ETNIKOM.NET, TANGERANG SELATAN — Suara angklung kembali menggema di panggung internasional. Grup Angklung Giri Svara, komunitas warga Cluster Giri Loka 1, 2, 3, dan Taman Giri Loka BSD, Kota Tangerang Selatan, membawa harum nama bangsa di ajang Jerash Festival of Culture and Arts di Yordania.
Undangan istimewa itu datang dari Pemerintah Yordania dan UNESCO melalui perwakilan UNESCO di Indonesia. Rangkaian festival berlangsung sejak 24 Juli hingga 2 Agustus 2025.
Delegasi seni dan budaya Indonesia dipimpin Hj. Amanah Asri, SE., M.Si., M.Sn, dengan agenda tampil di Kota Jerash dan Kota Petra—situs warisan dunia yang dilindungi UNESCO.
Enam anggota Giri Svara turut berangkat: Ary Hellya Kurniati, Sofita Diana, Martha, Lenna Hiendarto, Novia Santoso, dan Eva Himawan. Mereka bergabung bersama perwakilan Dewan Adat Dayak, Dewan Budaya Nusantara Kalimantan Timur, Sanggar Seni & UMKM Pesona Cahaya Manikam, serta Ninauka Craft & Fashion.
Di hadapan penonton dari berbagai negara, delegasi Indonesia memperkenalkan permainan angklung, tarian, serta tradisi Nusantara. Sambutan pun luar biasa meriah.
“Setiap tampil, kami mengenakan busana daerah yang berbeda. Di Jerash saya memakai baju Bali, sedangkan di Petra saya mengenakan busana Aceh,” tutur Ary Hellya Kurniati, pimpinan rombongan Giri Svara, dalam keterangan pers, Rabu (6/7/2025).
Bagi Ary, kesempatan ini adalah anugerah dan amanah. “Bangga sekali bisa menjadi duta budaya Indonesia, memperkenalkan angklung—alat musik tradisional kebanggaan bangsa—ke panggung dunia. Saya pun berkesempatan menari Bali secara solo dalam rangkaian tarian Medley Nusantara,” ujarnya.
Jerash Festival of Culture and Arts digelar setiap tahun sejak 1981 atas prakarsa Ratu Noor. Festival ini menjadi ruang perjumpaan seni-budaya antara seniman Yordania, dunia Arab, dan mancanegara, yang bertujuan memperkaya khazanah budaya negeri itu.[]
Penulis : Are/PJMI