<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Donald Trump - PT. Etnikom Persada Raya</title>
	<atom:link href="https://etnikom.net/tag/donald-trump/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://etnikom.net/tag/donald-trump/</link>
	<description>Situs Berita Online Terpercaya Cepat Akurat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 May 2025 01:04:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.2</generator>

<image>
	<url>https://etnikom.net/wp-content/uploads/2025/04/cropped-etnikom-fav-32x32.png</url>
	<title>Donald Trump - PT. Etnikom Persada Raya</title>
	<link>https://etnikom.net/tag/donald-trump/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Make America Great Again (MAGA) ala Donald Trump</title>
		<link>https://etnikom.net/make-america-great-again-maga-ala-donald-trump/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2025 01:04:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[MAGA]]></category>
		<category><![CDATA[Make American Great Again]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1136</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Penulis: Dr M. Imam Shamsi Ali, Lc, M.A, PhD &#124; Direktur Jamaica Muslim Center, Presiden Nusantara Foundation  New York &#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212;...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/make-america-great-again-maga-ala-donald-trump/">Make America Great Again (MAGA) ala Donald Trump</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: Dr M. Imam Shamsi Ali, Lc, M.A, PhD | Direktur Jamaica Muslim Center, Presiden Nusantara Foundation  New York</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212; Semua pasti tahu bahwa slogan kampanye Donald Trump adalah MAGA atau Make America Great Again. Slogan ini dapat dipahami dengan dua sisi. Satu sisi, Donald Trump seolah ingin mengatakan bahwa Presiden sebelumnya, dalam hal ini Barack Obama, gagal menjadikan Amerika besar. Bahkan Presiden Obama pernah hadir dan menjadi penyebab Amerika lemah dan mundur.</p>
<p>Slogan pada periode kedua kali ini juga dipahami sebagai serangan kepada mantan musuh bebuyutan politiknya, Joe Biden, yang oleh Trump digelari sleepy Joe (Joe yang ngantuk).</p>
<p>Pada sisi ini terasa tendensi negatif dari slogan MAGA tersebut. Ada tendensi balas dendam kepada Presiden sebelumnya. Tapi juga ada tendensi “busung dada” seolah Donald Trumplah yang mampu menjadikan Amerika negara yang kuat dan hebat. Hal yang selalu disampaikan di mana-mana “that has never happened before”…kemajuan atau hasil apapun belum pernah terjadi sebelumnya.</p>
<p>Namun pada sisi lain slogan MAGA ini juga ada aspek positifnya. Dengan slogan ini Donald Trump memang ingin melihat Amerika lebih maju dan kuat, baik secara domestik maupun gobal.</p>
<p>Walaupun kata “great” ini dicurigai sebagai pernyataan rasis “White” (again), MAGA Trump ini menampakkan keinginan Trump melihat Amerika kuat secara ekonomi tanpa mengeksploitasi bangsa lain. Tapi melalui proses kompetisi yang memang terkadang terasa pahit dan pedih. Perang tarif memang pahit. Tapi itu adalah cara atau tepatnya gaya Trump dalam upaya membenahi perekonomian Amerika.</p>
<p>Dampaknya terasa tidak saja oleh bisnis menengah ke bawah. Bahkan juga bisnis-bisnis raksasa seperti Apple dan produk-produk brand mewah lainnya karena faktori mereka juga ada di China.</p>
<p>Kerjasama, bukan intervensi</p>
<p>Dengan segala resistensi yang ada di dalam negeri karena kebjikan-kebijakan yang dianggap kurang bersahabat, kebijakan imigrasi dan kebijakan tarif khususnya yang menjadikan berbagai harga meninggi.</p>
<p>Namun ada satu hal yang diapresiasi dari Donald Trump adalah kebijakan politiknya yang “unconventional” (di luar kebiasaan). Entah itu karena memang representasi dari karakter pribadi yang tidak mau didikte.</p>
<p>Mungkin juga karena dia memiliki strategi politik yang berbeda dari yang lain. Atau boleh juga karena memang itu startegi tim politiknya yang ingin tampil dengan cara yang berbeda. Semua itu dia lakukan secara terbuka dan tanpa basa basi.</p>
<p>Dari sekian kebijakan-kebijakan yang berbeda itu adalah sikap politik luar negeri Trump yang secara tegas berbeda dari politik luar negeri Amerika yang kita kenal selama ini. Amerika dengan “exceptionalism” atau perasaan Istimewa harus menjadikan diri sebagai “the dominant over the nations” (kecenderungan mendominasi bangsa-bangsa lain).</p>
