<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gaza - PT. Etnikom Persada Raya</title>
	<atom:link href="https://etnikom.net/tag/gaza/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://etnikom.net/tag/gaza/</link>
	<description>Situs Berita Online Terpercaya Cepat Akurat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jul 2025 14:14:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.2</generator>

<image>
	<url>https://etnikom.net/wp-content/uploads/2025/04/cropped-etnikom-fav-32x32.png</url>
	<title>gaza - PT. Etnikom Persada Raya</title>
	<link>https://etnikom.net/tag/gaza/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Maemuna Center Indonesia Jalin Kerja Sama Kemanusiaan dengan Medics World Wide untuk Gaza</title>
		<link>https://etnikom.net/maemuna-center-indonesia-jalin-kerja-sama-kemanusiaan-dengan-medics-world-wide-untuk-gaza/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 14:14:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anak anak Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Maemuna Center Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Medics World Wide]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=2438</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, BEKASI -— Maemuna Center Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan organisasi kemanusiaan asal Palestina yang berbasis di Turki, Medics World Wide. Kerja sama...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/maemuna-center-indonesia-jalin-kerja-sama-kemanusiaan-dengan-medics-world-wide-untuk-gaza/">Maemuna Center Indonesia Jalin Kerja Sama Kemanusiaan dengan Medics World Wide untuk Gaza</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, BEKASI -— Maemuna Center Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan organisasi kemanusiaan asal Palestina yang berbasis di Turki, Medics World Wide. Kerja sama ini difokuskan untuk mendukung operasi medis darurat dan pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di Gaza.</p>
<p>Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung pada Kamis (10/7/2025) di Sekretariat Aqsa Working Group (AWG), Gedung Radio Silaturahim, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat.</p>
<p>Acara ini juga menandai dimulainya aliansi bantuan kemanusiaan yang difokuskan pada perempuan dan anak-anak Palestina yang menjadi korban agresi militer Israel.</p>
<p>Dalam tahap awal, Maemuna Center telah menyalurkan donasi sebesar 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 81 juta kepada Medics World Wide. Dana tersebut ditujukan untuk membantu operasi darurat bagi anak-anak dan perempuan di Gaza.</p>
<p>Ketua Maemuna Center Indonesia, Ir. Onny Firyanti Hamidi, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya konkret untuk menjembatani dukungan masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina.</p>
<p>“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan aksi nyata dari rakyat Indonesia untuk Gaza. Ini adalah bagian dari jihad kemanusiaan dan bentuk solidaritas lintas batas,” kata Onny dalam sambutannya.</p>
<p>Sementara itu, CEO Medics World Wide, Emad Omar, menyambut baik kemitraan ini. Ia menyatakan bahwa kerja sama dengan Maemuna Center menjadi tonggak penting dalam misi organisasinya memberikan solusi kesehatan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak konflik.</p>
<p>“Kami menyambut kemitraan ini dengan penuh rasa hormat. Ini bukan hanya kerja sama, melainkan komitmen untuk nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Emad.</p>
<p>Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Palestina, hingga akhir Juni 2025, jumlah korban tewas di Gaza telah melampaui 57.000 jiwa. Lebih dari 6.500 di antaranya adalah anak-anak. Di sisi lain, WHO melaporkan bahwa sekitar 112 anak dirawat setiap hari akibat kekurangan gizi akibat blokade yang terus berlangsung.</p>
<p>Rencana pembangunan RSIA Indonesia di Gaza Utara diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penyediaan layanan kesehatan bagi perempuan dan anak. RS tersebut digagas oleh Maemuna Center sejak 2022, dan kini mendapat dukungan teknis dari tim medis Medics World Wide.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/maemuna-center-indonesia-jalin-kerja-sama-kemanusiaan-dengan-medics-world-wide-untuk-gaza/">Maemuna Center Indonesia Jalin Kerja Sama Kemanusiaan dengan Medics World Wide untuk Gaza</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Kebutuhan Medis dan Nutrisi di Gaza, Australia Berikan Tambahan dana A$10 Juta   </title>
