<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ETNIKOM.NET, Author at PT. Etnikom Persada Raya</title>
	<atom:link href="https://etnikom.net/author/adminetn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://etnikom.net/author/adminetn/</link>
	<description>Situs Berita Online Terpercaya Cepat Akurat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Jul 2025 23:59:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.2</generator>

<image>
	<url>https://etnikom.net/wp-content/uploads/2025/04/cropped-etnikom-fav-32x32.png</url>
	<title>ETNIKOM.NET, Author at PT. Etnikom Persada Raya</title>
	<link>https://etnikom.net/author/adminetn/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sekolah Rakyat Antara Kebijakan Populis Tanpa Kajian Akademis dan Redupnya Doa Sang Pengobral Dosa</title>
		<link>https://etnikom.net/sekolah-rakyat-antara-kebijakan-populis-tanpa-kajian-akademis-dan-redupnya-doa-sang-pengobral-dosa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 23:59:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=2563</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Penulis: Dr. H. J. Faisal &#124; Director of Logos Institute for Education and Sociology Studies (LIESS) / Pemerhati Pendidikan dan Sosial/ Anggota PJMI...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/sekolah-rakyat-antara-kebijakan-populis-tanpa-kajian-akademis-dan-redupnya-doa-sang-pengobral-dosa/">Sekolah Rakyat Antara Kebijakan Populis Tanpa Kajian Akademis dan Redupnya Doa Sang Pengobral Dosa</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: <strong>Dr. H. J. Faisal</strong> | <em>Director of Logos Institute for Education and Sociology Studies (LIESS) / Pemerhati Pendidikan dan Sosial/ Anggota PJMI</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Sambil menyeruput kopi hitam ditemani lagu Iwan Fals berjudul Doa Sang Pengobral Dosa, saya membaca berita tentang Sekolah Rakyat yang belakangan ramai dibicarakan.</p>
<p>Lagu lamal yang saya dengarkan sejak masih &#8220;imut-imut&#8221; dulu, tetap terasa relevan di usia saya yang kini hampir setengah abad. Liriknya tak hanya tajam, tapi juga menyentuh nurani sosial saya—dan mungkin juga Anda.</p>
<p>Lagu itu menggambarkan potret getir seorang perempuan yang hidup di pinggir peradaban—seorang pelacur tua yang berharap anak-anaknya tetap bisa makan dan punya masa depan. Ia bukan sekadar pekerja malam, tapi simbol perjuangan kelas bawah yang tetap menyimpan mimpi anak-anaknya menjadi manusia cerdas dan bermartabat.</p>
<p>Ia berdoa, dalam sunyi, di sela kegelisahan… &#8220;Oh Tuhan beri setetes rezeki, beri terang jalan anak hamba…&#8221;</p>
<p>Seketika pikiran saya tertuju pada Sekolah Rakyat, yang katanya ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Apakah ini betul solusi dari kegelisahan panjang para ibu di pinggir kehidupan itu—atau hanya kebijakan populis tanpa kajian akademis yang memadai?</p>
<p>Dua Panggung, Satu Drama: Sekolah Rakyat dan Program Makan Bergizi (MBG)</p>
<p>Di satu panggung, Sekolah Rakyat tampil bak bintang baru yang belum sempat latihan. Di sisi lain, program MBG (Makan Bergizi Gratis), yang digagas dengan anggaran hingga Rp171 triliun, mulai kehilangan penonton—dengan dapur belum matang dan jadwal makan hanya seminggu sekali.</p>
<p>Sekolah Rakyat hadir sebagai &#8220;alternatif pendidikan&#8221; yang diklaim lebih membumi, tetapi justru berpotensi membelah sistem pendidikan formal dan menciptakan kelas sosial baru. Jika MBG adalah dapur yang belum matang, maka Sekolah Rakyat adalah kelas tanpa kurikulum.</p>
<p>Keduanya lahir dari niat baik. Tapi niat tanpa kajian, tanpa partisipasi publik, dan tanpa roadmap yang jelas, hanya akan melahirkan kebijakan simbolik—bukan solusi substantif.</p>
<p><em>Mimpi Pendidikan Inklusif vs Imajinasi Populis</em></p>
<p>Sekolah Rakyat disebut-sebut sebagai solusi untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Tapi pertanyaannya: Apakah ia lahir dari kebutuhan riil, atau hanya dari dorongan untuk terlihat revolusioner?</p>
<p>Bagi saya, kebijakan ini seperti sate lilit Bali: aromanya menggoda, tapi komposisinya belum jelas. Tak ada riset publik yang menjelaskan efektivitasnya. Tak ada kutipan dari pakar pendidikan. Tak ada pemetaan lokal. Rasanya lebih seperti obrolan antar tim sukses, bukan hasil forum ilmiah.</p>
<p>Pendidikan inklusif yang diperjuangkan dengan darah para pejuang pendidikan, air mata guru honorer, dan jurnal ilmiah para akademisi, tiba-tiba dipojokkan oleh program populis berlabel &#8220;rakyat&#8221;.</p>
<p>Hebatnya, istilah &#8220;rakyat&#8221; selalu punya daya magis. Ia memoles kebijakan setengah matang menjadi seolah-olah visioner. Tapi bila dikupas, kita hanya melihat strategi tanpa struktur, dan niat baik yang belum tentu berpihak.</p>
<p><em>Pasal 34: Dibaca Tapi Tak Diingat</em></p>
<p>Konstitusi seharusnya jadi kitab suci kebijakan publik. Pasal 34 UUD 1945 menyatakan: &#8220;Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.&#8221;</p>
<p>Sayangnya, dalam praktik, pemeliharaan itu justru diartikan sebagai pemisahan. Maka lahirlah Sekolah Rakyat—sebuah cadangan pendidikan yang ironisnya disiapkan hanya untuk mereka yang dianggap &#8220;tidak cukup layak&#8221; untuk sistem formal.</p>
<p>Pendidikan bukanlah sekadar bantuan sosial. Ia adalah amanat konstitusi. Dan anak-anak miskin tidak seharusnya diarahkan ke jalur alternatif yang tidak diakui akreditasi dan masa depannya. Mereka berhak atas pendidikan formal yang setara dan berkualitas—seperti anak-anak pejabat yang belajar di ruang ber-AC.</p>
<p><em>Dari Rapat ke Lapangan, Tanpa Transit di Perpustakaan</em></p>
<p>Kebijakan pendidikan idealnya lahir dari riset, uji coba, diskusi akademik, baru kemudian implementasi. Tapi di Indonesia, kita sering melewatkan itu semua. Dari rapat terbatas langsung konferensi pers, seperti pengiriman makanan lewat aplikasi online.</p>
<p>Sekolah Rakyat tampil terlalu percaya diri. Tanpa rujukan ilmiah, tanpa data empiris, tanpa jawaban atas pertanyaan metodologis dasar: “Pakai pendekatan apa?” atau “Mana hasil studinya?”</p>
<p>Jawaban sederhananya: mungkin pemerintah lebih rajin membaca polling elektoral ketimbang jurnal ilmiah. Karena dalam logika politik hari ini, viral lebih penting daripada valid.</p>
<p><em>Solusi atau Diskriminasi Struktural Baru?</em></p>
<p>Kehadiran Sekolah Rakyat yang dikelola Kemensos, bukan Kemendikbudristek, menunjukkan arah pendidikan yang melenceng dari ranah pedagogis ke ranah sosial.</p>
<p>Akibatnya bisa serius: orientasi pendidikan bisa bergeser dari pengembangan intelektual ke penanganan sosial. Kurikulum mungkin akan fokus pada keterampilan hidup dan nasionalisme, tapi minim pada penguasaan akademik.</p>
<p>Anak-anak miskin yang cerdas bisa jadi terjebak dalam jalur pendidikan yang tak punya akreditasi. Mereka kehilangan peluang untuk mobilitas sosial karena kebijakan negara memisahkan mereka dari sistem utama.</p>
<p>Lebih parah, siapa yang akan mengajar di sana? Guru dengan pelatihan pedagogis yang matang, atau relawan yang bermodal niat baik? Jika kualitas guru adalah lotere, maka masa depan murid pun menjadi taruhan.</p>
<p><em>Jika Negara Masih Ingat Pasal 34, Ini Solusinya</em></p>
<p>Sekolah Rakyat sudah berdiri, baliho sudah naik. Tapi apakah program ini menjamin masa depan atau hanya headline musiman?</p>
<p><em>Inilah yang seharusnya dilakukan negara:</em></p>
<p>1. Hentikan penciptaan jalur alternatif.<br />
Bangun sistem pendidikan formal yang inklusif dan kuat. Jika rumah bocor, tambal atapnya—bukan bangun gubuk darurat di sampingnya.</p>
<p>2. Biayai penuh pendidikan anak-anak miskin. Mulai dari SPP, seragam, transportasi, hingga buku dan ekstrakurikuler. Jangan berharap anak miskin jadi Einstein hanya karena diberi sepatu gratis.</p>
<p>3. Perkuat daya tampung sekolah formal.<br />
Latih guru, siapkan sistem pendukung, dan buat kebijakan penerimaan yang adil bagi semua latar belakang.</p>
<p>4. Buat kebijakan berbasis data dan kajian ilmiah. Libatkan akademisi, peneliti, dan masyarakat dalam menyusun kebijakan. Hentikan praktik politik pencitraan lewat jargon pendidikan.</p>
<p><em>Pendidikan, Hak Bukan Hadiah</em></p>
<p>Pendidikan adalah hak konstitusional, bukan hadiah dari penguasa. Ia bukan alat politik, bukan pula instrumen pansos. Jika negara ingin membela rakyat, maka perjuangkan hak pendidikan yang setara—bukan sekadar program darurat yang miskin arah.</p>
<p>Karena seperti doa sang pengobral dosa, anak-anak miskin pun terus berdoa. Tapi doa saja tak cukup. Mereka butuh negara yang hadir—bukan hanya di baliho dan pidato, tapi juga di ruang kelas yang setara dan bermutu.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/sekolah-rakyat-antara-kebijakan-populis-tanpa-kajian-akademis-dan-redupnya-doa-sang-pengobral-dosa/">Sekolah Rakyat Antara Kebijakan Populis Tanpa Kajian Akademis dan Redupnya Doa Sang Pengobral Dosa</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Zakat Raih Predikat &#8220;Sangat Baik&#8221; dan &#8220;Transparan&#8221; dalam Audit Syariah Kemenag</title>
		<link>https://etnikom.net/rumah-zakat-raih-predikat-sangat-baik-dan-transparan-dalam-audit-syariah-kemenag/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 03:23:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Audit Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Zakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sangat Baik]]></category>
		<category><![CDATA[Transparan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=2504</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211; – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Rumah Zakat memperoleh dua predikat dalam audit syariah yang dilakukan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/rumah-zakat-raih-predikat-sangat-baik-dan-transparan-dalam-audit-syariah-kemenag/">Rumah Zakat Raih Predikat &#8220;Sangat Baik&#8221; dan &#8220;Transparan&#8221; dalam Audit Syariah Kemenag</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211; – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Rumah Zakat memperoleh dua predikat dalam audit syariah yang dilakukan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Dalam Exit Meeting pada Jumat (11/7/2025), Rumah Zakat dinyatakan meraih nilai 83,82 dengan predikat “Sangat Baik” untuk aspek Kepatuhan Syariah, serta nilai 94,38 dengan predikat “Transparan” untuk Indeks Transparansi.</p>
<p>Audit syariah Kemenag merupakan mekanisme evaluasi resmi untuk menilai tata kelola zakat, infak, sedekah (ZIS), dan dana sosial keagamaan lainnya. Proses audit mencakup pemeriksaan dokumen, observasi lapangan, serta wawancara dengan manajemen dan penerima manfaat lembaga.</p>