<p>Hal yang jika gagal dilakukan secara halus (kudeta politik atau ekonomi misalnya), akan dilakukan secara kasar (dengan perang dan pendudukan.</p>
<p>Berbagai kudeta politik melalui dukungan kepada oposisi, termasuk melalui tekanan ekonomi, banyak terjadi di masa lalu. Bahkan tidak jarang semua perangkat publik, termasuk media dan NGO dipakai untuk menjatuhkan rejim yang tidak berpihak kepada Amerika.</p>
<p>Negara-negara Amerika Latin adalah contoh yang paling nyata dalam hal ini. Demikian pula perang dan pendudukan Amerika seperti Afghanistan, Irak, dan berbagai negara lainnya. Semua ini bertujuan untuk menjaga apa yang disebut dengan “American exceptionalism” tadi itu.</p>
<p>Trump hadir dengan mindset yang sesungguhnya sama. Hanya saja dia memakai slogan yang berbeda. Dia merubah dari kata exceptionalism menjadi MAGA. Tapi hal positif yang membedakan Trump dan lainnya adalah cara untuk mewujudkan “kebesaran” Amerika itu. Walaupun Trump banyak dilabel sebagai seseorang yang kurang beradab, dia hadir untuk mewujudkan kebesaran Amerika dengan pendekatan yang lebih beradab (civilized).</p>
<p>Dalam pidatonya yang mendapat applaus panjang dari hadirin di Forum Bisnis Riyadh, Donald Trump menyampaikan berikut ini:</p>
<p>“Transformasi dunia tidak datang melalui intervensi atau terbang dengan penerbangan mewah menceramahi bangsa lain bagaimana harus hidup atau bagaimana mengurus urusan-urusan mereka. Kehebatan kemajuan Riyadh dan Abu Dhabi tidak datang dari apa yang disebut Neocon atau organisasi-organisasi liberal yang telah menghabiskan Trilyunan dollar tapi gagal membangun Kabul, Baghdad, dan banyak kota lainnya.</p>
<p>Faktanya pembangunan modern di Timur Tengah telah dilakukan oleh orang-orang di kawasan itu sendiri. Mereka telah hidup di sini berabad-abad mereka berhasil melakukan pembangunan itu di atas kedaulatan negara masing-masing. Kalian berusaha mewujudkan visi kalian yang unik, menggoreskan masa depan kalian dengan cara kalian sendiri.</p>
<p>Pada akhirnya mereka yang mengaku “pembangun bangsa-bangsa” (nation builders) telah menghancurkan banyak bangsa lain ketimbang membangun.  Mereka yang para interventionalists melakukan intervensi ke dalam masyarakat yang kompleks yang mereka sendiri tidak paham.</p>
<p>Mereka memberitahu kalian apa yang harus dilakukan. Tapi mereka tidak tahu siapa dan apa yang harusnya kalian lakukan. Perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan pastinya tidak datang dari penolakan radikal terhadap warisan leluhur kalian. Tapi justeru dengan merangkul tradisi nasional kalian”.</p>
<p>Saya melihat pernyataan ini sebagai sebuah langkah politik luar negeri yang tidak biasa (unconventional) bahkan luar biasa (extraordinary) sekaligus keberanian dari seorang Presiden Donald Trump. Donald Trump melawan arus opini yang sudah terlanjur merasa tuan harus “menggurui”, “memerintah” dan jika perlu “memaksa” bangsa-bangsa lain untuk mengikuti keinginan Amerika.</p>
<p>Donald Trump bukan saja menyadari “kegagalan kebijakan “intervensi” Amerika selama ini. Tapi sekaligus mengeritik secara tajam kebijakan tersebut yang dianggap telah gagal total bahkan menjadi biang kerok permasalahan dan pengrusakan di berbagai belahan dunia.</p>
<p>Pernyataan Presiden Trump itu seharusnya diapresiasi sekaligus menjadi momentum bagi bangsa lain, khususnya dunia Islam, untuk merubah mindset (cara pandang) dalam hubungannya dengan Amerika. Trump tidak menempatkan Amerika sebagai “tuan” (master) bagi bangsa lain. Tapi pasangan (partner) dalam membangun dunia yang lebih baik.</p>
<p>Bergantinya sikap Amerika dari posisi tuan menjadi partner harus disikapi dengan sikap yang sama oleh bangsa-bangsa dunia. Jangan lagi merasa rendah diri atau minder (inferior) kepada bangsa yang selama ini dikenal sebagai “super power” itu.</p>
<p>Memang akhirnya mau atau tidak, Amerika harus melakukan introspeksi dan transformasi (self change). Perubahan yang terjadi di dunia begitu cepat dan di luar ekspektasi banyak orang. Jangan sampai Amerika terhanyut dalam perasaan “hebat” (exemptional) padahal sedang berjalan di tempat atau berjalan mundur.</p>
<p>Sementara bangsa lain melompat maju ke angkasa yang tinggi. Sungguh benar ketika Trump mengatakan: “anda maju bukan karena intervensi bangsa Barat/Amerika. Tapi karena the miracle Arabian Way”.</p>