		<link>https://etnikom.net/untuk-kebutuhan-medis-dan-nutrisi-di-gaza-australia-berikan-tambahan-dana-a10-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2025 06:41:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tambahan dana A$10 Juta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1832</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; &#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Australia memberikan tambahan dana sebesar A$10 juta untuk mendukung distribusi pasokan medis dan nutrisi yang mendesak ke Gaza untuk...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/untuk-kebutuhan-medis-dan-nutrisi-di-gaza-australia-berikan-tambahan-dana-a10-juta/">Untuk Kebutuhan Medis dan Nutrisi di Gaza, Australia Berikan Tambahan dana A$10 Juta   </a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<table style="font-weight: 400">
<tbody>
<tr>
<td width="718"></td>
</tr>
<tr>
<td width="718">&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Australia memberikan tambahan dana sebesar A$10 juta untuk mendukung distribusi pasokan medis dan nutrisi yang mendesak ke Gaza untuk mengatasi kondisi kemanusiaan yang sangat buruk akibat konflik yang sedang berlangsung.</p>
<p>Demikian rilis resmi Kedubes Australia di Jakarta, Senin (16/6/25).</p>
<p>Pendanaan ini menjadikan total bantuan kemanusiaan Australia untuk warga sipil yang terkena dampak konflik di Gaza dan Lebanon mencapai lebih dari A$110 juta sejak 7 Oktober 2023.</p>
<p>Infrastruktur dan sistem kesehatan di Gaza telah hancur akibat operasi militer Israel. Makanan, obat-obatan, dan pasokan penting telah habis.</p>
<p>Sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan yang tengah berlangsung dari Pemerintahan Albanese, Australia bermitra dengan Kerajaaan Hashemite Yordania untuk menyediakan perawatan medis mendesak bagi warga Palestina yang menderita penyakit atau cedera serius di Gaza.</p>
<p>Selain itu, pemerintah Australia akan menyumbang A$5 juta kepada Organisasi Amal Hashemite Yordania berupa pasokan medis penting untuk mendukung rumah sakit lapangan di Gaza.</p>
<p>Dukungan Australia dibangun di atas upaya badan amal yang sudah ada, termasuk dengan Palestinian Australian New Zealand Medical Association, yang juga telah menyumbangkan pasokan medis penting ke Gaza.</p>
<p>Australia juga akan memberikan bantuan sebesar A$5 juta kepada UNICEF untuk dukungan nutrisi bagi anak-anak yang terkena dampak konflik. Gaza mengalami krisis ketahanan pangan yang kritis, dengan anak-anak di bawah usia lima tahun yang paling terdampak.</p>
<p>Kontribusi ini akan membantu UNICEF menyediakan 2,9 juta ransum bantuan gizi, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan 8.000 anak selama empat bulan.</p>
<p><strong>Kutipan dari Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong:</strong></p>
<p>Australia secara konsisten telah menjadi bagian dari seruan internasional kepada Israel untuk mengizinkan dimulainya kembali bantuan secara penuh dan segera ke Gaza, sesuai dengan perintah yang mengikat dari Mahkamah Internasional.</p>
<p>Bantuan dicegah agar tidak sampai kepada mereka yang membutuhkan. Anak-anak terluka dan kelaparan. Pembatasan bantuan yang dilakukan Israel terhadap Gaza telah menelan banyak korban jiwa.</p>
<p>Kemitraan baru kami dengan Yordania akan memungkinkan kami untuk memberikan bantuan medis yang mendesak kepada mereka yang paling membutuhkan.</p>
<p>Kami akan terus bekerja sama dengan mitra internasional kami untuk mendorong gencatan senjata, kembalinya para sandera, dan perlindungan bagi warga sipil dan personel kemanusiaan.</p>
<p><strong>Kutipan dari Menteri Pembangunan Internasional Australia Anne Aly:</strong></p>
<p>Kehancuran dan penderitaan di Gaza tidak dapat dibayangkan. Dukungan Australia akan membantu memberikan bantuan dan perawatan yang menyelamatkan nyawa bagi warga sipil yang terluka di Gaza.</p>