<p>Rumah Zakat sebelumnya telah mengikuti audit serupa pada 2018 dan 2020, dengan hasil yang konsisten menunjukkan kepatuhan tinggi terhadap prinsip syariah. Tahun ini, capaian Rumah Zakat dinilai memperkuat posisi lembaga sebagai pengelola dana umat yang profesional dan akuntabel.</p>
<p>CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh tim amil dan relawan. “Audit syariah bukan sekadar evaluasi, tetapi juga refleksi atas komitmen kami menjaga integritas dalam pengelolaan dana umat,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur, mitra, dan masyarakat atas kepercayaan yang diberikan, serta kepada Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag atas pembinaan yang berkelanjutan.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/rumah-zakat-raih-predikat-sangat-baik-dan-transparan-dalam-audit-syariah-kemenag/">Rumah Zakat Raih Predikat &#8220;Sangat Baik&#8221; dan &#8220;Transparan&#8221; dalam Audit Syariah Kemenag</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Maemuna Center Indonesia Jalin Kerja Sama Kemanusiaan dengan Medics World Wide untuk Gaza</title>
		<link>https://etnikom.net/maemuna-center-indonesia-jalin-kerja-sama-kemanusiaan-dengan-medics-world-wide-untuk-gaza/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 14:14:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anak anak Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Maemuna Center Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Medics World Wide]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=2438</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, BEKASI -— Maemuna Center Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan organisasi kemanusiaan asal Palestina yang berbasis di Turki, Medics World Wide. Kerja sama...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/maemuna-center-indonesia-jalin-kerja-sama-kemanusiaan-dengan-medics-world-wide-untuk-gaza/">Maemuna Center Indonesia Jalin Kerja Sama Kemanusiaan dengan Medics World Wide untuk Gaza</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, BEKASI -— Maemuna Center Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan organisasi kemanusiaan asal Palestina yang berbasis di Turki, Medics World Wide. Kerja sama ini difokuskan untuk mendukung operasi medis darurat dan pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di Gaza.</p>
<p>Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung pada Kamis (10/7/2025) di Sekretariat Aqsa Working Group (AWG), Gedung Radio Silaturahim, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat.</p>
<p>Acara ini juga menandai dimulainya aliansi bantuan kemanusiaan yang difokuskan pada perempuan dan anak-anak Palestina yang menjadi korban agresi militer Israel.</p>
<p>Dalam tahap awal, Maemuna Center telah menyalurkan donasi sebesar 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 81 juta kepada Medics World Wide. Dana tersebut ditujukan untuk membantu operasi darurat bagi anak-anak dan perempuan di Gaza.</p>
<p>Ketua Maemuna Center Indonesia, Ir. Onny Firyanti Hamidi, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya konkret untuk menjembatani dukungan masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina.</p>
<p>“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan aksi nyata dari rakyat Indonesia untuk Gaza. Ini adalah bagian dari jihad kemanusiaan dan bentuk solidaritas lintas batas,” kata Onny dalam sambutannya.</p>
<p>Sementara itu, CEO Medics World Wide, Emad Omar, menyambut baik kemitraan ini. Ia menyatakan bahwa kerja sama dengan Maemuna Center menjadi tonggak penting dalam misi organisasinya memberikan solusi kesehatan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak konflik.</p>
<p>“Kami menyambut kemitraan ini dengan penuh rasa hormat. Ini bukan hanya kerja sama, melainkan komitmen untuk nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Emad.</p>
<p>Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Palestina, hingga akhir Juni 2025, jumlah korban tewas di Gaza telah melampaui 57.000 jiwa. Lebih dari 6.500 di antaranya adalah anak-anak. Di sisi lain, WHO melaporkan bahwa sekitar 112 anak dirawat setiap hari akibat kekurangan gizi akibat blokade yang terus berlangsung.</p>
<p>Rencana pembangunan RSIA Indonesia di Gaza Utara diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penyediaan layanan kesehatan bagi perempuan dan anak. RS tersebut digagas oleh Maemuna Center sejak 2022, dan kini mendapat dukungan teknis dari tim medis Medics World Wide.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/maemuna-center-indonesia-jalin-kerja-sama-kemanusiaan-dengan-medics-world-wide-untuk-gaza/">Maemuna Center Indonesia Jalin Kerja Sama Kemanusiaan dengan Medics World Wide untuk Gaza</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Paramadina Kukuhkan Prof. Ahmad Azmy sebagai Guru Besar Manajemen SDM</title>
		<link>https://etnikom.net/universitas-paramadina-kukuhkan-prof-ahmad-azmy-sebagai-guru-besar-manajemen-sdm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 06:42:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Paramadina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1647</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211; Universitas Paramadina resmi mengukuhkan Prof. Ahmad Azmy, SE, MM, CHRM sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis, dalam...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/universitas-paramadina-kukuhkan-prof-ahmad-azmy-sebagai-guru-besar-manajemen-sdm/">Universitas Paramadina Kukuhkan Prof. Ahmad Azmy sebagai Guru Besar Manajemen SDM</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211; Universitas Paramadina resmi mengukuhkan Prof. Ahmad Azmy, SE, MM, CHRM sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis, dalam sebuah prosesi akademik yang berlangsung khidmat di Auditorium Gedung Nurcholish Madjid, Kampus Paramadina Cipayung.</p>
<p>Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul &#8220;Employee Happiness Strategy untuk menunjang Organizational Performance Menuju Indonesia Sejahtera&#8221;, Prof.Ahmad Azmy menekankan pentingnya kebahagiaan karyawan sebagai elemen utama dalam pencapaian tujuan organisasi. Ia menjelaskan bahwa kebahagiaan bukan sekadar bonus emosional, namun memiliki korelasi langsung dengan produktivitas dan profitabilitas perusahaan.</p>
<p>“Kebahagiaan karyawan merupakan fungsi integral. Korelasi kebahagiaan dalam bekerja pasti akan mengarah pada tren kenaikan laba,” ungkap Prof. Azmy. Ia menambahkan bahwa indeks kebahagiaan dapat menjadi tolak ukur strategis untuk mengukur kinerja organisasi, baik dari sisi keuangan maupun kepuasan pelanggan.</p>
<p>Prof. Azmy juga menyoroti pentingnya peran manajer dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan memotivasi. “Kebahagiaan karyawan harus dirasakan di tempat kerja sebagai stimulator pekerjaan dan penggerak kualitas bisnis,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengajak semua organisasi untuk menjadikan kesejahteraan psikologis karyawan sebagai prioritas strategis dalam pengembangan kapabilitas jangka panjang.</p>
<p>Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian Prof. Azmy dan menekankan bahwa hanya sekitar 2% dosen di Indonesia yang berhasil mencapai gelar Guru Besar.</p>
<p>“Menjadi Guru Besar memerlukan dedikasi dan ketekunan luar biasa. Perjalanan ini bukan akhir, tapi awal untuk terus berkarya dan memberi kontribusi. Saya berharap paling tidak ada 14 calon Guru Besar lainnya dari Paramadina yang menyusul dalam 1-2 tahun ke depan,” tutur Prof. Didik.</p>
<p>Perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 3, Dian Rusdiana, S.Pd, M.Pd, juga menyampaikan penghargaan tinggi atas capaian akademik Prof. Azmy.</p>
<p>“Gelar Guru Besar bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi kontribusi besar bagi institusi dan dunia pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa Universitas Paramadina terus menunjukkan komitmennya dalam melahirkan akademisi unggul, terutama di bidang manajemen SDM yang menjadi isu kunci dalam transformasi organisasi baik publik maupun swasta.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Dr. Ir. Arif Budimanta, M.Sc, menyampaikan bahwa riset Prof. Azmy memiliki nilai yang sejalan dengan visi para pendiri bangsa.</p>
<p>“Kalau dalam matematika disebut tautologi, maka kebahagiaan karyawan adalah sebab sekaligus akibat dari tercapainya masyarakat adil dan makmur yang dicita-citakan para pendiri bangsa,” katanya. Ia menegaskan bahwa dari kebahagiaan inilah produktivitas dan keadilan ekonomi bisa tumbuh.</p>
<p>Mantan Gubernur DKI Jakarta dan tokoh pendidikan nasional, Anies Baswedan, turut hadir dan menyampaikan pandangan tentang pentingnya integritas dan meritokrasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang memuaskan.</p>
<p>“Meritokrasi menghadirkan perasaan kesetaraan kesempatan dan penghargaan atas prestasi. Ini menjadi dasar hadirnya kepuasan dalam organisasi, negara, dan masyarakat,” kata Anies. Ia juga menyinggung peran Universitas Paramadina sebagai pelopor dalam menanamkan nilai integritas melalui kurikulum antikorupsi sejak awal berdirinya.</p>
<p>Acara ini tidak hanya menjadi momen penting bagi Prof. Ahmad Azmy, tetapi juga menjadi tonggak pencapaian Universitas Paramadina dalam membangun reputasi sebagai institusi akademik yang memajukan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia yang humanis dan visioner.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/universitas-paramadina-kukuhkan-prof-ahmad-azmy-sebagai-guru-besar-manajemen-sdm/">Universitas Paramadina Kukuhkan Prof. Ahmad Azmy sebagai Guru Besar Manajemen SDM</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Para Astronom Konfirmasi Adanya Planet Baru Mengorbit Matahari di Luar Pluto</title>
		<link>https://etnikom.net/para-astronom-konfirmasi-adanya-planet-baru-mengorbit-matahari-di-luar-pluto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 03:58:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Planet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1643</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA– Alam semesta belum diketahui secara menyeluruh oleh manusia. Kita belum mampu mengendalikan dan mengetahui sistem tempat bumi berada. Hal ini sebagaimana...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/para-astronom-konfirmasi-adanya-planet-baru-mengorbit-matahari-di-luar-pluto/">Para Astronom Konfirmasi Adanya Planet Baru Mengorbit Matahari di Luar Pluto</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA– Alam semesta belum diketahui secara menyeluruh oleh manusia. Kita belum mampu mengendalikan dan mengetahui sistem tempat bumi berada.</p>