<p>Seharusnya bangsa Arab, khususnya Saudi, Emirat dan Qatar juga sadar bahwa kata “Arabian” dalam banyak literasi Islam semakna dengan kata “Islamic”. Maka Arabian Way itu harus dirubah jadi “Islamic Way”.</p>
<p>Sehingga Trump juga pada akhirnya bisa sadar bahwa Islam di Amerika akan menghadirkan (saya menghindari kata “miracle”). Tapi Islam hadir dengan kontribusinya yang menakjubkan sebagaimana di masa lalu. And history often repeat itself in different ways. InsyaAllah![]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/make-america-great-again-maga-ala-donald-trump/">Make America Great Again (MAGA) ala Donald Trump</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Trump Mendadak Dukung Gaza, Hubungan AS dengan Israel Kelar?</title>
		<link>https://etnikom.net/trump-mendadak-dukung-gaza-hubungan-as-dengan-israel-kelar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2025 00:31:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1133</guid>

					<description><![CDATA[<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai memberikan simpati kepada Gaza. Hal ini terjadi saat ia berseteru dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu....</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/trump-mendadak-dukung-gaza-hubungan-as-dengan-israel-kelar/">Trump Mendadak Dukung Gaza, Hubungan AS dengan Israel Kelar?</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai memberikan simpati kepada Gaza. Hal ini terjadi saat ia berseteru dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu.</p>
<p>Dalam rangkaian lawatannya ke Timur Tengah, Trump tidak mengunjungi Israel, yang merupakan sekutu tradisional AS. Saat sedang singgah di Uni Emirat Arab, Trump bahkan melontarkan pernyataan simpatik kepada Gaza dan Palestina, sebuah sikap yang berbeda dengan apa yang sebelumnya diteriakan Israel.</p>
<p>&#8220;Kami sedang melihat Gaza. Dan kami akan mengurusnya. Banyak orang yang kelaparan,&#8221; kata Trump kepada wartawan di Abu Dhabi.</p>
<p>Israel menghentikan bantuan ke Gaza pada 2 Maret, sebuah taktik yang dikatakan dimaksudkan untuk memaksa kelompok militan Hamas membebaskan puluhan warga Israel yang ditawannya pada Oktober 2023.</p>
<p>Hamas bersikeras pada hari Kamis bahwa pemulihan bantuan kemanusiaan ke wilayah yang dilanda perang itu adalah &#8220;persyaratan minimum&#8221; untuk perundingan. Kelompok itu juga memperingatkan bahwa Gaza tidak &#8220;dijual&#8221; beberapa jam setelah Trump kembali mengancam akan mengambil alih wilayah itu dan mengubahnya menjadi &#8220;zona kebebasan&#8221;.</p>
<p>Sementara itu, pada Jumat, badan pertahanan sipil Gaza mengatakan bahwa 56 orang telah tewas dalam serangan Israel sejak tengah malam, sementara petugas medis melaporkan puluhan lainnya terluka. Serangan terbaru Israel ini memicu kepanikan di Gaza utara.</p>
<p>&#8220;Kami sedang tertidur ketika tiba-tiba semuanya meledak di sekitar kami,&#8221; kata penduduk Gaza Utara Umm Mohammed al-Tatari, 57 tahun, kepada AFP.</p>
<p>&#8220;Semua orang mulai berlarian. Kami melihat kehancuran dengan mata kepala sendiri. Ada darah di mana-mana, potongan tubuh dan mayat. Kami tidak tahu siapa yang sudah meninggal dan siapa yang masih hidup.&#8221;</p>
<p>Berkelahi dengan Netanyahu</p>
<p>Sementara itu, dalam hal lain, hubungan Trump mulai memanas dengan Netanyahu baru-baru ini. Bahkan, orang nomor satu AS itu mengumumkan pencabutan sanksi terhadap Suriah dalam kunjungannya ke Arab Saudi beberapa hari lalu untuk mendukung pemerintahan interim pimpinan Ahmed al-Sharaa, mantan komandan kelompok militan yang menggulingkan Bashar al-Assad akhir tahun lalu.</p>
<p>Langkah ini segera memicu reaksi tajam dari Israel, yang menuding Sharaa tetap berbahaya dan memperingatkan bahwa hubungan antara sekutu tradisional AS kini berada di titik genting.</p>
<p>Dalam wawancara dengan Newsweek, Konsul Jenderal Israel di New York, Ofir Akunis, menyampaikan kritik pedas terhadap Sharaa dan juga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang turut mendukung pemerintahan baru Suriah.</p>
<p>&#8220;Kami melindungi komunitas Druze di Suriah karena mereka adalah saudara dari komunitas Druze di Israel,&#8221; kata Akunis.</p>