<p>Warga sipil tidak semestinya menjadi korban dalam konflik ini. Setiap anak berhak mendapatkan keselamatan. Setiap anak berhak mendapatkan akses ke makanan dan perawatan medis.</p>
<p>Pemerintah Albanese bekerja sama dengan komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan tepercaya, seperti UNICEF, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memastikan bantuan penting masuk ke Gaza dan menjangkau mereka yang membutuhkan.[]</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/untuk-kebutuhan-medis-dan-nutrisi-di-gaza-australia-berikan-tambahan-dana-a10-juta/">Untuk Kebutuhan Medis dan Nutrisi di Gaza, Australia Berikan Tambahan dana A$10 Juta   </a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlawanan Palestina, Simbol Kehidupan di Tengah Kematian Nurani</title>
		<link>https://etnikom.net/perlawanan-palestina-simbol-kehidupan-di-tengah-kematian-nurani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2025 12:13:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1805</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Penulis: Hildayanti Yunus, S.E &#124; Staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan &#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Di tengah reruntuhan bangunan dan nyawa yang meregang di...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/perlawanan-palestina-simbol-kehidupan-di-tengah-kematian-nurani/">Perlawanan Palestina, Simbol Kehidupan di Tengah Kematian Nurani</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: Hildayanti Yunus, S.E | Staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Di tengah reruntuhan bangunan dan nyawa yang meregang di bawah debu, dunia kembali menjadi saksi bisu atas tragedi kemanusiaan yang berkepanjangan: Palestina, tanah yang tak pernah benar-benar damai, kini kembali mengucurkan darah dan air mata.</p>
<p>Belum cukup luka yang menganga, kini otoritas militer Israel secara terang-terangan melarang warga Palestina di Jalur Gaza untuk mendekati pusat-pusat distribusi bantuan. Di tengah kelaparan dan krisis yang kian menyesakkan, bahkan tangan-tangan yang terulur untuk bertahan hidup pun kini dianggap sebagai ancaman.</p>
<p>Larangan ini bukan sekadar kebijakan militer. Ia adalah simbol dari matinya rasa kemanusiaan. Ketika manusia dicegah dari menerima sepotong roti dan seteguk air, kita sedang menyaksikan dunia yang tidak lagi berdetak dengan hati nurani.</p>
<p>Kita menyaksikan manusia diperlakukan lebih rendah dari angka statistik, lebih kecil dari perhitungan politik, lebih hina dari ego kekuasaan.</p>
<p>Apakah manusia sudah lupa bagaimana rasanya lapar? Bagaimana rasanya kehilangan? Bagaimana rasanya berharap hanya untuk bertahan satu hari lagi?</p>
<p>Anak-anak Gaza tak hanya kehilangan rumah, tetapi juga kehilangan harapan. Ibu-ibu Gaza tak hanya menangisi suami atau anaknya yang gugur, tapi juga menahan tangis saat tak bisa memberi makan bayi yang menangis kelaparan.</p>
<p>Kita, umat manusia, masih berdiri di kejauhan—menonton, berdebat, atau diam—sementara rasa kemanusiaan itu terkubur bersama tubuh-tubuh yang tak sempat dikebumikan.</p>
<p>Dunia memekakkan telinga terhadap jeritan Gaza. Para pemimpin dunia mengecam, tapi tak bergerak. Media menyorot, tapi tak menyentuh nurani. Seolah-olah yang sedang mati di Palestina bukan hanya manusia, tapi nilai-nilai luhur yang menjadi dasar kemanusiaan itu sendiri.</p>
<p>Hari ini, Palestina tidak hanya menantang peluru, tapi juga keheningan dunia. Setiap larangan bantuan, setiap suara yang bungkam, setiap hati yang beku—adalah bagian dari kejahatan itu sendiri.</p>
<p>Maka tanyakanlah pada diri sendiri:<br />
&#8220;Jika kita tak bisa membantu mereka hidup, apakah kita akan membiarkan mereka mati dalam diam?&#8221;</p>
<p>Tapi ini bukan hanya tentang konflik antara dua bangsa. Ini adalah cerminan dari dunia yang dipimpin oleh sistem yang telah kehilangan jiwanya.</p>
<p>Kapitalisme global, yang mengagungkan materi di atas nilai-nilai kemanusiaan, telah membentuk dunia yang hanya peduli pada keuntungan, pengaruh politik, dan kekuatan ekonomi. Di mata sistem ini, Palestina tidak menghasilkan profit. Mereka bukan pasar yang menggiurkan, bukan sekutu strategis. Mereka hanya angka—kerugian, kerusuhan, dan keributan. Maka tidak heran jika nyawa mereka dianggap murah.</p>
