<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnalis Gaza - PT. Etnikom Persada Raya</title>
	<atom:link href="https://etnikom.net/tag/jurnalis-gaza/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://etnikom.net/tag/jurnalis-gaza/</link>
	<description>Situs Berita Online Terpercaya Cepat Akurat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Jul 2025 21:30:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.2</generator>

<image>
	<url>https://etnikom.net/wp-content/uploads/2025/04/cropped-etnikom-fav-32x32.png</url>
	<title>Jurnalis Gaza - PT. Etnikom Persada Raya</title>
	<link>https://etnikom.net/tag/jurnalis-gaza/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PJMI Serukan Solidaritas Jurnalis Gaza: Desak Perlindungan Pers di Zona Konflik</title>
		<link>https://etnikom.net/pjmi-serukan-solidaritas-jurnalis-gaza-desak-perlindungan-pers-di-zona-konflik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 21:30:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas PJMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=2732</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA — Rakernas Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), yang digelar Jumat, 25 Juli 2025 di Aula Alap‑Alap, Gedung G, Balai Kota DKI...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/pjmi-serukan-solidaritas-jurnalis-gaza-desak-perlindungan-pers-di-zona-konflik/">PJMI Serukan Solidaritas Jurnalis Gaza: Desak Perlindungan Pers di Zona Konflik</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA — Rakernas Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), yang digelar Jumat, 25 Juli 2025 di Aula Alap‑Alap, Gedung G, Balai Kota DKI Jakarta, menegaskan kebutuhan solidaritas terhadap jurnalis Gaza yang terus menghadapi risiko tinggi di tengah konflik Gaza dan serangan Israel.</p>
<p>Ketua Umum PJMI, H. Ismail Lutan, menyampaikan penghormatan atas para jurnalis Gaza yang gugur, menyebut serangan tersebut tidak hanya melanggar HAM, tapi juga hukum humaniter internasional. PJMI menegaskan tidak hanya sebagai internal organisasi, Rakernas jadi panggung moral untuk mendukung kebebasan pers dan hak hidup wartawan sipil.</p>
<p>PJMI menyeru komunitas pers Indonesia agar mengambil langkah nyata: menggalang petisi kemanusiaan untuk mendesak penghentian serangan dan memperkuat perlindungan bagi jurnalis di zona konflik.</p>
<p>Lebih lanjut, PJMI mengecam praktik kelaparan massal yang dijadikan alat blokade Israel terhadap warga sipil Gaza, termasuk wartawan yang kehilangan akses pangan, listrik, dan informasi.</p>
<p>Laporan Kementerian Informasi Palestina per 18 Juli 2025 mencatat lebih dari 228 jurnalis gugur akibat agresi Israel. Sebagian besar tewas saat menjalankan tugas, mempertaruhkan nyawa demi membuktikan kebenaran ke publik internasional.</p>
<p>PJMI juga mengusulkan pembentukan Aliansi Global Jurnalis untuk Palestina, sebagai wadah mengarusutamakan perlindungan media sipil di zona konflik dan menyebarluaskan narasi pemberitaan yang adil serta bebas dari propaganda.</p>
<p>Menurut Ismail, “Jika jurnalis dibungkam oleh kekerasan dan peluru, maka kebenaran perlahan terkubur—ini bukan hanya soal Palestina, tapi juga masa depan kemerdekaan pers dunia.”</p>
<p>Rakernas juga memuat diskusi strategis bertema Tantangan Jurnalis Muslim di Era Disrupsi Digital dan Artificial Intelligence (AI), sekaligus menjadi titik penguatan jaringan solidaritas dan kolaborasi antarjurnalis Muslim Indonesia untuk memperjuangkan isu kemanusiaan dan keumatan global.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/pjmi-serukan-solidaritas-jurnalis-gaza-desak-perlindungan-pers-di-zona-konflik/">PJMI Serukan Solidaritas Jurnalis Gaza: Desak Perlindungan Pers di Zona Konflik</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Gaza Dibunuh Israel Sebelum Premiere Filmnya di Cannes</title>