<p>Hal ini sebagaimana dibuktikan oleh penemuan yang dilakukan sekelompok astronom dari Universitas Taiwan. Penemuan terebut menunjukkan bahwa mereka telah menemukan petunjuk mengenai keberadaan planet kesembilan.</p>
<p>Tata Surya saat ini diketahui terdiri dari delapan planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, selain Pluto, yang telah lama dianggap sebagai planet kerdil.</p>
<p>Namun, satu planet lagi dapat bergabung dengan kelompok terpilih ini, menurut sebuah studi inframerah yang dilakukan antara tahun 1986 dan 2006.</p>
<p>Penelitian tersebut didasarkan pada data dari Satelit Astronomi Inframerah (IRAS) dan satelit Jepang AKARI, yang mendeteksi sebuah objek bergerak antara 46,5 miliar dan 65,1 miliar mil dari Matahari. Ini berarti dibutuhkan waktu antara 10.000 dan 20.000 tahun untuk menyelesaikan satu orbit.</p>
<p>Massanya yang tujuh hingga 17 kali massa Bumi, menjadikannya sebagai raksasa es, mirip dengan Neptunus atau Uranus, dengan suhu sekitar -200 derajat. Tetapi bagaimana planet baru ini ditemukan?</p>
<p>Penelitian tersebut menyatakan bahwa benda itu muncul dari pola anomali di Sabuk Kuiper, wilayah es di luar Neptunus.</p>
<p>Benda itu muncul dalam dua gambar historis, sehingga pengamatan lebih lanjut masih diperlukan untuk mencapai kesimpulan, dengan demikian mencoba untuk mengonfirmasi orbitnya.</p>
<p>Selain itu, harus diverifikasi bahwa benda itu memenuhi persyaratan untuk menjadi planet, seperti: mengorbit di sekitar bintang, dalam hal ini Matahari.</p>
<p>Benda ini memiliki massa yang cukup berbentuk bola disertai dengan gravitasi yang cukup kuat dan membersihkan area orbitnya, yaitu telah mengeluarkan atau menarik benda lain dengan ukuran yang sebanding.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/para-astronom-konfirmasi-adanya-planet-baru-mengorbit-matahari-di-luar-pluto/">Para Astronom Konfirmasi Adanya Planet Baru Mengorbit Matahari di Luar Pluto</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Two State Is Not Really Solution For Palestine</title>
		<link>https://etnikom.net/two-state-is-not-really-solution-for-palestine/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2025 05:28:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1631</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Penulis: Raihun Anhar, S. Pd &#124; Mahasiswi Program Magister Teknologi Pendidikan Universitas Ibnu Khaldun &#160; RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA &#8212; Prabowo Subianto saat kunjungan Emmanuel...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/two-state-is-not-really-solution-for-palestine/">Two State Is Not Really Solution For Palestine</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: Raihun Anhar, S. Pd | Mahasiswi Program Magister Teknologi Pendidikan Universitas Ibnu Khaldun</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA &#8212; Prabowo Subianto saat kunjungan Emmanuel Macron, 28 Mei 2025 mengatakan bahwa two state solution adalah satu-satunya solusi atas masalah Palestina-Israel. Dia juga mengatakan,  Indonesia akan mengakui Israel dan bersedia membuka hubungan diplomatik dengan Israel bila Israel mengakui memberi kemerdekaan Palestina.</p>
<p>Sungguh pernyataan ini tidak pantas keluar dari lisan seorang pemimpin muslim. Mengapa demikian? Israel adalah penjajah yang harus diusir dari sana. Mereka merebut tanah kaum muslim dan menjadikannya sebagai negara seperti keinginan bapak Zionis, Theodor Herzl.</p>
<p>Sejarah Singkat Palestina/Syam</p>
<p>Negeri Syam merupakan tanah ribath, senantiasa diperebutkan. Pernah direbut oleh Pasukan Salib, kembali dibebaskan oleh Salahuddin Al Ayyubi pada tahun 1187 M. Sultan Abdul Hamid II tidak memberikan tanah Syam sedikitpun pada Theodor Herzl yang memintanya. Namun, oleh penguasa Kristen saat itu, negeri ini diberikan secara damai kepada Khalifah Umar bin Khattab. Artinya negeri ini milik Islam dengan keutamaan seperti sebagai kiblat pertama dalam Islam dan merupakan negeri para nabi.</p>
<p>Palestina berhasil dibebaskan oleh kaum muslim dibawah kepemimpinan Umar bin Khattab oleh pasukan jihad yang dipimpin oleh Khalid bin Walid dan Abu Ubaidah ibnu Jarrah. Kemudian Umar sebagai Khalifah berkunjung dan diberikan negeri ini dari tokoh kunci yang juga seorang pendeta bernama <a href="https://www.google.com/search?q=pendeta+yg+mwnyweahkan.palestina.kepada+umar+bin.khattab&amp;oq=pendeta+yg+mwnyweahkan.palestina.kepada+umar+bin.khattab&amp;gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIJCAEQIRgKGKABMgcIAhAhGI8CMgcIAxAhGI8C0gEJMTU4OTRqMGo3qAIUsAIB8QUSj11eMZtq8A&amp;client=ms-android-samsung&amp;sourceid=chrome-mobile&amp;ie=UTF-8">Patriark Sophronius</a> kepada Umar pada tahun 637 M.</p>
<p>Zionis Israel mengingkannya sehingga berbagai cara mereka lakukan untuk merebutnya dari kekhilafaan Islam. Kekaisaran Bizantium melalui pasukan militer (Pasukan Salib) berhasil menguasai Syam pada 1099. Kemudian negeri ini kembali dibebaskan oleh Salahuddin pada tahun 1192.</p>
<p>Setelah Salahuddin wafat, Palestina kembali diincar kafir termasuk Zionis. Theodor Herzl (Bapak Zionis) yang datang menemui Sultan Abdul Hamid dan meminta tanah Palestina namun tidak diberikan oleh Sultan Abdul Hamid II yang saat itu sebagai Khalifah. Namun Theodor Herzl tidak menyerah, dan mencoba cari dukungan dari Inggris dan Prancis untuk membantunya.</p>
<p>Melalui perjanjian Sykes-Picot (1916), Inggris dan Prancis secara rahasia membahas pembagian wilayah (negeri-negeri Arab) yang akan dikendalikan oleh keduanya. Syam termasuk Palestina menjadi wilayah Inggris. Akan tetapi Prancis juga mengingkannya, sehingga dengan diam-diam Prancis berhasil menjadikan wali (gubernur) Syam, Ibrahim Pasha sebagai anteknya tanpa diketahui Inggris.</p>
<p>Dalam Deklarasi Balfour (1917), Inggris mendukung untuk pendirian negara Yahudi di Palestina. Pada 1947, PBB mengadopsi Resolusi 181 (juga dikenal sebagai Resolusi Pembagian) yang akan membagi bekas mandat Palestina milik Inggris Raya menjadi negara-negara Yahudi dan Arab pada bulan Mei 1948 ketika mandat Inggris dijadwalkan berakhir. Palestina tidak lagi dikendalikan Inggris melainkan dikendalikan internasional yang dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.</p>
<p>Dalam kitab Ad Daulah Islamiyyah, Taqiyuddin an Nabhani menjelaskan bahwa pada tahun 1625, Eropa (Prancis) membangun lembaga Kristen Yesuit. Pada tahun 1834 delegasi misionaris telah tersebar di seluruh Syam, terdapat satu fakultas di Libanon.</p>
<p>Delegasi misionaris Amerika, Willie Smith dan Istrinya membuka sekolah untuk wanita pada 1834 di Beirut. Ibrahim Pasha menerapkan kurikulum Prancis di Syam dan Mesir dan menjadi peluang untuk misionaris masuk ke sekolah-sekolah.</p>
<p>Barat berhasil memecah belah persatuan di Syam dengan serangan misionaris yang masuk melalui pendidikan. Melalui kelompok studi al Jam&#8217;iytatu al Syarqiyyah (kelompok studi ketimuran) yang didirikan Prancis untuk mengajak pada paham nasionalisme (kebangsaan), kearaban, dan membangkitkan permusuhan antara Arab terhadap Khilafah Utsmani yang mereka namakan Turki.</p>
<p>Kemudian Barat menyingkirkan Daulah Utsmani agar keinginan mereka untuk menguasai Syam dan Negeri Arab tidak diganggu. Daulah Utsmani berhasil runtuh pada 3 Maret 1924. Peran Kemal Attaturk tidak bisa dilupakan dalam proses ini.</p>
<p>Setelah itu muncullah negara dengan ide nasionalisme yang membagi Arab termasuk negeri Syam menjadi beberapa negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Palestina, Suriyah, Libanon, dan Israel yang dideklarasikan pada tahun 1948.</p>
<p>Tetapi Israel penjajah tidak ingin berdampingan dengan Palestina sehingga mereka mengusir, memerangi, membunuh bahkan melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. Tak ada siapapun yang bisa menghentikan kebiadaban zionis ini.</p>
<p>Para pemimpjn Barat selalu mendukung zionis dengan kebiadabannya. Anehnya,  negeri-negeri muslim yang banyak dan kuat tak berdaya melawan Israel dan sekutunya. Mengapa? Karena disekat oleh nasionalisme yang sejak dulu dipakai Barat untuk menghancurkan persatuan kaum muslim yang dilindungi oleh kekuatan islam global.</p>
<p>Jihad Solusi Satu-Satunya Masalah Palestina</p>
<p>Two state solution bukanlah solusi yang tepat untuk Palestina. Ada solusi yang mampu menyelesaikan hingga tuntas yakni jihad untuk mengusir Zionis dari Palestina.</p>
<p>Palestina dalam sejarahnya tidak lepas dari jihad untuk memperjuangkannya. Rasulullah SAW pernah memimpin perang untuk pembebasan Palestina yaitu perang Tabuk. Perjuangan Rasulullah SAW pun dilanjutkan oleh Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab.</p>
<p>Palestina berhasil dibebaskan oleh kaum muslim di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab oleh pasukan jihad yang dipimpin oleh Khalid bin Walid dan Abu Ubaidah. Kemudian Umar sebagai Khalifah berkunjung dan diberikan negeri ini dari tokoh kunci Sophronius kepada Umar pada tahun 637 M.</p>
<p>Sejak Khalifah Umar bin Khattab hingga Daulah Utsmani, ketika terjadi konflik di Syam harus segera di selesaikan. Mengapa? Karena para pemimpin dalam Islam bertanggung jawab sebagai pelindung jiwa rakyatnya. Sebagaimana hadis Nabi SAW yang artinya: &#8220;Imam adalah perisai (junnah), orang-orang akan berperang di belakangnya dan berlindung di bawahnya&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>Namun, kini umat Islam tidak memiliki seorang khalifah/imam yang membawahi selueuh negara islam di dunia karena institusi itu telah dihapus Barat. Maka tugas kita adalah mewujudkan kembali perisai itu dengan bersatu secara pemikiran dan juga perasaan yang sama yaitu Islam, sebagaimana Muhajirin dan Anshor yang dipersatukan dengan Islam oleh Nabi Muhammad SAW. Bagaimana caranya?</p>
<p>Kembali melihat sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW yang berjuang dari Mekkah hingga Yastrib/Madinah. Rasul bersama para sahabat berjuang bersama dalam kelompok. Rasul mengutus Mus&#8217;ab bin Umair ke Yastrib untuk mendakwahkan para pemimpin. Kemudian dakwah Islam diterima oleh beberapa pemimpin Yastrib seperti Sa&#8217;ad bin Muadz, Usaid bin Hudhair, As&#8217;as bin Zurarah dan lainnya.</p>