<p>Dalam dunia yang dikendalikan oleh kapitalisme, kemanusiaan dikalkulasi dengan logika kapitalisme sempit; siapa yang layak dibela, siapa yang pantas dikorbankan. Bantuan kemanusiaan pun dipolitisasi. Kebenaran dikaburkan oleh propaganda. Setiap bom yang dijatuhkan menjadi peluang bisnis bagi industri senjata.</p>
<p>Lebih jauh lagi, nasionalisme ala Barat—yang lahir dari semangat sekuler dan chauvinistik pasca-Revolusi Prancis—telah mematikan prinsip keadilan universal. Ia mengajarkan dunia untuk melihat manusia berdasarkan ras, warna kulit, dan kepentingan negara, bukan berdasarkan kebenaran dan nilai kemanusiaan sejati.</p>
<p>Nasionalisme seperti ini tidak akan pernah bersikap adil pada Palestina, sebab Muslim Palestina bukan bagian dari proyek peradaban mereka.</p>
<p>Superioritas kulit putih, ditambah kebencian yang diwariskan terhadap Islam, menjadikan penderitaan Palestina sebagai sesuatu yang “biasa saja” di mata media Barat. Sementara air mata satu orang dari dunia Barat bisa jadi berita utama, ribuan syuhada Palestina hanya menjadi catatan kaki—atau bahkan tidak disebut sama sekali.</p>
<p>Maka wajar jika dunia diam. Wajar jika pemimpin dunia hanya mengeluarkan kecaman tanpa tindakan. Karena dunia ini dibentuk oleh sistem yang tidak dibangun atas dasar nilai-nilai Ilahiah, melainkan oleh kekuasaan, materi, dan kebencian yang diwariskan turun-temurun.</p>
<p>Hari ini, Palestina adalah cermin—yang memantulkan wajah asli dunia:<br />
Dunia yang gagal menjadi manusia. Dunia yang membiarkan anak-anak mati karena dianggap tidak penting. Dunia yang menimbang harga hidup dengan dolar dan senjata.</p>
<p>Tapi bagi kita yang masih memiliki iman dan hati, Palestina adalah medan ujian. Di sana, bukan hanya bom dan peluru yang meledak—tapi juga kehormatan, kejujuran, dan keberpihakan kita pada kebenaran.</p>
<p>Maka jangan diam. Karena diam di hadapan kezaliman adalah bentuk pembiaran, dan pembiaran adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai yang kita yakini.</p>
<p>Lebih menyakitkan dari serangan zionis adalah diamnya dunia Islam sendiri. Negeri-negeri Muslim, yang memiliki populasi lebih dari satu setengah miliar jiwa, tak mampu—atau tak mau—menggerakkan satu pun pasukan demi membela tanah suci ketiga, Al-Quds, dan umat yang diinjak-injak setiap hari.</p>
<p>Model negara yang kita warisi hari ini—nation-state ala kolonial, yang dibingkai oleh batas-batas buatan Sykes-Picot—tak mungkin menyerukan jihad.</p>
<p>Mereka bukanlah negara yang lahir untuk membela Islam, tapi justru untuk memecah belah umat Islam agar tak pernah lagi bersatu dalam satu tubuh, dan satu komando dalam ikatan islam global.</p>
<p>Lebih menyedihkan lagi, sebagian dari mereka justru bergandengan tangan dengan penjajah Yahudi, menjalin aliansi ekonomi, pertahanan, bahkan teknologi militer, yang ironisnya kemudian digunakan untuk mengawasi dan menekan rakyat mereka sendiri.</p>
<p>Jihad, yang dalam sejarah Islam adalah tameng kehormatan dan benteng perlindungan umat, kini dianggap ekstremisme. Padahal, justru karena jihad itulah Palestina dulu bisa dibebaskan, dan karena hilangnya jihad itulah Palestina kini menjadi ladang pembantaian tak berujung.</p>
<p>Sampai Kapan Kita Akan Diam?</p>
<p>Jika umat Islam menunggu para pemimpin boneka untuk bertindak, maka kita akan terus menunggu hingga anak-anak terakhir di Gaza gugur dalam diam. Tidak akan ada pembebasan Palestina melalui konferensi dan perjanjian damai yang disusun oleh para penjajah sendiri.</p>
<p>Apa yang dibutuhkan adalah kesadaran politik umat, bahwa selama kita masih menganggap model negara nasionalistik buatan Barat sebagai bentuk ideal, kita akan terus terjebak dalam kelemahan dan keterpecahan.</p>
<p>Palestina bukan hanya isu kemanusiaan. Ia adalah ujian iman, ujian keberanian, dan ujian pemikiran.</p>
<p>Selama umat Islam tidak kembali kepada Islam kaffah yang melahirkan kepemimpinan sejati dan berani menyerukan jihad, maka darah anak-anak Gaza akan terus membasahi tanah yang diberkahi itu tanpa pembela sejati. Wallahu a&#8217;lam Bisshawab.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/perlawanan-palestina-simbol-kehidupan-di-tengah-kematian-nurani/">Perlawanan Palestina, Simbol Kehidupan di Tengah Kematian Nurani</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Trump Mendadak Dukung Gaza, Hubungan AS dengan Israel Kelar?</title>
