ETNIKOM.NET, JAKARTA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba menginisiasi program pengelolaan sampah organik dengan cara membudidayakan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly. Program ini merupakan bagian dari strategi mendukung ketahanan pangan sekaligus menekan volume sampah di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Salemba, Muhammad Fadil, mengatakan bahwa budidaya maggot dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemilahan sampah, pembuatan kandang, hingga perawatan harian. “Maggot nantinya digunakan sebagai pakan ikan, pakan ternak, dan hasil fermentasinya menjadi pupuk,” kata Fadil melalui keterangan tertulis, Selasa (9/7/2025).
Program ini juga menjadi bagian dari 13 langkah percepatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah serta kelompok masyarakat.
Menurut Fadil, warga binaan dilibatkan langsung dalam proses ini sebagai bagian dari pembinaan keterampilan dan kemandirian.
“Kami berharap program ini tidak hanya berdampak lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga binaan,” ujarnya.
Hasil budidaya maggot dinilai memiliki potensi besar karena kandungan proteinnya yang tinggi, terutama untuk sektor peternakan dan perikanan.
Program ini juga diyakini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pakan konvensional serta menekan limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.[]
Penulis : Hence Mandagi
Editor : Gofur