<p>Maka sudah sepatutnya kita mengikuti metode Nabi mewujudkan Daulah Islam di Madinah. Berjamaah dalam sebuah kelompok politik dan mendakwahkan para penguasa muslim hari ini agar menerima Islam. Dengan demikian akan terwujud persatuan yang dengannya mampu membebaskan Palestina dari Zionis.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/two-state-is-not-really-solution-for-palestine/">Two State Is Not Really Solution For Palestine</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekitar 15.000 Jamaah Hadiri Shalat Idul Adha di Jamaica Queens New York </title>
		<link>https://etnikom.net/sekitar-15-000-jamaah-hadiri-shalat-idul-adha-di-jamaica-queens-new-york/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2025 01:23:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jamaica Queens New York]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat Idul Adha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1628</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, NEW YORK &#8211; Sekitar 15.000 umat islam Kota New York hadiri sholat Idul Adha 1446 H di Jamaica Queens New York, Jumat...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/sekitar-15-000-jamaah-hadiri-shalat-idul-adha-di-jamaica-queens-new-york/">Sekitar 15.000 Jamaah Hadiri Shalat Idul Adha di Jamaica Queens New York </a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, NEW YORK &#8211; Sekitar 15.000 umat islam Kota New York hadiri sholat Idul Adha 1446 H di Jamaica Queens New York, Jumat (6/6/25).</p>
<p>Khatib dalam shalat Idul Adha tersebut adalah Dr M Imam Syamsi Ali, Lc, M.A, PhD,  Direktur Jamaica Muslim Center sekaligus Presiden Nusantara Foundation New York.</p>
<p>Jamaica Muslim Center New York kembali merayakan hari Raya Idul Adha di tahun 2025 ini. Tidak kurang dari 15. 000-an jamaah membludak memenuhi lapangan sekolah Thomas Edison yang terletak di Jamaica Queens, New York.</p>
<p>Dalam kesempatan shalat idul Adha 1446 H kali ini bertepatan dengan tahun politik sehingga banyak pejabat dan calon-calon yang sedang berkompetisi. Sebagian diberikan kesempatan menyapa jamaah, sebagian pula hanya diumumkan nama dan posisinya.</p>
<p>Di antara pejabat yang hadir adalah Wakil Gubernur New York, Antonio Delgado, yang juga maju menjadi calon Gubenur New York melawan bosnya Gubernur Kathy Hochul. Juga Adrienne Adams, Speaker of NYC Council (Ketua DPRD), Queens Borough President Richards Donovan dan anggota DPRD New York lainnya ikut hadir.</p>
<p>Hadir juga dalam kesempatan tersebut  Zohran Mamdani, Muslim pertama yang saat ini maju sebagai calon Walikota New York.</p>
<p>Sekitar 4-5 bulan lalu Zohran Mamdani bukan siapa-siapa. Dia adalah wajah baru di perpolitikan New York terpilih menjadi anggota DPRD New York dari Long Island City New York.</p>
<p>Di Kota New York sendiri Zohran relatif tidak terlalu dikenal ketika itu. Dengan kerja keras dan kemampuannya membangun jaringan Zohran maju menjadi kandidat terdepan membayang-bayangi popularitas mantan Gubernur New York Andrew Cuomo yang juga maju dalam memperebutkan posisi walikota New York saat ini.</p>
<p>Idul Adha kali ini dilaksanakan di saat kekerasan dan genosida masih terus berlanjut di Gaza dan Palestina. Pada saat yang sama Amerika dan Kota New York khususnya sedang memasuki musim pilihan politik.</p>
<p>Imam Shamsi Ali dalam khutbahnya fokus pada satu aspek ketauladanan dan proses sebuah kepemimpinan Ibrahim AS yang harusnya menjadi contoh bagi umat ini.</p>
<p>&#8220;Ketauladanan itu adalah kepemimpinan yang dikaruniakan melalui perjuangan panjang dan pengorbanan yang besar.&#8221; Ujar Shamsi dalam khutbahnya.</p>
<p>Perjuangan tersebut dilakukan untuk memastikan keberlangsungan dakwah mengajak manusia ke jalan Allah SAW. Ibrahim AS pun dikarunia seorang anak dari penantian panjang; Ismail AS.</p>
<p>Ternyata lanjut Shamsi Ali, kehadiran seorang anak tersayang itu menjadi ujian terbesar dalam keimanan dan ketaatannya. Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih anak tersayangnya sebagai pembuktian iman dan ketaatan. Ibrahim lulus melalui ujian terbesar itu.</p>
<p>&#8220;Kesuksesan Ibrahim dalam menghadapi ujian itu berakhir dengan kemuliaan imamah atau kepemimpinan. Kepemimpinan yang menjadi ketauladana bagi pemimpin-pemimpin umat dalam sejarah.&#8221; Tegasnya.</p>
<p>Salah satu ketauladanan yang diambil dari Kepemimpinan Ibrahim AS menurut Imam shamsi Ali yang berasal dari Makassar ini adalah bahwa kepemimpinan itu didapatkan melalui proses panjang dengan ragam ujian.</p>
<p>Proses panjang dan ragam ujian itu tambahnya menjadikannya semakin matang dan solid.</p>
<p>&#8220;Kepemimpinan itu bukan dadakan apalagi dengan rekayasa dengan mengangkangi institusi hukum yang ada. Bukan pula karena dinasti yang menjadikan kepemimpinan itu bagaikan warisan dari satu generasi ke generasi yang lain.&#8221; Ujarnya.</p>
<p>Sayangnya Shamsi menambahkan, saat ini umat Islam sedang tidak sehat (sakit). Penyakit umat saat ini adalah penyakit yang telah diprediksi oleh Rasulullah SAW sejak 15 abad silam. Itulah penyakit “wahan” yang didefenisikan sebagai “cinta dunia dan takut mati”.</p>
<p>Sebuah sikap mental yang menjadikan dunia di atas segala-galanya. Karena dunia umat lupa Allah, lupa diri, lupa tujuan hidup, lupa akan akhirat. Karena dunia pula umat lupa dan tak peduli di saat saudara-saudaranya dibantai tanpa belas kasih.</p>
<p>Dalam khutbah Idul Adha iti, Shamsi Ali juga menyinggung urgensi menauladani kepemimpinan Ibrahim AS dalam proses politik yang tengah berlangsung di Kota New York.</p>
<p>&#8220;Saya menekankan bahwa perjuangan Komunitas Muslim untuk menduduki posisi-posisi kepemimpin politik di Amerika, khususnya di Kota New York kali ini menemukan momentum terbaiknya.&#8221; Imbuhnya. []</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/sekitar-15-000-jamaah-hadiri-shalat-idul-adha-di-jamaica-queens-new-york/">Sekitar 15.000 Jamaah Hadiri Shalat Idul Adha di Jamaica Queens New York </a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Darurat Judol dan Dampak Buruk Kapitalisme</title>
		<link>https://etnikom.net/darurat-judol-dan-dampak-buruk-kapitalisme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 20:39:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Anak anak terjebak judol]]></category>
		<category><![CDATA[Judol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1589</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Penulis: Hessy Elviyah, S.S &#124; Pendidik &#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212; Dalam laporan Program Mentoring Berbasis Risiko (Promensisko), seperti ditulis CNBC.indonesia (11/05/2025), Pusat Pelaporan...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/darurat-judol-dan-dampak-buruk-kapitalisme/">Darurat Judol dan Dampak Buruk Kapitalisme</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: Hessy Elviyah, S.S | Pendidik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212; Dalam laporan Program Mentoring Berbasis Risiko (Promensisko), seperti ditulis CNBC.indonesia (11/05/2025), Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan bahwa anak usia 10 tahun telah terlibat dalam praktik judi online. PPATK mengumpulkan data kuartal I-2025 dan menunjukkan jumlah deposit yang dilakukan oleh pemain berusia 10-16 Tahun lebih dari Rp 2,2 miliar.</p>
<p>Keterlibatan anak usia dini dalam praktik judi online sudah termasuk darurat nasional. Fenomena ini bukan sekedar faktor kelalaian individu, namun kegagalan sistemik di berbagai sektor kehidupan baik pendidikan, ekonomi, regulasi negara sampai pola asuh keluarga.</p>
<p>Kegagalan Sistemik</p>
<p>Judol secara pasti merusak masa depan generasi. Anak usia rentan, belum matang secara kognitif dan emosional. Mereka mudah terjebak dan tergiur uang jajan yang banyak tanpa meminta kepada orang tua.</p>
<p>Dampak buruk akibat judol adalah anak rentan putus sekolah sebab kecanduan permainan judol. Selain itu, bisa jadi mereka akan terlibat dalam tindakan kriminal sebab harus mengumpulkan modal untuk bermain judol. Mereka juga rentan mengalami ganguan mental, seperti mudah cemas, depresi hingga suicidal.</p>
<p>Maraknya anak usia dini yang terlibat dalam praktik judol tak terlepas dari kemudahan dalam mengakses judi online. Banyak situs judol masuk melalui game online dan iklan.</p>
<p>Di sisi lain, banyak orang tua yang tidak menyadari anak mereka sedang bermain judol. Mereka menganggap anak mereka sedang bermain game, padahal sedang buang duit untuk judi online. Hal ini mencerminkan rendahnya literasi digital. Celah ini digunakan oleh pelaku industri judol untuk menjerat semua kalangan termasuk anak-anak menjadi mangsa dalam bisnis haram mereka.</p>
<p>Parahnya lagi, negara lalai menjalankan tugasnya memberikan sanksi tegas kepada para bandar judol. Pergerakan negara terkesan lamban. Masifnya konten dan transaksi digital tidak bisa diimbangi oleh lembaga pengawas. Bahkan tak jarang ada keterlibatan para penegak hukum dalam praktik haram ini. Kalau sudah begini, tak heran jika judol semakin marak bak jamur di musim penghujan.</p>
<p>Di sisi lain, industri judol seolah sengaja menargetkan anak-anak karena dianggap konsumen jangka panjang. Iming-iming hadiah cepat menjadi mantra mujarab untuk menggaet anak-anak yang masih mempunyai pemikiran labil.</p>
<p>Usia 10-16 tahun adalah masa-masa sedang aktif mengeksplore dunia digital. Namun, mereka tidak dibekali dengan edukasi digital sehingga tidak mampu memilah konten yang rusak atau yang bermanfaat untuk mereka. Ironisnya, krisis edukasi ini, tidak lantas menjadikan literasi digital sebagai prioritas nasional.</p>
<p>Meraka gampang tergiur dengan iklan yang disodorkan. Hal ini diperparah dengan arus sosial media yang kerap memperlihatkan gaya hedon para influencer yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi mereka untuk tampil sama.</p>
<p>Inilah dampak buruk kapitalisme. Sistem yang berorientasi pada profit senantiasa bergerak masif menyiarkan konten-konten dan mengelabui mangsanya dengan balutan hiburan padahal dijebak dalam pusaran judi online yang membuat kecanduan permainan dan merugi dalam hal finansial.</p>
<p>Lebih jauh, kapitalisme yang mengutamakan materi meniscayakan orang tua sibuk mencari pemasukan. Oleh karenanya, kesibukan orang tua menyebabkan normalisasi anak bermain gadget tanpa pengawasan. Parahnya, ada orang tua bahkan tidak mengetahui cara mengontrol aktivitas digital anak.</p>
<p>Hal ini menyebabkan anak leluasa bermain gadget tanpa batas. Mirisnya, orang tua baru menyadari ketika anak sudah kecanduan atau kehilangan uang banyak.</p>
<p>Demikianlah, jika kapitalisme yang merusak ini masih menjadi landasan hidup. Permasalahan judi online dan produk sistem yang melibatkan anak usia dini ini &#8211; jika tidak segera diatasi dengan serius akan menyebabkan hilangnya generasi muda dalam pusaran predator ekonomi digital. Generasi emas yang diwacanakan terancam berubah menjadi generasi cemas.</p>
