zona konflik harus diperlakukan sebagai warga sipil dan diizinkan untuk melaksanakan pekerjaan mereka tanpa gangguan.

“Ada berbagai kepentingan global yang luas terhadap apa yang terjadi di Gaza, tetapi kita hanya dapat melihat kebenaran jika jurnalis diizinkan mengaksesnya,” ucap Anthony Belanger.

Euronews menggambarkan kematian Fatima Hassona bukan hanya sebagai seorang jurnalis, tetapi juga sebgai suara kemanusiaan dan gambaran yang tak terlupakan dalam sejarah kota yang mati dan terlahir kembali setiap hari.

“Karyanya menjadi saksi realitas yang tidak pernah berhenti didokumentasikannya hingga saat-saat terakhir,” tulis media itu dalam laporannya.[]

Sumber Berita: CNBC

Berita Terkait

Zohran Mamdani dan Harapan Baru Muslim New York
Chef Degan Bawa Cita Rasa Indonesia Kembali ke Jerman, Pimpin Restoran Berbintang 3 Michelin
Jenazah TKW Asal Kota Cirebon Meninggal di Malaysia , Keluarga Ajukan Permohonan Bantuan Pemerintah
Hari Kemerdekaan Amerika, Ini Tinjauan dan Refleksi Dr Shamsi Ali, Lc, M.A, PhD 
Kemenangan Zohran Mamdani Guncang Peta Politik AS, Imam Shamsi Ali: Ini Tamparan untuk Dinasti dan Oligarki
Dr. Imam Shamsi Ali: Langkah Zohran ke City Hall dan Strategi Menggagalkannya
Lestarikan Warisan Leluhur, Laskar Macan Ali Gelar Jamasan Pusaka Jelang 1 Muharram
Kebangkitan Politik Muslim Imigran di New York: Zohran Mamdani Jadi Simbol Perubahan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 Juli 2025 - 08:36 WIB

Zohran Mamdani dan Harapan Baru Muslim New York

Jumat, 11 Juli 2025 - 21:34 WIB

Chef Degan Bawa Cita Rasa Indonesia Kembali ke Jerman, Pimpin Restoran Berbintang 3 Michelin

Kamis, 10 Juli 2025 - 17:51 WIB

Jenazah TKW Asal Kota Cirebon Meninggal di Malaysia , Keluarga Ajukan Permohonan Bantuan Pemerintah

Senin, 7 Juli 2025 - 10:18 WIB

Hari Kemerdekaan Amerika, Ini Tinjauan dan Refleksi Dr Shamsi Ali, Lc, M.A, PhD 

Kamis, 3 Juli 2025 - 09:00 WIB

Kemenangan Zohran Mamdani Guncang Peta Politik AS, Imam Shamsi Ali: Ini Tamparan untuk Dinasti dan Oligarki

Berita Terbaru

Wisata

Taman Salam, Oase Hijau Tersembunyi di Jatipadang

Jumat, 29 Agu 2025 - 14:00 WIB