<p>&#8220;Kami masih berada di Hermon, mengawasi Damaskus dari pegunungan. Kami ingin memastikan bahwa dia (Sharaa) benar-benar bukan lagi seorang teroris, seperti klaimnya. Tapi ketika dia mengirim para terorisnya untuk membantai Druze, kami tahu dia masih orang yang sama.&#8221;[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/trump-mendadak-dukung-gaza-hubungan-as-dengan-israel-kelar/">Trump Mendadak Dukung Gaza, Hubungan AS dengan Israel Kelar?</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertemu Ahmad al-Sharaa di Riyadh, Donald Trump Cabut Sanksi Terhadap Suriah</title>
		<link>https://etnikom.net/bertemu-ahmad-al-sharaa-di-riyadh-donald-trump-cabut-sanksi-terhadap-suriah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 07:06:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Al Sharaa]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[KTT Teluk]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Suriah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1114</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, RIYADH – KTT Teluk-AS yang diselenggarakan pada hari Rabu, (15/5/25) di ibu kota Saudi, Riyadh, menyambut baik keputusan Presiden AS Donald Trump...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/bertemu-ahmad-al-sharaa-di-riyadh-donald-trump-cabut-sanksi-terhadap-suriah/">Bertemu Ahmad al-Sharaa di Riyadh, Donald Trump Cabut Sanksi Terhadap Suriah</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, RIYADH – KTT Teluk-AS yang diselenggarakan pada hari Rabu, (15/5/25) di ibu kota Saudi, Riyadh, menyambut baik keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mencabut sanksi terhadap Suriah.</p>
<p>“Kami sekarang sedang meninjau hubungan dengan pemerintahan baru Suriah, dan saya bertemu dengan Presiden Ahmad al-Sharaa, kami membahas tentang normalisasi hubungan dengan Suriah,” ungkapnya.</p>
<p>Dalam sambutan pembukaannya, Trump mengatakan, seraya menambahkan ‘kami mengadakan pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman’.</p>
<p>“Saya memerintahkan pencabutan sanksi terhadap Suriah untuk memberi mereka kesempatan baru, dan ini akan menjadi kesempatan besar bagi mereka, dan saya berbicara dengan Putra Mahkota Saudi dan juga berbicara dengan Presiden Erdoğan melalui telepon, dan kami merasa bahwa ini akan memberi kesempatan kepada Suriah,” ucap Presiden Trump.</p>
<p>Trump melanjutkan dengan mengatakan bahwa segala sesuatunya tidak mudah.</p>
<p>“Saya senang melakukan ini, dan kami akan mencabut semua sanksi terhadap Suriah, dan saya pikir itu akan menjadi hal yang positif,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Republik Arab Suriah dan perlunya mendukung upaya yang dilakukan oleh pemerintah Suriah untuk mencapai keamanan dan stabilitas.</p>
<p>“Kami ingin memuji keputusan yang diambil kemarin oleh Presiden AS Donald Trump untuk mencabut sanksi terhadap Republik Arab Suriah, yang akan meringankan penderitaan rakyat Suriah dan membuka lembaran baru menuju pertumbuhan dan kemakmuran,” tutur Putra Mahkota Saudi.</p>
<p>Sementara itu, Raja Hamad bin Isa Al Khalifa dari Bahrain mengatakan, “Kami berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump atas keputusannya untuk mencabut sanksi terhadap Suriah, dan kami berharap kerja sama lebih lanjut untuk mencapai kawasan yang aman, stabil, dan makmur yang mencakup semua negaranya.”</p>
<p>Sementara itu, Emir Negara Kuwait, Sheikh Meshal Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, menekankan perlunya memperkuat upaya masyarakat internasional untuk memastikan keamanan dan stabilitas Suriah, menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya, mengakhiri penderitaan rakyatnya, dan menghentikan campur tangan asing dalam urusannya, serta menyampaikan penghargaannya atas pengumuman Presiden Trump untuk mencabut sanksi terhadap Suriah.</p>
<p>Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk, Jassim bin Mohammed Al-Budaiwi, juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS atas keputusannya, dan mencatat upaya Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dalam keputusan ini, yang akan berdampak positif terhadap stabilitas di Suriah.[]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/bertemu-ahmad-al-sharaa-di-riyadh-donald-trump-cabut-sanksi-terhadap-suriah/">Bertemu Ahmad al-Sharaa di Riyadh, Donald Trump Cabut Sanksi Terhadap Suriah</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