<p>Islam Menyelamatkan</p>
<p>Judi (Al Qimar) adalah tindakan haram. Negara dalam Islam wajib menghapus semua sarana, media, serta sistem ekonomi yang dapat mengarahkan kepada praktik perjudian. Dasar hukum pelarangan judi terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 219:</p>
<p>&#8220;Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa besar&#8230;&#8221;(QS. Al Baqarah: 219).</p>
<p>Begitu pula sabda Rasulullah Saw. &#8220;Siapa yang berkata kepada saudaranya: ‘Mari kita berjudi’, maka hendaklah ia bersedekah (sebagai kafarat).&#8221; (HR. Bukhari).</p>
<p>Dalam Islam, sanksi yang dikenakan terhadap anak yang sudah baligh kedapatan berjudi, dikenakan hukuman ta&#8217;zir &#8211; sanksi yang ditentukan oleh kepala negara atau kadi hisbah, berupa teguran keras, denda, pengasingan dari komunitas untuk sementara waktu, hukuman sosial dan lainnya.</p>
<p>Hal ini bertujuan untuk memberikan efek jera. Ta&#8217;zir bersifat fleksibel, disesuaikan dengan kerusakan yang dihasilkan, frekuensi perbuatan dan efek sosialnya.</p>
<p>Sedangkan bagi anak yang belum baligh tidak dikenakan ta&#8217;zir akan tetapi ia akan dibina, ditegur dan diarahkan orang tua, guru, masyarakat dan negara.</p>
<p>Adapun negara dalam konsep Islam,  melakukan pencegahan terhadap praktik perjudian, salah satunya melalui pendidikan yang membentuk kepribadian Islam. Pendidikan dapat memberikan imunitas terhadap pandangan yang menyimpang dari Islam, sehingga anak bisa memfilter konten yang masuk melalui media.</p>
<p>Demikian pula media di negeri berbasis Islam tunduk kepada syariat. Konten yang dimuat tidak boleh mengandung nilai &#8211; nilai maksiat, manipulasi atau hal yang merusak masyarakat.</p>
<p>Demikianlah ketika Islam diterapkan, anak akan terjaga dan generasi emas akan tercipta. Islam sebagai sistem hidup  sempurna akan menyelamatkan generasi dari jeratan judi online. In syaa Allah. Wallahu alam.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/darurat-judol-dan-dampak-buruk-kapitalisme/">Darurat Judol dan Dampak Buruk Kapitalisme</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konferensi Tahunan Umat Kristen di Kota New York</title>
		<link>https://etnikom.net/konferensi-tahunan-umat-kristen-di-kota-new-york/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 20:36:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1592</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Penulis : Imam Shamsi Ali, Lc, M.A, PhD&#124; Direktur Jamaica Muslim Center,  Presiden Nusantara Foundation New York &#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212; Sekitar setahun...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/konferensi-tahunan-umat-kristen-di-kota-new-york/">Konferensi Tahunan Umat Kristen di Kota New York</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis : Imam Shamsi Ali, Lc, M.A, PhD| Direktur Jamaica Muslim Center,  Presiden Nusantara Foundation New York</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212; Sekitar setahun yang lalu saya dikontak oleh seorang Pastor dari Michigan bernama David, mengenalkan diri dengan sangat ramah sambil bercanda: “saya Daud, tapi bukan nabi Daud. Saya seorang Pendeta bernama Daud (aslinya David).</p>
<p>Beliau ingin berkenalan lebih jauh karena menurutnya banyak mengikuti kiprah saya di dunia interfaith di Amerika. Beliau juga, menurutnya lagi, sekali-sekali mendengarkan khutbah saya melalui kanal YouTube pribadi saya.</p>
<p>Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa komunitasnya, Gereja Kristen Baptist, mengadakan Konferensi tahunan yang disebut “The Christ Conference”. Dan tahun ini acara itu akan diadakan di Kota New York. Beliau selanjutnya menyampaikan harapan kiranya saya bisa menjadi narasumber dalam sesi khusus “mengenal posisi Islam terhadap Yesus (Isa as)”.</p>
<p>Tawaran itu tentunya saya tidak sia-siakan. Dalam benak saya ketika itu bahwa kehadiran saya di acara ini adalah kesempatan emas untuk meluruskan banyak kesalah pahaman Komunitas Kristen tentang posisi Islam terhadap Isa ‘alaihis salam.</p>
<p>Banyak di antara mereka yang menyangka jika orang Islam itu tidak percaya bahkan anti Isa AS. Seolah agama ini memandang Isa sebagai sosok yang asing dan tidak sama sekali memilki relasi dengan keyakinannya.</p>
<p>Setelah berkomunikasi beberapa kali akhirnya saya mendapatkan undangan resmi itu. Saya pun mempersiapkan diri sebaik mungkin. Karena ini murni tentang pandangan Islam maka saya fokus pada ajaran Islam menurut Al-Quran dan As-Sunnah. Bukan apa yang sering diperdebatkan oleh para ahli debat masing-masing agama. Saya yakin ini bukan debat Islam dan Kristen. Tapi murni pandangan Islam tentang apa yang mereka yakini sebagai sentra keimanan mereka.</p>
<p>Posisi Islam terhadap Isa (a.s).</p>
<p>Mungkin tidak berlebihan jika saya katakan bahwa dalam beberapa aspek Islam justeru lebih memuliakan Isa ketimbang agama Kristiani. Saya tidak berbicara tentang apa yang oleh Islam anggap sebagai penyelewengan dari ajaran Tauhid yang murni. Tapi memang ada hal-hal yang Islam miliki tentang Isa yang di dalam ajaran Kristen justeru tidak ditemukan.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut saya sampaikan hanya beberapa dari sekian banyak hal penting yang merupakan penghormatan dan pemuliaan kepada Isa (as) dalam agama Islam.</p>
<p>Pertama, saya memulai dengan menyampaikan bahwa Islam itu selalu mengedepankan keinginan untuk membangun kesepahaman (understanding) pada hal-hal yang memungkinkan. Bahkan ajakan itu terbuka lebar khususnya kepada Alhlul Kitab yang secara umum dipahami sebagai umat Yahudi dan Kristen. Allah berfirman:</p>
<p>“Katakan, wahai Ahli Kitab. Mari kita bersama-sama memegang Kalimah Sawaa (pijakan yang sama). Yaitu bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah (Tuhan Yang Esa)”.</p>
<p>Kedua, Islam sangat jujur dan terbuka terhadap perbedaan-perbedaan yang ada di antara kedua agama ini. Islam tidak malu-malu dan menyembunyikan perbedaan-perbedaan itu. Namun semua itu terbangun di atas dasar saling memahami dan menghormati tanpa intervensi. Pada akhirnya Islam menggariskan: “bagimu agamamu, bagiku agamaku”.</p>
<p>Ketiga, Kalimah Sawaa (common ground) yang terpenting di atas adalah sama-sama meyakini Isa (walau keyakinan itu berbeda). Kedua agama memuliakan dan menghormati Isa as. Bahkan dalam agama Islam meyakini Isa menjadi salah satu rukun Iman (kepada para nabi). Sehingga tanpa mengimani Isa as sesungguhnya juga membatalkan keimanan seorang Muslim.</p>
<p>Keempat, saya kemudian menyampaikan sejarah Isa, yang disebutkan begitu indah dan rinci di dua tempat dalam Al-Quran; Surah Ali Imran (Surah 13) dan Surah Maryam (Surah 18). Cerita proses kehamilan Maryam hingga melahirkan Isa as dan bagaimana menghadapi ujian dari masyarakat Yahudi ketika itu diceritakan dengan indah.</p>
<p>Salah satu penggalan cerita itu adalah bagaimana sang bayi, Isa as, dengan izin Allah berbicara membela ibunya dan mengenalkan dirinya sebagai hamba Allah (Abdullah). Cerita ini sebenarnya merupakan mukjizat pertama Isa as yang justeru tidak disebutkan oleh referensi-referensi Kristiani.</p>
<p>Kelima, Isa as disebutkan 25 kali dalam Al-Quran. Sementara Muhammad SAW hanya disebutkan 5 kali. Walaupun ini bukan indikasi kemuliaan lebih, tapi sebuah bentuk pengakuan dan penghormatan kepada seorang nabi selain nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu ada dua nama Surah dalam Al-Quran yang berkaitan langsung dengan Isa as. Yaitu Surah Al-Imran (3) dan Surah Maryam (18).</p>
<p>Keenam, Rasulullah dalam hadits meyebutkan bahwa para nabi itu bagaikan sebuah bangunan. Setiap nabi adalah satu dari batu bata yang tersusun rapih. Dan beliau hanya satu dari batu-batu bata tersebut. Namun ada satu hal yang beliau tegaskan bahwa antara dirinya dan Isa tidak ada pembelah. Hal ini menggambarkan kedekatan beliau dengan Isa as.</p>
<p>Ketujuh, hal yang banyak mengejutkan di kalangan Kristiani adalah ketika disampaikan bahwa Islam meyakini jika Isa itu diangkat ke langit (rafa’ahu ilaihi) dan akan kembali lagi sebelum akhir zaman. Isa as akan hadir menuntun umat manusia ke jalan Tauhid yang sesungguhnya melawan Dajjal (Anti Christ) kelak. Hal yang juga diimani oleh kaum Kristiani walaupun dengan pemahaman yang berbeda.</p>
<p>Kedelapan, Islam mengakui secara terbuka bahwa umat yang terdekat dengan kasih sayang kepada umat Islam adalah Umat Kristiani. Hal itu karena di antara mereka ada pendeta-pendeta dan rohaniawan dan mereka tidak angkuh (tidak mengaku umat terpilih). Ini ditegaskan dalam Al-Quran Surah Al-Maidah ayat 82.</p>
<p>Kesembilan, dalam sejarah kehidupan Rasulullah SAW terbukti jika Umat Kristiani itu banyak membantu dan dekat dengan umat ini. Dari kisah Waraqah bin Naufal hingga ke raja Najasyi, semuanya menggambarkan kedekatan itu.</p>
<p>Tentu banyak lagi dasar-dasar argumentasi yang dapat disampaikan bahwa Isa as memang sangat dimuliakan dan dihormati dalam agama Islam. Dengan segala naik turunnya relasi kedua Komunitas (umat) tidak mengurangi realita yang ada dalam agama ini.</p>
<p>Similaritas dan disparitàs antara Islam dan Kristiani</p>
<p>Dengan posisi Isa as yang sedemikian mulia dan terhormat dalam ajaran Islam, sangat penting pula disampaikan apa saja similaritàs (persamaan-persamaan) dan disparitas (perbedaan-perbedaan) antara kedua agama ini?[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/konferensi-tahunan-umat-kristen-di-kota-new-york/">Konferensi Tahunan Umat Kristen di Kota New York</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak Hukum Penggunaan Kuasa Mutlak Dalam Peralihan Hak Tanah</title>
		<link>https://etnikom.net/dampak-hukum-penggunaan-kuasa-mutlak-dalam-peralihan-hak-tanah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 13:39:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Hukum Penggunaan Kuasa Mutlak]]></category>
		<category><![CDATA[Peralihan Hak Tanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1605</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Agnes Floramenia Sarumaha &#124;  Magister Kenotariatan, Universitas Gadjah Mada &#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212; Berdasarkan pasal 1792 KUHPerdata, pemberian kuasa ialah suatu persetujuan yang...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/dampak-hukum-penggunaan-kuasa-mutlak-dalam-peralihan-hak-tanah/">Dampak Hukum Penggunaan Kuasa Mutlak Dalam Peralihan Hak Tanah</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Agnes Floramenia Sarumaha |  Magister Kenotariatan, Universitas Gadjah Mada</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212; Berdasarkan pasal 1792 KUHPerdata, pemberian kuasa ialah suatu persetujuan yang berisikan pemberian kekuasaan kepada orang lain yang menerimanya untuk melaksanakan sesuatu atas nama orang yang memberikan kuasa.</p>
