<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekonomi - PT. Etnikom Persada Raya</title>
	<atom:link href="https://etnikom.net/tag/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://etnikom.net/tag/ekonomi/</link>
	<description>Situs Berita Online Terpercaya Cepat Akurat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 May 2025 08:24:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.2</generator>

<image>
	<url>https://etnikom.net/wp-content/uploads/2025/04/cropped-etnikom-fav-32x32.png</url>
	<title>Ekonomi - PT. Etnikom Persada Raya</title>
	<link>https://etnikom.net/tag/ekonomi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prabowo Janji Hapus Outsourcing, Bos Pengusaha Kompak Bilang Begini</title>
		<link>https://etnikom.net/prabowo-janji-hapus-outsourcing-bos-pengusaha-kompak-bilang-begini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 08:24:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Outsourcing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=942</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211; Kalangan bos perusahaan alih daya meminta pemerintah untuk mengkaji ulang rencana penghapusan sistem kerja outsourcing. Permintaan itu kerap muncul setiap tahunnya,...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/prabowo-janji-hapus-outsourcing-bos-pengusaha-kompak-bilang-begini/">Prabowo Janji Hapus Outsourcing, Bos Pengusaha Kompak Bilang Begini</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211; Kalangan bos perusahaan alih daya meminta pemerintah untuk mengkaji ulang rencana penghapusan sistem kerja outsourcing. Permintaan itu kerap muncul setiap tahunnya, namun di tahun ini isunya lebih kencang.</p>
<p>&#8220;Iya setiap tahun pasti jadi topik di 1 May. Kalau kami harapannya bisa dikaji dengan baik dampak penghapusan,&#8221; Ketua Umum Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia Mira Sonia kepada CNBC Indonesia, Rabu (7/5/2025).</p>
<p>Dampak yang mungkin muncul dari dihapuskannya sistem outsourcing ialah potensi semakin besarnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK). Padahal hal ini sudah menjadi masalah sejak beberapa waktu lalu.</p>
<p>&#8220;Saya concern dengan pegawai outsourcingnya, jika perusahaan outs tutup, saya tidak yakin akan mudah diserap oleh perusahaan pemberi kerja. Karena ada kompetensi dan keahlian disana,&#8221; sebut Mira.</p>
<p>Karenanya pemerintah perlu mengkaji ulang rencana tersebut dengan lebih matang.</p>
<p>&#8220;Tambah banyak yang di-PHK, kasian ini pekerjanya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam mengungkapkan hal yang sama dengan meminta untuk mengkaji ulang rencana tersebut.</p>
<p>&#8220;Kita minta dikaji ya, karena Presiden ngomong apa, Presiden bijak banget denger suara buruh mengenai penghapusan outsourcing, tapi tolong dicermati kalimat secara lengkap tapi kita harus realistis memikirkan investasi, kan presiden udah ngomong artinya harus ada pengkajian pihak ketiga apa sih persoalan outsourcing?&#8221; ucap Bob.</p>
<p>Sebaliknya Indonesia bisa memperkuat sektor ini agar bisa lebih unggul seperti negara lain, sehingga opsi menghapus bukan menjadi yang tepat.</p>
<p>&#8220;Karena outsourcing di beberapa negara dipraktekkan juga bahkan India dikenal sebagai outsourcing technology, Filipina dikenal sebagai outsourcing teleservices kita ada perusahaan outsourcing world class seperti USS cleaning service tapi world class memang Perusahaan outsourcing kita ga bisa naik kelas?&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebaliknya penghapusan sistem outsourcing bakal menambah masalah baru bagi penyerapan tenaga kerja di RI, pasalnya sistem ini sudah menyerap banyak tenaga kerja.</p>
<p>&#8220;Kita harus liat outsourcing penyerahan pekerjaan ke pihak ketiga biasanya diserahkan dari perusahaan besar ke menengah kecil, sekarang kalau dihapus emang mau dihapus yang menengah kecil? memang prakteknya perlu ada yang diperbaiki, jadi jangan lumbung yang dibakar itu ya, tikusnya yang ditangkep,&#8221; sebut Bob.</p>
<p>Selain itu sistem yang sudah legal sejak 2003 ini sudah lama berjalan, sehingga penghapusan outsourcing dapat membuat ketidakpastian di kalangan pelaku usaha.</p>
<p>&#8220;Ya jelas (timbul ketidakpastian), karena begini, salah satu strategi pemerintahan menghadapi pelemahan ekonomi, global ekonomi ini adalah deregulasi. Jangan malah kebalik melakukan regulasi, tapi konsen buruh mengenai praktek-praktek outsourcing yang nggak benar, ya itulah yang diperbaiki,&#8221; sebut Bob.</p>