		<link>https://etnikom.net/jurnalis-gaza-dibunuh-israel-sebelum-premiere-filmnya-di-cannes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 01:11:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis Gaza]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=493</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Jurnalis foto asal Palestina, Fatima Hassona, tewas bersama 10 anggota keluarganya, setelah zionis Israel menggempur wilayah Gaza utara. Kematiannya itu...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/jurnalis-gaza-dibunuh-israel-sebelum-premiere-filmnya-di-cannes/">Jurnalis Gaza Dibunuh Israel Sebelum Premiere Filmnya di Cannes</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Jurnalis foto asal Palestina, Fatima Hassona, tewas bersama 10 anggota keluarganya, setelah zionis Israel menggempur wilayah Gaza utara.</p>
<p>Kematiannya itu terjadi sehari setelah film dokumenter yang dibintanginya, &#8220;Put Your Soul on Your Hand and Walk&#8221; dipilih oleh Association of Independent Cinema for Distribution (ACID) untuk tayang dalam Cannes Film Festival, bulan depan.</p>
<p>Film dokumenter Fatima dibuat oleh Sepideh Farsi, sutradara asal Iran. Fatima menjadi tokoh utama dalam film tersebut.</p>
<p>Dalam sesi wawancara dengan harian Prancis Le Monde, Sepideh Farsi menggambarkan Fatima dengan kata-kata yang menyentuh, dengan mengatakan bahwa dia &#8220;adalah matahari&#8221;.</p>
<p>&#8220;Dia meliput perang di Gaza, kadang-kadang bekerja sama dengan media dengan mengirimkan foto dan video. Setiap hari dia mengirimi saya foto, pesan tertulis, dan klip audio. Setiap pagi, saya bangun dan bertanya-tanya apakah dia masih hidup,&#8221; kata Sepideh, dilansir Euronews.com, dikutip Jumat (18/4/2025).</p>
<p>Beberapa jam sebelum kematiannya, Fatima mengunggah di internet foto matahari terbenam dari balkonnya, dan menulis: &#8220;Ini adalah matahari terbenam pertama setelah sekian lama.&#8221;<br />
Dalam unggahan sebelumnya, ia menulis: &#8220;Mengenai kematian yang tak terelakkan, jika aku mati, aku menginginkan kematian yang menggelegar, aku tak ingin diriku masuk dalam berita yang heboh, atau masuk dalam kelompok, aku menginginkan kematian yang didengar oleh dunia, jejak yang bertahan selamanya, dan gambaran abadi yang tak dapat dikubur oleh waktu maupun tempat.&#8221;</p>
<p>Kematian wanita lulusan Fakultas Ilmu Terapan Universitas di Gaza itu menambah daftar panjang jurnalis yang tewas dibunuh Israel.</p>
<p>Sejak dimulainya perang Israel di Gaza, Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) memperkirakan sedikitnya 157 jurnalis dan pekerja media telah terbunuh, sementara laporan lain menunjukkan jumlah sebenarnya mungkin melebihi 200.</p>
<p>IFJ berduka atas kematian Fatima dan mengutuk terus berlanjutnya penargetan wartawan oleh Isreal, seraya menekankan perlunya mengakhiri impunitas Israel, sebagaimana postingan mereka di akun X @IFJGlobal.</p>
<p>&#8220;Pembantaian ini harus dihentikan,&#8221; kata IFJ dalam keterangannya sambil menyerukan penyelidikan segera dan independen atas pembunuhan wartawan.</p>
<p>Sekretaris Jenderal IFJ Anthony Belanger mengatakan, jurnalis di zona konflik harus diperlakukan sebagai warga sipil dan diizinkan untuk melaksanakan pekerjaan mereka tanpa gangguan.</p>
<p>&#8220;Ada berbagai kepentingan global yang luas terhadap apa yang terjadi di Gaza, tetapi kita hanya dapat melihat kebenaran jika jurnalis diizinkan mengaksesnya,&#8221; ucap Anthony Belanger.</p>
<p>Euronews menggambarkan kematian Fatima Hassona bukan hanya sebagai seorang jurnalis, tetapi juga sebgai suara kemanusiaan dan gambaran yang tak terlupakan dalam sejarah kota yang mati dan terlahir kembali setiap hari.</p>
<p>&#8220;Karyanya menjadi saksi realitas yang tidak pernah berhenti didokumentasikannya hingga saat-saat terakhir,&#8221; tulis media itu dalam laporannya.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/jurnalis-gaza-dibunuh-israel-sebelum-premiere-filmnya-di-cannes/">Jurnalis Gaza Dibunuh Israel Sebelum Premiere Filmnya di Cannes</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
