APTIKNAS Dukung IGX Surabaya 2025 Hadirkan Kolaborasi Teknologi, Budaya, dan Ekonomi Kreatif

- Redaksi

Minggu, 17 Agustus 2025 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ETNIKOM .NET, SURABAYA – Festival gim dan teknologi terbesar di Indonesia kembali hadir. Setelah sukses digelar di Tangerang, Banten, pada Juli lalu, Indonesia Game Experience (IGX) 2025 kini menyapa pencinta gim di Kota Surabaya.

Ajang ini berlangsung 14–17 Agustus 2025 di Fairway Nine Mall Surabaya. Pembukaan sekaligus penutupan acara bertepatan dengan peringatan 80 Tahun Kemerdekaan RI. Surabaya menjadi kota kedua dari lima lokasi roadshow IGX 2025, setelah Tangerang, dan selanjutnya akan digelar di Semarang, Bandung, serta Jakarta.

Tahun ini, IGX digelar berbarengan dengan Ethnic Indonesia Festival 2025, sehingga menghadirkan perpaduan antara teknologi digital, e-sports, dan kekayaan budaya Nusantara.

Ekosistem Gim dan Budaya

Direktur Sarana Prasarana Kemenbud RI, Dr. Ir. Feri Arlius, MSc, yang mewakili Dirjen Ahmad Mahendra, menekankan pentingnya penguatan ekosistem gim nasional. Menurutnya, gim kini menjadi salah satu primadona industri kreatif, sejajar dengan fesyen, kuliner, dan film.

“Pada 2021, industri gim dan aplikasi menyumbang PDB hingga Rp31,25 triliun. Namun tantangan kita adalah menjadikan gim sebagai sarana pengembangan budaya Indonesia,” ujarnya.

Ia menyebut Indonesia telah menyumbang 256 gim di platform Steam per Januari 2024, terbanyak di Asia Tenggara. “Ekosistem adalah kata kunci. Karena itu, kami akan menginisiasi program Inkubasi IP Video Game Berbasis Kebudayaan Indonesia bersama asosiasi gim,” katanya.

Baca Juga :  Rektor STIT Buntet Pesantren Ajak Masyarakat Rayakan HUT ke-80 RI dengan Semangat Persatuan

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mengapresiasi kolaborasi unik antara pameran keris, gamelan, dan gaming. “Tradisi dan modernitas berpadu di sini. Gamelan kini justru digandrungi Gen Z dan milenial. Ini membuktikan Surabaya mendukung kreativitas warga,” katanya.

Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Komunitas

Sejumlah tokoh hadir dalam pembukaan, antara lain: Basuki Teguh Yuwono, Staf Khusus Kemenbud RI, Ir. Soegiharto Santoso, SH, Ketua Umum APTIKNAS, H. Adik Dwi Putranto, S.H., MHP, Ketua Umum Kadin Jatim, KRA Rivo Cahyono Setyonegoro, Ketua Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi, KPH Andi Budi, perwakilan Keraton Surakarta serta tokoh industri TIK dan perwakilan mitra internasional.

Kehadiran mereka menegaskan IGX 2025 sebagai ajang strategis penguatan kolaborasi lintas sektor: pemerintah, pelaku industri, hingga komunitas budaya.

E-Sports, Summit, dan Pameran

IGX 2025 menampilkan lebih dari 1.500 gamer yang berlaga di Mobile Legends, Free Fire, dan Counter-Strike dengan total hadiah Rp50 juta. Kompetisi ini terbuka untuk umum dan gratis melalui registrasi resmi.

Rangkaian acara juga menghadirkan APTIKNAS Tech Summit edisi ke-6 dengan tema “Digital Intelligence for Urban Innovation: ICT & AI for Smart Governance, Education, and Industry”. Diskusi ini melibatkan pakar dari pemerintah, akademisi, dan industri, membahas penerapan AI untuk pemerintahan daerah, digitalisasi pendidikan, integrasi IoT industri 4.0, serta regulasi cyber law.

Baca Juga :  Pemulihan Operasional KA Dimulai, Layanan Refund Kini Diperluas

Lebih dari 20 merek IT berpartisipasi dalam pameran teknologi dan gaming gear, termasuk Samsung, Acer, dan Telkomsel. Ada pula Zona VR/AR, Edu-Tech, serta Bazaar UMKM yang melibatkan 50 pelaku usaha lokal. Dua keris pusaka koleksi Presiden Prabowo Subianto turut dipamerkan dalam pameran bertajuk “Melestarikan Warisan, Menempa Masa Depan”.

Komitmen APTIKNAS

Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso (Hoky), menyebut IGX 2025 sebagai bukti nyata kolaborasi lintas sektor. “Kami ingin menunjukkan bahwa Surabaya adalah pusat inovasi masa depan. IGX bukan hanya tentang gim, tapi juga transformasi digital di pendidikan, pemerintahan, dan UMKM,” katanya.

Hoky menegaskan APTIKNAS akan terus membangun ekosistem digital yang holistik. Selain IGX, asosiasi juga mendukung International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2025.

Sementara itu, Ketua DPD APTIKNAS Jakarta sekaligus Ketua Umum AGKDI, Hendri Andrigo Sutanto, menekankan bahwa IGX Surabaya adalah momentum strategis.

“Kami mengajak semua pemangku kepentingan menjadikan Surabaya episentrum digital culture di Indonesia,” ujarnya.

Ketua Yayasan Ethnic Indonesia, KRA Rivo Cahyono Setyonegoro, menambahkan, “Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. IGX 2025 adalah wujud harmoni itu.”[]

Berita Terkait

Polres Cirebon Kota Gelar Sholat Gaib untuk Pengemudi Ojol Affan Kurniawan
Polres Cirebon Kota Sekat Pelajar yang Hendak ke Jakarta, Antisipasi Terlibat Aksi
Tokoh Masyarakat Desak Pemkot Cirebon Serius Benahi Potensi Pajak Daerah
Korupsi Rp26,5 Miliar di Balik Proyek Setda Cirebon, 6 Tersangka Diciduk Kejari
Pesona Korsel di Pasar Malam Muludan Keraton Kasepuhan, Jadi Magnet Hiburan Keluarga
Orang Tua Terduga Pelaku Kasus Foto Syur AI di Cirebon Minta Maaf Secara Terbuka
Respon Cepat Reskrim Polres Cirebon Kota Tangani Kasus Foto Asusila Hasil Rekayasa AI
NasDem Kota Cirebon Lantik Kepengurusan Baru, Bidik 7 Kursi DPRD di Pemilu 2029
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:35 WIB

Polres Cirebon Kota Gelar Sholat Gaib untuk Pengemudi Ojol Affan Kurniawan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:10 WIB

Polres Cirebon Kota Sekat Pelajar yang Hendak ke Jakarta, Antisipasi Terlibat Aksi

Rabu, 27 Agustus 2025 - 22:42 WIB

Tokoh Masyarakat Desak Pemkot Cirebon Serius Benahi Potensi Pajak Daerah

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:16 WIB

Pesona Korsel di Pasar Malam Muludan Keraton Kasepuhan, Jadi Magnet Hiburan Keluarga

Selasa, 26 Agustus 2025 - 11:06 WIB

Orang Tua Terduga Pelaku Kasus Foto Syur AI di Cirebon Minta Maaf Secara Terbuka

Berita Terbaru

Wisata

Taman Salam, Oase Hijau Tersembunyi di Jatipadang

Jumat, 29 Agu 2025 - 14:00 WIB