<p>&#8220;Maksudnya kan pengawasan yang diperkuat oleh pemerintah, makanya kita usul untuk pengawasan itu langsung pegang pusat saja jangan pemda,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto berencana menghapus skema kerja outsourcing. Ia menyatakan hal ini di depan ribuan buruh 1 Mei lalu.</p>
<p>&#8220;Saya juga akan meminta Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, bagaimana caranya kita, kalau bisa segera, tapi secepat-cepatnya kita ingin menghapus outsourcing,&#8221; kata Prabowo dalam pidatonya di May Day 2025 di Monas, Jakarta.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/prabowo-janji-hapus-outsourcing-bos-pengusaha-kompak-bilang-begini/">Prabowo Janji Hapus Outsourcing, Bos Pengusaha Kompak Bilang Begini</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Uni Eropa Tegaskan Barat Tidak Ada Lagi, AS Bukan Mitra Terpenting</title>
		<link>https://etnikom.net/uni-eropa-tegaskan-barat-tidak-ada-lagi-as-bukan-mitra-terpenting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 01:20:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Uni Eropa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=497</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, BRUSSEL &#8211; Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan ide tradisional tentang Barat yang bersatu adalah sesuatu dari masa lalu. Dia...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/uni-eropa-tegaskan-barat-tidak-ada-lagi-as-bukan-mitra-terpenting/">Uni Eropa Tegaskan Barat Tidak Ada Lagi, AS Bukan Mitra Terpenting</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, BRUSSEL &#8211; Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan ide tradisional tentang Barat yang bersatu adalah sesuatu dari masa lalu.</p>
<p>Dia mengindikasikan Uni Eropa (UE) tidak lagi melihat Amerika Serikat (AS) sebagai mitra dagang terpentingnya, setelah tarif besar-besaran yang diberlakukan Presiden Donald Trump.</p>
<p>Dalam wawancara dengan surat kabar Jerman Die Zeit yang diterbitkan Selasa (15/4/2025), von der Leyen menunjuk pada lanskap geopolitik yang berubah sebagai alasan menjelajahi pasar baru di luar AS. “Barat seperti yang kita tahu tidak ada lagi,” tegas dia.</p>
<p>“Dunia telah menjadi bola dunia juga secara geopolitik, dan saat ini jaringan persahabatan kita menjangkau seluruh dunia, seperti yang dapat Anda lihat dalam perdebatan tentang tarif.”</p>
<p>Komentarnya muncul setelah pemerintahan Trump mengenakan tarif besar-besaran sebesar 20% pada semua barang UE dan tarif sebesar 25% pada semua impor mobil dalam upaya menghilangkan apa yang dilihat Washington sebagai defisit perdagangan yang besar.</p>
<p>UE menanggapi dengan memperkenalkan serangkaian tarif balasan sebesar 25% pada impor AS. Trump kemudian mengumumkan jeda 90 hari pada sebagian besar tarif global pekan lalu. Menurut von der Leyen, ketegangan dengan AS memiliki dampak samping positif dalam bentuk banyak negara yang berupaya mendekati UE.</p>
<p>&#8220;Semua orang meminta lebih banyak perdagangan dengan Eropa dan ini bukan hanya tentang hubungan ekonomi. Ini juga tentang menetapkan aturan umum dan tentang prediktabilitas,&#8221; papar dia.</p>
<p>Ketika ditanya apakah pernyataannya tentang Barat harus ditafsirkan sebagai perpisahan terakhir dengan Amerika Serikat, von der Leyen menekankan dia sangat percaya pada persahabatan AS-UE.</p>
<p>&#8220;Tetapi kenyataan baru juga mencakup fakta banyak negara lain berusaha lebih dekat dengan kita. 13% perdagangan global dilakukan dengan Amerika Serikat. 87% perdagangan dunia dilakukan dengan negara lain,&#8221; ungkap dia.</p>
<p>“Oleh karena itu, UE harus membuka pasar baru bagi perusahaan-perusahaan kita dan membangun hubungan sedekat mungkin dengan banyak negara yang memiliki kepentingan yang sama dengan kita,&#8221; papar von der Leyen.</p>
<p>Seiring meningkatnya ketegangan dengan AS, bahkan Trump mengatakan UE “dibentuk untuk memperdaya”</p>
<p>Amerika, hingga beberapa pemimpin di blok tersebut menyerukan peninjauan ulang hubungan bilateral. Awal bulan ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak perusahaan-perusahaan Eropa menghentikan investasi baru di AS, dengan bertanya, “Pesan apa yang akan kita sampaikan dengan menginvestasikan miliaran dolar sementara investasi itu terus memukul kita?”[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/uni-eropa-tegaskan-barat-tidak-ada-lagi-as-bukan-mitra-terpenting/">Uni Eropa Tegaskan Barat Tidak Ada Lagi, AS Bukan Mitra Terpenting</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
