Program Koperasi Merah Putih, Dr Ariyo Irhamna: Perlu Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas - PT. Etnikom Persada Raya

Program Koperasi Merah Putih, Dr Ariyo Irhamna: Perlu Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas

- Redaksi

Rabu, 9 Juli 2025 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ETNIKOM.NET, JAKARTA — Program pemerintah untuk membentuk 80.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hingga akhir 2025 dinilai ambisius, tetapi berisiko jika tidak dibarengi dengan kesiapan kelembagaan dan sumber daya. Sejumlah pengamat menekankan pentingnya pendekatan berbasis kualitas, bukan semata kuantitas.

Kepala Ekonom Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pusat, Dr Ariyo Irhamna, mengatakan bahwa kebijakan ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan koperasi ke posisi strategis dalam sistem ekonomi nasional. Namun ia mengingatkan, koperasi tidak bisa hanya dibentuk secara administratif tanpa kesiapan manajemen, SDM, dan integrasi pasar.

“Koperasi bukan sekadar badan hukum, tetapi institusi sosial ekonomi yang membutuhkan pembinaan serius, tata kelola yang akuntabel, dan integrasi pasar yang nyata,” ujar Ariyo, yang telah menyelesaikan doktor ekonomi di IPB dan kini tengah menyelesaikan doktor keduanya di University of East Anglia, Inggris.

Baca Juga :  Ribuan Perempuan Gelar Aksi Damai di Monas, Serukan Boikot Produk Pro-Israel

Menurut Ariyo, pengalaman pascareformasi menunjukkan bahwa banyak koperasi dibentuk hanya untuk memenuhi target program, bukan karena kebutuhan riil masyarakat. Akibatnya, koperasi tersebut menjadi tidak aktif atau tidak mampu berkembang. Ia menilai, jika pola ini terulang dalam program Koperasi Merah Putih, maka dampaknya justru kontraproduktif.

Pemerintah melalui bank-bank BUMN (BRI, Mandiri, dan BNI) telah menyiapkan skema pembiayaan sebesar Rp1 miliar hingga Rp3 miliar per koperasi. Meski nilainya signifikan, Ariyo menilai hal itu tetap perlu dikawal secara hati-hati.

“Jika pembangunan koperasi dilakukan hanya demi mengejar angka, maka yang terjadi bukan pemberdayaan ekonomi rakyat, melainkan jebakan kredit macet dan kegagalan sistemik,” ucapnya.

Sebagai alternatif, Ariyo mengusulkan agar koperasi-koperasi yang telah terbukti berjalan baik di daerah diperkuat terlebih dahulu. Selanjutnya, dapat dibentuk koperasi sekunder sebagai anak usaha dari bank-bank Himbara untuk membina koperasi primer di sektor dan wilayah masing-masing. Ia menyebut, pendekatan ini memungkinkan pengelolaan risiko yang lebih baik sekaligus memperkuat rantai pasok antar-koperasi.

Baca Juga :  Kriminalisasi Hukum Dinilai Rugikan Iklim Ekonomi Nasional

Model koperasi semacam itu, menurutnya, sudah terbukti sukses di sejumlah negara seperti Belanda, Kanada, dan Finlandia. Rabo Bank, Desjardins Group, dan OP Financial Group merupakan contoh bagaimana koperasi dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi nasional melalui sistem yang profesional dan terintegrasi.

Ariyo menegaskan bahwa koperasi tetap relevan sebagai pilar ekonomi rakyat. Namun, ia menilai keberhasilan koperasi bergantung pada fondasi kelembagaan yang kokoh, bukan hanya jumlah unit yang terbentuk.

Ia menambahkan, arah kebijakan koperasi sebaiknya bertransformasi dari pendekatan populistik menuju pendekatan kelembagaan yang profesional dan berbasis pasar.[]

Penulis : Gofur

Berita Terkait

PBFI Kota Cirebon Siap Cetak Atlet Unggul Lewat Walikota Cup 2025
Laskar Agung Macan Ali Gaungkan Persatuan dan Toleransi di Milad ke-9 di Kota Cirebon
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi Dorong Peningkatan Gizi Anak Bangsa
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi Dorong Peningkatan Gizi Anak dan Sinergi Multi-Sektor
HP Lipat Samsung Makin Disukai, Begini Testimoni Prilly Latuconsina dan Andy Garcia
KAI Daop 3 Cirebon Dukung Program West Java Traincation untuk Gairahkan Wisata Rel
Sat Narkoba Polres Cirebon Kota Bekuk Pengedar Sabu 39,5 Gram di Pekalipan
Sat Resnarkoba Polres Cirebon Kota Bekuk Dua Pengedar Tembakau Sintetis di Kertawinangun
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Oktober 2025 - 14:41 WIB

PBFI Kota Cirebon Siap Cetak Atlet Unggul Lewat Walikota Cup 2025

Minggu, 26 Oktober 2025 - 14:34 WIB

Laskar Agung Macan Ali Gaungkan Persatuan dan Toleransi di Milad ke-9 di Kota Cirebon

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 17:45 WIB

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi Dorong Peningkatan Gizi Anak Bangsa

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 11:14 WIB

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi Dorong Peningkatan Gizi Anak dan Sinergi Multi-Sektor

Jumat, 24 Oktober 2025 - 18:54 WIB

KAI Daop 3 Cirebon Dukung Program West Java Traincation untuk Gairahkan Wisata Rel

Berita Terbaru

Budaya

Jejak Nama Jalan Bangka di Pela Mampang*

Minggu, 26 Okt 2025 - 15:25 WIB