<p>Kemudian dalam pasal 1795 KUHPerdata diketahui terdapat dua jenis pemberian kuasa yaitu: Pertama, pemberian kuasa khusus yaitu pemberian kuasa yang dimaksudkan hanya untuk melakukan atau menyelenggarakan satu atau dua kepentingan atau urusan yang dinyatakan dengan tegas. Kedua, pemberian kuasa umum yaitu pemberian kuasa yang dimaksudkan untuk melakukan atau menyelenggarakan semua kepentingan atau urusan dari pemberi kuasa.</p>
<p>Kuasa mutlak adalah bentuk surat kuasa yang memberikan kekuasaan absolut kepada penerima kuasa dan tidak dapat dicabut. Dengan demikian, istilah ”Pemberian Kuasa Mutlak” pada dasarnya tidak diatur secara jelas dalam KUHPerdata. Namun apabila merujuk pada asas kebebasan berkontrak pada pasal 1338 KUHPerdata yang menyatakan bahwa setiap perjanjian yang sah mengikat para pihak seperti undang-undang.</p>
<p>Ini berarti setiap orang memiliki kebebasan untuk membuat perjanjian dengan isi, bentuk, dan dengan siapa mereka mau berkontrak, selama tidak melanggar hukum, kesusilaan, dan ketertiban umum. Para pihak terbuka untuk melakukan perjanjian pemberian kuasa mutlak dengan memenuhi syarat sahnya perjanjian.</p>
<p>Maka dapat disimpulkan bahwa meskipun tidak disebutkan di dalam KUHPerdata, namun pemberian kuasa mutlak tetap diperbolehkan untuk dilakukan selama memenuhi syarat sahnya perjanjian baik syarat subjektif maupun objektif.</p>
<p>Apabila objek perjanjian itu berupa tanah atau hak atas tanah, maka perjanjian pemberian kuasa mutlak dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu:</p>
<p><em>Perjanjian pemberian kuasa mutlak yang diperbolehkan</em></p>
<p>1. Perjanjian Pemberian Kuasa Mutlak berobjekkan tanah yang diperbolehkan mengandung ciri, yaitu untuk melakukan perbuatan tertentu dalam waktu tertentu yang tegas dinyatakan serta tidak dapat ditarik kembali sampai perbuatan tersebut dilaksanakan. Perjanjian Pemberian Kuasa Mutlak yang diperbolehkan tersebut, yaitu:</p>
<p>&#8211; Penggunaan Surat Kuasa Mutlak sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 Blanko Akta Jual Beli, yang bentuknya diatur dalam Peraturan Menteri Agraria No. 11 Tahun 1961, sebelumnya digunakan dalam proses peralihan hak atas tanah.</p>
<p>Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa apabila peralihan hak tidak memperoleh Izin Peralihan dari pejabat yang berwenang, maka pihak penerima hak (pembeli) diberikan kuasa penuh untuk melakukan pengalihan hak atas tanah tersebut dalam jangka waktu paling lambat satu tahun sejak diterbitkannya surat penolakan izin, dan pengalihan tersebut dapat dilakukan kepada pihak lain yang memenuhi syarat.</p>
<p>Kuasa yang diberikan bersifat tidak dapat dicabut, dan seluruh hasil penjualan menjadi milik pembeli secara penuh tanpa kewajiban mempertanggung-jawabkannya kepada pemilik awal.</p>
<p>Namun, praktik penggunaan Kuasa Mutlak yang berkaitan dengan penolakan Izin Peralihan tersebut kini sudah tidak lagi diterapkan, seiring dengan diberlakukannya Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 8 Tahun 2012, yang mewajibkan Izin Peralihan diperoleh sebelum pembuatan dan penandatanganan Akta Peralihan Hak oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).</p>
<p>Selain itu, dalam format blanko akta peralihan hak yang terbaru, ketentuan mengenai kuasa tersebut juga sudah dihapuskan.</p>
<p>&#8211; Pemberian Kuasa Mutlak yang dicantumkan dalam Perjanjian Perikatan Jual Beli yang dibuat oleh notaris umumnya dimaksudkan agar penerima kuasa, dalam jangka waktu tertentu, dapat mewakili pemilik tanah untuk menghadap Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan menandatangani Akta Jual Beli, setelah seluruh harga tanah dibayarkan dan persyaratan lain yang telah disepakati bersama telah terpenuhi.</p>
<p>Kuasa tersebut bersifat tidak dapat dicabut hingga pelaksanaan dan penandatanganan Akta Jual Beli benar-benar dilakukan di hadapan PPAT dalam batas waktu yang telah disepakati oleh para pihak.</p>
<p>&#8211; Penggunaan Kuasa Mutlak dalam konteks pemberian kuasa untuk pemasangan Hak Tanggungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 1996, bertujuan agar penerima kuasa dapat mewakili pemberi kuasa dalam proses pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggungan.</p>
<p>Kuasa ini bersifat tidak dapat dicabut hingga Akta Pemberian Hak Tanggungan ditandatangani secara resmi di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).</p>
<p><em>Perjanjian pemberian kuasa mutlak yang dilarang</em></p>
<p>&#8211; Mengandung perbuatan penyelundupan hukum karena bentuk perbuatan hukumnya berupa pemberian kuasa mutlak, namun hakikatnya dimaksudkan untuk mengalihkan atau memindahtangankan hak atas tanahnya kepada penerima kuasa</p>
<p>&#8211; Mengandung pemberian dan penyerahan kewenangan yang dipunyai oleh pemegang hak sebagai pemberi kuasa kepada penerima kuasa berupa kewenangan untuk menguasai dan menggunakan tanahnya serta melakukan segala perbuatan hukum yang menurut hukum hanya dapat dilakukan oleh pemegang hak atas tanah.</p>
<p>Peralihan hak atas tanah merupakan perpindahan hak atas tanah dari pemegang hak yang lama kepada pemegang hak yang baru secara sah berdasarkan peraturan perundang-undangan.  Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) beserta peraturan pelaksananya, seperti Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997, secara jelas mengatur bentuk serta prosedur peralihan hak atas tanah.</p>
<p>Dalam Pasal 2 ayat (2) huruf c UUPA ditegaskan bahwa kewenangan penuh untuk mengatur hubungan hukum antara individu maupun perbuatan hukum yang menyangkut tanah berada di tangan negara.</p>
<p>Oleh karena itu, para pihak yang terlibat dalam hubungan hukum mengenai tanah tidak memiliki hak untuk membentuk atau menentukan sendiri bentuk hubungan atau perbuatan hukum yang melibatkan tanah sebagai objeknya.</p>
<p>Negara telah menetapkan bentuk-bentuk sah dari hubungan atau perbuatan hukum terkait tanah, antara lain perjanjian jual beli (termasuk lelang), perjanjian tukar-menukar, hibah, serta penyertaan tanah sebagai modal (inbreng) dalam suatu badan usaha.</p>
<p>Artinya, peralihan hak atas tanah hanya dapat dilakukan melalui bentuk-bentuk hubungan hukum tersebut sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Dengan demikian, penggunaan bentuk hubungan hukum lain yang tidak diatur oleh negara termasuk Perjanjian Pemberian Kuasa Mutlak yang dimaksudkan untuk mengalihkan hak atas tanah tidak diperbolehkan dan tidak memiliki kekuatan hukum.</p>
<p>Dalam praktik jual beli tanah di Indonesia, penggunaan surat kuasa mutlak masih sering ditemui sebagai alat peralihan hak. Namun demikian, pengadilan telah berkali-kali menyatakan bahwa pemanfaatan surat kuasa mutlak dalam transaksi tersebut tidak sah secara hukum.</p>
<p>Putusan-putusan tersebut mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1982, yang secara tegas melarang penggunaan kuasa mutlak sebagai dasar untuk memindahkan hak atas tanah. Instruksi ini juga memuat ketentuan penting, salah satunya adalah larangan bagi para pejabat yang berwenang di bidang agraria untuk memproses atau menyelesaikan status hak atas tanah apabila dokumen pembuktiannya hanya berupa surat kuasa mutlak. Akibat Hukum Penggunaan Perjanjian Pemberian Kuasa Mutlak Sebagai Cara Peralihan Hak.</p>
<p>Instruksi Mendagri No. 14 Tahun 1982 muncul sebagai respons terhadap maraknya praktik penyalahgunaan kuasa mutlak, terutama dalam jual beli tanah yang tidak dilakukan melalui prosedur resmi.</p>
<p>Surat kuasa mutlak sering dijadikan &#8220;jalan pintas&#8221; untuk menghindari kewajiban hukum seperti pembayaran pajak atau pembuatan akta jual beli di hadapan PPAT, sehingga mengandung potensi besar terhadap sengketa hukum di masa depan. Surat ini juga memberi kekuasaan absolut kepada penerima kuasa tanpa mekanisme kontrol dari pemberi kuasa.</p>
<p>Selain melanggar prinsip legalitas dalam hukum agraria, penggunaan surat kuasa mutlak mengabaikan asas perlindungan hukum bagi pihak yang lebih lemah, yakni pemberi kuasa.</p>
<p>Oleh karena itu, pengadilan cenderung memutuskan bahwa kuasa mutlak, terutama yang mengandung unsur pemindahan hak milik, adalah batal demi hukum (null and void). Dalam konteks ini, kuasa mutlak tidak dapat dijadikan bukti yang sah untuk kepemilikan atau pengalihan hak atas tanah.</p>
<p>Jika Perjanjian Pemberian Kuasa Mutlak tetap digunakan sebagai cara terselubung untuk memindah-tangankan hak atas tanah meskipun sudah dilarang maka konsekuensi hukumnya, yaitu:</p>
<p>Pertama, Perjanjian Pemberian Kuasa Mutlak itu batal demi hukum karena perjanjiannya tidak memenuhi syarat objektif sahnya perjanjian yaitu Kausa yang halal. Artinya, perjanjian tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana telah dijelaskan di atas.</p>
<p>Kedua, hak atas tanah yang dipindahtangankan dengan menggunakan Perjanjian Pemberian Kuasa Mutlak secara yuridis tetap masih berada di tangan pihak pemberi kuasa mutlak karena tidak mungkin dilakukan balik nama kepemilikan hak atas tanah dari pemberi kuasa mutlak kepada penerima kuasa mutlak.</p>
<p>Sesuai dengan ketentuan bahwa, Kantor Pertanahan akan menolak melakukan Pendaftaran peralihan hak atas tanah atau balik nama kepemilikan karena peralihannya tidak dilakukan dengan Akta Jual Beli yang dibuat oleh dan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah.</p>
<p>Sebagai solusi, transaksi jual beli tanah wajib dilakukan secara formal melalui PPAT, dengan akta otentik, dan dilaporkan ke BPN agar dapat didaftarkan secara sah. Langkah ini memberi perlindungan hukum bagi kedua belah pihak dan mencegah potensi konflik di kemudian hari.</p>
<p>Perlindungan hukum atas hak atas tanah harus mengedepankan prinsip kepastian hukum, keterbukaan, dan keadilan. Penggunaan Perjanjian Pemberian Kuasa Mutlak sebagai modus jual beli tanah jelas melanggar hukum dan harus ditanggulangi dengan pendekatan multi-level: regulatif, administratif, edukatif, dan mediatif.</p>
<p>Langkah formal melalui PPAT dan BPN bukan sekadar prosedur, tetapi bentuk jaminan atas hak kepemilikan yang sah dan tidak disengketakan di kemudian hari.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/dampak-hukum-penggunaan-kuasa-mutlak-dalam-peralihan-hak-tanah/">Dampak Hukum Penggunaan Kuasa Mutlak Dalam Peralihan Hak Tanah</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Drama Musikal &#8220;Genggam Tanganku&#8221; Siap Digelar Kembali: Kolaborasi Seni, Sejarah, dan Nilai Persatuan</title>