		<link>https://etnikom.net/trump-mendadak-dukung-gaza-hubungan-as-dengan-israel-kelar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2025 00:31:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1133</guid>

					<description><![CDATA[<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai memberikan simpati kepada Gaza. Hal ini terjadi saat ia berseteru dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu....</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/trump-mendadak-dukung-gaza-hubungan-as-dengan-israel-kelar/">Trump Mendadak Dukung Gaza, Hubungan AS dengan Israel Kelar?</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai memberikan simpati kepada Gaza. Hal ini terjadi saat ia berseteru dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu.</p>
<p>Dalam rangkaian lawatannya ke Timur Tengah, Trump tidak mengunjungi Israel, yang merupakan sekutu tradisional AS. Saat sedang singgah di Uni Emirat Arab, Trump bahkan melontarkan pernyataan simpatik kepada Gaza dan Palestina, sebuah sikap yang berbeda dengan apa yang sebelumnya diteriakan Israel.</p>
<p>&#8220;Kami sedang melihat Gaza. Dan kami akan mengurusnya. Banyak orang yang kelaparan,&#8221; kata Trump kepada wartawan di Abu Dhabi.</p>
<p>Israel menghentikan bantuan ke Gaza pada 2 Maret, sebuah taktik yang dikatakan dimaksudkan untuk memaksa kelompok militan Hamas membebaskan puluhan warga Israel yang ditawannya pada Oktober 2023.</p>
<p>Hamas bersikeras pada hari Kamis bahwa pemulihan bantuan kemanusiaan ke wilayah yang dilanda perang itu adalah &#8220;persyaratan minimum&#8221; untuk perundingan. Kelompok itu juga memperingatkan bahwa Gaza tidak &#8220;dijual&#8221; beberapa jam setelah Trump kembali mengancam akan mengambil alih wilayah itu dan mengubahnya menjadi &#8220;zona kebebasan&#8221;.</p>
<p>Sementara itu, pada Jumat, badan pertahanan sipil Gaza mengatakan bahwa 56 orang telah tewas dalam serangan Israel sejak tengah malam, sementara petugas medis melaporkan puluhan lainnya terluka. Serangan terbaru Israel ini memicu kepanikan di Gaza utara.</p>
<p>&#8220;Kami sedang tertidur ketika tiba-tiba semuanya meledak di sekitar kami,&#8221; kata penduduk Gaza Utara Umm Mohammed al-Tatari, 57 tahun, kepada AFP.</p>
<p>&#8220;Semua orang mulai berlarian. Kami melihat kehancuran dengan mata kepala sendiri. Ada darah di mana-mana, potongan tubuh dan mayat. Kami tidak tahu siapa yang sudah meninggal dan siapa yang masih hidup.&#8221;</p>
<p>Berkelahi dengan Netanyahu</p>
<p>Sementara itu, dalam hal lain, hubungan Trump mulai memanas dengan Netanyahu baru-baru ini. Bahkan, orang nomor satu AS itu mengumumkan pencabutan sanksi terhadap Suriah dalam kunjungannya ke Arab Saudi beberapa hari lalu untuk mendukung pemerintahan interim pimpinan Ahmed al-Sharaa, mantan komandan kelompok militan yang menggulingkan Bashar al-Assad akhir tahun lalu.</p>
<p>Langkah ini segera memicu reaksi tajam dari Israel, yang menuding Sharaa tetap berbahaya dan memperingatkan bahwa hubungan antara sekutu tradisional AS kini berada di titik genting.</p>
<p>Dalam wawancara dengan Newsweek, Konsul Jenderal Israel di New York, Ofir Akunis, menyampaikan kritik pedas terhadap Sharaa dan juga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang turut mendukung pemerintahan baru Suriah.</p>
<p>&#8220;Kami melindungi komunitas Druze di Suriah karena mereka adalah saudara dari komunitas Druze di Israel,&#8221; kata Akunis.</p>
<p>&#8220;Kami masih berada di Hermon, mengawasi Damaskus dari pegunungan. Kami ingin memastikan bahwa dia (Sharaa) benar-benar bukan lagi seorang teroris, seperti klaimnya. Tapi ketika dia mengirim para terorisnya untuk membantai Druze, kami tahu dia masih orang yang sama.&#8221;[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/trump-mendadak-dukung-gaza-hubungan-as-dengan-israel-kelar/">Trump Mendadak Dukung Gaza, Hubungan AS dengan Israel Kelar?</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
