ETNIKOM.NET, CIREBON – Kegiatan refleksi Tugu Pensil yang digelar di kawasan Kejaksaan Cirebon menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali kesadaran sejarah di kalangan generasi muda. Ketua Pelaksana, Dany Jaelani, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar anak-anak dan pelajar memahami bahwa Cirebon memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Kami kemas kegiatan ini untuk memperkuat generasi muda, supaya tahu bahwa Cirebon adalah salah satu tolak ukur perjuangan di negara ini. Tidak kalah penting, kami juga meminta Pemerintah Kota Cirebon untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat penambahan wawasan kebangsaan, khususnya sejarah perjuangan Kota Cirebon,” ungkap Dany, Jumat (15/8/25).
Dany mengungkapkan, pihaknya sudah sejak awal mengusulkan beberapa perbaikan di area Tugu Pensil, mulai dari pemagaran untuk menjaga kebersihan, penataan taman dengan bunga yang sesuai dengan nuansa nasional, hingga penambahan lampu yang menyesuaikan bentuk bangunan tugu.
“Kalau ada pagar, orang akan berpikir dua kali untuk membuang sampah atau merusak. Lampu dan taman yang tertata akan membuat tugu ini menjadi daya tarik, apalagi di bagian atasnya ada tulisan proklamasi yang akan langsung terlihat oleh orang luar kota,” tambahnya.
Wakil Ketua Pelaksana, Prabu Diaz, menjelaskan bahwa kegiatan refleksi ini sudah dirintis sejak tahun 2017, saat Dany Jaelani berkomunikasi dengan GM FKPPI, Payung Suci, dan Laskar Macan Ali Nuswantara untuk memperingati pra-proklamasi di Tugu Pensil Kejaksaan.
Menurutnya, berdasarkan arsip di Perpustakaan Nasional, sebelum proklamasi kemerdekaan dibacakan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 di Jakarta, telah ada pembacaan proklamasi di Tugu Pensil, Cirebon.
“Pembacaan itu dilakukan oleh dr. Sudarsono, yang membacakan 300 kata tentang proklamasi Indonesia yang ditulis oleh Sutan Syahrir. Bagi kami, ini adalah kebanggaan sekaligus amanah agar sejarah ini tidak hilang, karena Cirebon ternyata menjadi pangkal perjuangan mendirikan bangsa ini,” jelas Prabu.
Kegiatan refleksi ini dihadiri elemen masyarakat , tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan di kota Cirebon. Diharapkan dapat menjadi agenda rutin, sekaligus menguatkan identitas sejarah Cirebon di mata masyarakat dan generasi penerus bangsa.