		<link>https://etnikom.net/drama-musikal-genggam-tanganku-siap-digelar-kembali-kolaborasi-seni-sejarah-dan-nilai-persatuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2025 21:39:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1594</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Setelah kesuksesan pentas perdana pada Januari lalu, drama musikal “Genggam Tanganku” karya siswa-siswi TIRTAMARTA BPK PENABUR akan kembali dipentaskan pada...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/drama-musikal-genggam-tanganku-siap-digelar-kembali-kolaborasi-seni-sejarah-dan-nilai-persatuan/">Drama Musikal &#8220;Genggam Tanganku&#8221; Siap Digelar Kembali: Kolaborasi Seni, Sejarah, dan Nilai Persatuan</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Setelah kesuksesan pentas perdana pada Januari lalu, drama musikal “Genggam Tanganku” karya siswa-siswi TIRTAMARTA BPK PENABUR akan kembali dipentaskan pada 17 Juni 2025 mendatang di Jakarta, dalam rangka memeriahkan HUT ke-75 Majelis Pendidikan Kristen (MPK).</p>
<p>Drama musikal bertema persatuan ini akan dipentaskan oleh para siswa dari TK hingga SMA di bawah arahan Johanes Nur Sangkan selaku sutradara.</p>
<p>Pertunjukan ini menjadi bukti nyata bagaimana pembelajaran seni di sekolah dapat mengasah keberanian, empati, dan kerja sama di antara para siswa.</p>
<p>Priskatilla Hutabarat, pengurus sekolah TIRTAMARTA BPK PENABUR, menyampaikan kebanggaannya melihat perkembangan siswa melalui pentas seni ini.</p>
<p>“’Genggam Tanganku’ bukan sekadar pertunjukan, tapi juga ruang refleksi akan pentingnya persatuan dan kasih di tengah perbedaan. Kami bangga melihat siswa kami tumbuh tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara emosional dan sosial,” ujarnya di sela-sela latihan di kawasan Pondok Indah, Rabu (4/6/2025).</p>
<p>Sutradara Johanes Nur Sangkan menjelaskan, “Proses latihan efektifnya sekitar tiga bulan, tetapi persiapan keseluruhan—mulai dari penulisan naskah, konsep musik, hingga audisi—memakan waktu lima sampai enam bulan. Tantangannya adalah memadukan anak-anak dari berbagai jenjang usia dalam satu panggung yang sama, dari TK hingga SMA.”</p>
<p>Menurut Johanes, tema “Genggam Tanganku” diangkat untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama di tengah generasi muda.</p>
<p>“Fenomena hari ini banyak yang tercerai-berai karena kepentingan pribadi, seperti dulu Kerajaan Majapahit runtuh. Kami ingin anak-anak belajar untuk bersatu dan saling mendukung,” ungkapnya.</p>
<p>Brigitta Sitompul, salah satu murid SMAK TIRTAMARTA BPK PENABUR, mengaku awalnya tidak memiliki pengalaman akting formal.</p>
<p>“Aku awalnya nggak bisa akting, tapi pas latihan aku mencoba mengikuti arahan. Ternyata aku bisa juga memerankan karakter Tribhuwana Tunggadewi setelah belajar tentang sejarah Majapahit di kelas,” kata Brigitta sambil tersenyum bangga.</p>
<p>Sementara itu, Megan Elisabeth Henderson, murid SDK TIRTAMARTA, merasa pengalaman ini seperti kesehariannya sendiri. “Aku sebenarnya nggak bisa akting, tapi ceritanya kayak keseharian aku. Mama juga bilang bangga, walaupun sudah sering lihat aku tampil di kompetisi lain,” katanya polos.</p>
<p>Priskatilla Hutabarat menegaskan bahwa TIRTAMARTA BPK PENABUR berkomitmen mengembangkan talenta seni siswa melalui berbagai ekstrakurikuler seni modern maupun tradisional, termasuk gamelan. “Guru-guru kami bukan hanya mendampingi teknis, tapi juga mendukung siswa secara emosional dan spiritual,” katanya.</p>
<p>Pementasan ini akan dilaksanakan pada 17 Juni 2025 di Jakarta dalam rangka perayaan HUT MPK ke-75. Tiket sebelumnya terjual habis dengan antusiasme tinggi, sehingga diharapkan kali ini pertunjukan kembali menuai kesuksesan.</p>
<p>Johanes Nur Sangkan menyebutkan, audisi dilakukan secara ketat dengan bantuan tim teater profesional. “Kami menggabungkan teater tradisional dan modern agar anak-anak bisa memahami konteks sejarah sambil tampil atraktif di panggung,” pungkasnya.</p>
<p>Brigitta mengungkapkan, “Mama sampai bilang kayak bukan aku yang main, kayak orang lain gitu. Mama kaget dan bangga banget,” katanya sambil tertawa.</p>
<p>Dengan kolaborasi ini, diharapkan siswa tidak hanya tampil hebat di panggung, tetapi juga memiliki rasa persatuan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/drama-musikal-genggam-tanganku-siap-digelar-kembali-kolaborasi-seni-sejarah-dan-nilai-persatuan/">Drama Musikal &#8220;Genggam Tanganku&#8221; Siap Digelar Kembali: Kolaborasi Seni, Sejarah, dan Nilai Persatuan</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dicari:  High Performing Individual Zaman Sekarang</title>
		<link>https://etnikom.net/dicari-high-performing-individual-zaman-sekarang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2025 03:04:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[High Performing Individual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1582</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; &#160; Penulis: Sawqi Saad El Hasan, S. Hum, M.Si &#124; Dosen Manajemen Bisnis Syariah STEBIS Bina Mandiri Cileungsi &#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212; Dosen...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/dicari-high-performing-individual-zaman-sekarang/">Dicari:  High Performing Individual Zaman Sekarang</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: Sawqi Saad El Hasan, S. Hum, M.Si | Dosen Manajemen Bisnis Syariah STEBIS Bina Mandiri Cileungsi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212; Dosen STEBIS Bina Mandiri Cileungsi<br />
Fikri Ahmad Baehaqi dulunya seorang driver ojek online yang rajin berbagi kisah keseharian di TikTok. Kontennya sederhana: menunggu order, menerobos hujan, bercanda dengan penumpang. Tapi justru dari kesederhanaan itulah, ia dikenal luas dan kini memiliki lebih dari 135 ribu pengikut.</p>
<p>Tanpa sensasi, tanpa editan berlebihan. Ketulusan dan keotentikan itulah yang membuat kisahnya menonjol. Kondisi tersebut tidak berlangsung lama, jalan karirnya berubah. Kini ia bekerja sebagai social media specialist di sebuah perusahaan startup.</p>
<p>Ceritanya membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu bermula dari ijazah atau almamater, melainkan dari kejelian membaca zaman.</p>
<p>Fenomena Fikri bukanlah anomali. Data BPS per Februari 2025 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan sarjana dan diploma IV justru melonjak ke 13,89%. Sementara lulusan SD dan SMP lebih cepat terserap di sektor informal.</p>
<p>Di sinilah kita melihat ironi pendidikan: gelar tinggi tidak otomatis membuka pintu karir. Di sisi lain, dunia kerja terus berubah, namun pendidikan kita masih terlalu sibuk mengejar hafalan dan urusan administrasi.</p>
<p>Kita hidup di era baru, era di mana fleksibilitas, kecepatan belajar dan relevansi keterampilan jauh lebih penting ketimbang selembar ijazah. Muncullah konsep High Performing Individual (HPI), sosok yang mampu beradaptasi cepat, siap beralih jalur dan punya keterampilan nyata.</p>
<p>Tapi kalau kita perhatikan, sosok Fikri bukan sekedar mampu membuat video. Dia memahami cara kerja algoritma TikTok, paham tren yang disukai penonton dan mengetahui bagaimana caranya memikat brand tertarik bekerja sama. Di sinilah letak konsep High Performing Individual yang sering dibicarakan. Tidak hanya soal bisa coding atau jago Excel, tapi lebih dari itu, harus punya “insting”, kepekaan dan kemampuan adaptasi.</p>
<p>Menurut data dari World Economic Forum tahun 2024, sekitar 60% pekerjaan masa depan membutuhkan hal-hal semacam itu. Literasi digital, berpikir kritis dan kecerdasan emosi. Kita tidak bisa lagi mengandalkan gelar karena dunia sudah berubah. Mereka yang bisa bertahan adalah yang cepat belajar dan tahu harus ke mana dan melakukan apa pada saat dunia mulai bergeser.</p>
<p>Namun memiliki kecerdasan saja tidak cukup. Dunia butuh manusia yang punya arah, empati dan integritas. Ulul Albab, seperti yang disebut di surat Ali Imran ayat 190–191, bukan hanya soal logika tajam, tapi juga kesadaran hati dan nilai.</p>
<p>Pendidikan yang ideal seharusnya nggak berhenti di angka-angka cerdas, tapi bisa menciptakan manusia utuh yang memahami batas antara benar dan salah, berpikir dahulu sebelum bertindak. Tidak mudah dibelokkan walau sedang tertekan. Karena kejujuran, empati dan nilai hidup lainnya bukan pelengkap tapi nyawa dari proses belajar itu sendiri.</p>
<p>Indonesia tidak sendirian menghadapi masalah ketimpangan pendidikan dan lapangan kerja. Jika kita melihat Jerman, sistem pendidikan vokasi dual system menjadi kunci: 70% pembelajaran dilakukan langsung di industri. Siemens dan Bosch tidak tinggal diam. Mereka bersama-sama dengan SMK menyusun kurikulum, jadi lulusannya sekitar 80% langsung bisa bekerja.</p>
<p>Sementara di Singapura, 30% anggaran pendidikan disiapkan khusus buat latih ulang pekerja yang mulai tergeser otomatisasi. Singapura mengalokasikan 30% anggaran pendidikan untuk pelatihan re-skilling pekerja yang terdampak otomatisasi.</p>
<p>Program SkillsFuture memberikan kredit Rp75 juta per orang untuk kursus AI, robotika dan ekonomi hijau. Hasilnya, tingkat pengangguran pemuda Singapura hanya 4,9% (2024)—terendah di ASEAN.</p>
<p>Sayangnya, jalan menuju pendidikan ideal tidak mudah. Banyak kampus masih terikat pada standar lama seperti kurikulum kaku, dokumen akreditasi dan dosen yang enggan beradaptasi.</p>
<p>Praktik lapangan masih dianggap sekadar pelengkap. Padahal, dunia industri menuntut lebih: lulusan yang bisa langsung kerja, bukan sekadar lulus ujian. Sudah saatnya kita mengevaluasi ulang, apakah standar sekarang masih relevan? Atau justru menjadi penghambat kemajuan?</p>
<p>Standar akreditasi BAN-PT saat ini terlalu fokus pada kualitas masukan (input) seperti gelar dosen dan jumlah buku di perpustakaan serta mengabaikan luaran (output) dari sisi penyerapan lulusan dan inovasi penelitian.</p>
<p>Akibatnya, kampus lebih sibuk memoles dokumen administratif daripada meningkatkan kualitas pengajaran. Padahal, negara lain seperti Taiwan, Tiongkok dan Finlandia sudah beralih ke model akreditasi berbasis dampak sosial.</p>
<p>Kampus dinilai dari seberapa besar kontribusi risetnya pada industri lokal, jumlah startup yang lahir dari kampus dan tingkat kepuasan lulusan.</p>
<p>Solusi konkret yang bisa diadopsi oleh pemerintah bisa dimulai dari Sertifikasi Kompetensi Nasional dengan cara mengganti ukuran kelulusan dari SKS ke portofolio proyek nyata. Kemudian untuk pelaku usaha bisa diberikan insentif perusahaan dalam bentuk penurunan pajak bagi perusahaan yang merekrut lulusan vokasi atau membuka program magang bermutu.</p>
<p>Beberapa lembaga pendidikan mulai bergerak. SMK/SMA berbasis pesantren modern seperti Al Ashriyyah Nurul Iman di Parung, Bogor, mereka tidak sekadar mengajarkan bisnis dan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai integritas, di mana siswa bikin produk sendiri, kemudian menjualnya lewat platform yang mereka bangun sendiri juga dan yang paling penting, mereka dibiasakan berdagang dengan hati karena mereka tahu untung itu penting, tapi bukan segalanya.</p>
<p>Kita semua perlu mengubah cara pandang. Gelar memang penting, tapi jangan dianggap sebagai tujuan akhir. Gelar merupakan alat untuk melangkah lebih jauh. Dunia kerja tidak selalu menerima lulusan dengan tangan terbuka jika tidak memiliki keterampilan nyata.</p>
<p>K.H. Ahmad Dahlan pernah bilang, “Jadilah manusia yang hidup, yang menghidupkan dan memberi kehidupan,” Bertolak belakang dengan manusia yang sibuk mengejar angka dan prestasi, tetapi hatinya kosong, hidupnya datar dan tidak punya makna yang bisa dibagikan.</p>
<p>Teruntuk mahasiswa, belajarlah dengan sungguh-sungguh tapi jangan hanya demi IPK. Hidup lebih luas dari sekedar pencapaian di transkrip nilai. Teruntuk orang tua, cobalah beri anak ruang untuk menjalan pilihan hidupnya sendiri. Walaupun jalurnya tidak terlihat keren atau populer; karena sering kali, potensi paling besar justru tersembunyi di tempat yang jarang dilirik.</p>
<p>Kemudian untuk sekolah serta kampus, peran kalian bukan hanya mencetak ijazah, tapi mempersiapkan manusia yang tahan banting, siap hadapi peliknya hidup dan segala rupa tantangan zaman.</p>
<p>Kisah Fikri menunjukan kalau masa depan itu tidak ditakar berdasarkan di mana kita lahir dan statusnya apa, tapi dari seberapa berani kita menentukan langkah, mampu belajar dan berusaha merintis jalan sendiri karena perubahan besar itu biasanya datang dari langkah kecil yang terus dijalankan.</p>
<p>Poses pendidikan yang benar bukan hanya soal menambah ilmu, tetapi soal membantu orang dalam menemukan arah hidupnya.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/dicari-high-performing-individual-zaman-sekarang/">Dicari:  High Performing Individual Zaman Sekarang</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dirjenpas Mashudi Jenguk Langsung Petugas Lapas yang Dirawat di RSUD Nabire</title>
		<link>https://etnikom.net/dirjenpas-mashudi-jenguk-langsung-petugas-lapas-yang-dirawat-di-rsud-nabire/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2025 02:33:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Tahanan kabur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1579</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, NABIRE &#8211; Direktur Jenderal Permasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Dirjenpas Kemenimipas), Mashudi menjenguk langsung tiga orang petugas Lapas Nabire yang menjadi korban...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/dirjenpas-mashudi-jenguk-langsung-petugas-lapas-yang-dirawat-di-rsud-nabire/">Dirjenpas Mashudi Jenguk Langsung Petugas Lapas yang Dirawat di RSUD Nabire</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, NABIRE &#8211; Direktur Jenderal Permasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Dirjenpas Kemenimipas), Mashudi menjenguk langsung tiga orang petugas Lapas Nabire yang menjadi korban kejadian 19 narapidana (napi) kabur dan menyerang petugas lapas, di Rumah Sakit Umum Daerah Nabire, Selasa (3/6/2025).</p>
<p>Secara spontan di depan ketiga petugas yang sedang dirawat ini, Dirjenpas Mashudi melakukan video call menggunakan aplikasi langsung dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.</p>
<p>Hal itu tentu mengejutkan dan membuat ketiga petugas tidak menyangka dijenguk langsung pimpinan dan disapa khusus oleh Menteri Agus Andrianto lewat sambungan video call untuk menyampaikan rasa simpati dan dukungannya.</p>
<p>Dirjenpas Mashudi juga menyerahkan bantuan dari Menteri kepada ketiga petugas yang terluka sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan petugas Lapas Nabire.</p>
<p>“Dua orang petugas baru saja selesai dioperasi dan satu petugas lagi sedang rawat jalan. Mohon doanya ya. Alhamdulillah kondisi para petugas makin membaik. Kedua petugas sedang pemulihan pasca dioperasi. Kami pastikan supporting kami untuk anggota kami yang terluka saat berusaha menangani peristiwa yang terjadi kemarin,” ucap Dirjenpas Mashudi kepada awak media di sela menjenguk ketiga korban petugas Lapas di RSU Daerah Nabire, Selasa (3/6/2025).</p>
<p>Kedua petugas lapas yang berhasil dioperasi adalah Komandan Jaga dan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Nabire yang terluka parah akibat bacokan senjata tajam saat mencoba menghalau dan mengendalikan warga binaan yang mencoba kabur dari tahanan.</p>
<p>Dirjenpas Mashudi juga melanjutkan peninjauan ke Lapas Kelas II-B Nabire, Papua Tengah didampingi Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., bersama Wakapolda Kombes Pol. Muhajir, S.I.K., M.H, dan Direktur Kepatuhan Internal dan Direktur Perawatan Kesehatan Ditjenpas Lilik Sujandi, Bc.IP., S.I.P., M.Si.</p>
<p>“Menjadi petugas Pemasyarakatan adalah tugas yang mulia. Sehingga laksanakanlah tugas mulia ini dengan penuh kesungguhan dan sesuai aturan. Terus lakukan koordinasi, komunikasi dan kerjasa dengan semua stakeholder seperti Polda, Polres, Kodam, Kodim, Brimob dan mitra terkait lainnnya,” ujar Mashudi saat memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran petugas Lapas Nabire.</p>
<p>Di sisi lain ia pun menyeroti kebutuhan pelatihan khusus bagi petugas Pemasyarakatan untuk menghadapi situasi krisis saat sedang bertugas. Dirjenpas juga melakukan koordinasi lanjutan dengan semua stakeholder, termasuk mengunjungi Korem Nabire. Saat ini situasi di Lapas Nabire sudah kondusif dan aman.</p>
<p>Sementara itu, upaya pencarian terhadap narapidana yang melarikan diri masih terus dilakukan dengan kerjasama antara lapas Nabire bersama Polres Nabire. Jumlah warga binaan lapas Nabire saat ini tercatat sebanyak 218 orang dari kapasitas 150 orang. Sementara petugas pengamanan per regu berjumlah 5 orang.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/dirjenpas-mashudi-jenguk-langsung-petugas-lapas-yang-dirawat-di-rsud-nabire/">Dirjenpas Mashudi Jenguk Langsung Petugas Lapas yang Dirawat di RSUD Nabire</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apresiasi Kinerja Lurah, Camat, dan Wali Kota, Pemprov DKI Jakarta Luncurkan “Benyamin S Award” </title>
		<link>https://etnikom.net/apresiasi-kinerja-lurah-camat-dan-wali-kota-pemprov-dki-jakarta-luncurkan-benyamin-s-award/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 15:45:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro]]></category>
		<category><![CDATA[Biem Benyamin]]></category>
		<category><![CDATA[Launching Benyamin Sueb Award]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1574</guid>

					<description><![CDATA[<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan penghargaan Benyamin S Award di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/6/25). Penghargaan ini diberikan...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/apresiasi-kinerja-lurah-camat-dan-wali-kota-pemprov-dki-jakarta-luncurkan-benyamin-s-award/">Apresiasi Kinerja Lurah, Camat, dan Wali Kota, Pemprov DKI Jakarta Luncurkan “Benyamin S Award” </a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan penghargaan Benyamin S Award di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/6/25).</p>
<p>Penghargaan ini diberikan kepada lurah, camat, wali kota, dan bupati di wilayah Jakarta sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat wilayah.</p>
<p>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa Benyamin S Award diambil dari akronim Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera, yang mencerminkan harapan Pemprov agar setiap wilayah Jakarta menjadi lebih layak huni dan kompetitif.</p>
<p>“Nama ini saya pilih langsung saat debat pertama dulu, karena Benyamin adalah simbol kejujuran, kedekatan dengan rakyat, dan semangat membangun Jakarta dari hati,” kata Pramono di hadapan para pejabat dan keluarga Benyamin Sueb di Balaikota Jakarta, Selasa (3/6/2025).</p>
<p>Kompetisi ini, menurut Pramono, terbuka bagi seluruh wilayah di Jakarta. Peserta akan dinilai oleh tim juri independen yang bekerja secara objektif.</p>
<p>“Nanti bulan Juni ini mulai direkrut, siapa saja yang akan ikut berkompetisi. Pemenangnya akan diumumkan pada bulan Oktober,” ujarnya.</p>
<p>Pramono juga menegaskan, “Saya ingin setiap kelurahan, kecamatan, dan kota bekerja lebih baik, lebih terstruktur, dan lebih nyaman dalam melayani warga Jakarta.”</p>
<p>Menariknya, para pemenang Benyamin S Award akan diberangkatkan ke kota lain, termasuk ke luar negeri, untuk belajar pengelolaan tata kota. “Pemenang nanti akan saya berikan kesempatan untuk melihat dunia,” tambah Pramono.</p>
<p>Sementara itu, Bang Biem, mewakili keluarga almarhum Benyamin Sueb, menyambut baik penghargaan ini.</p>
<p>“Kami keluarga sangat bersyukur dan senang sekali. Ini bukan hanya milik keluarga, tetapi milik kita semua,” kata Bang Biem.</p>
<p>Ia juga berharap penghargaan ini akan menjadi pemicu bagi seluruh wilayah Jakarta untuk meningkatkan kualitas kebersihan, kenyamanan, keindahan, dan kesejahteraan bagi warga.</p>
<p>“Kami bangga nama Benyamin Sueb dijadikan simbol penghargaan. Semoga ini membawa manfaat bagi warga Jakarta dan memacu semua pihak untuk membuat kota ini lebih baik lagi,” lanjutnya.</p>
<p>Pramono menegaskan, Benyamin S Award akan menjadi simbol transformasi Jakarta menuju kota global, terutama dalam hal kebersihan, kenyamanan, keindahan, dan kesejahteraan.</p>
<p>“Jakarta saat ini ada di peringkat 74 dunia. Dalam lima tahun ke depan, saya targetkan bisa naik kelas ke Top 50,” pungkas Pramono.</p>
<p>Dengan diluncurkannya Benyamin S Award, diharapkan semangat perubahan dan penghargaan terhadap kinerja wilayah akan semakin mendorong Jakarta menjadi kota yang lebih baik dan menjadi kebanggaan seluruh warganya.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/apresiasi-kinerja-lurah-camat-dan-wali-kota-pemprov-dki-jakarta-luncurkan-benyamin-s-award/">Apresiasi Kinerja Lurah, Camat, dan Wali Kota, Pemprov DKI Jakarta Luncurkan “Benyamin S Award” </a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Tahan Mengenang Almarhum Benyamin Sueb, Wagub Rano Teteskan Air Mata</title>
		<link>https://etnikom.net/tak-tahan-mengenang-almarhum-benyamin-sueb-wagub-rano-teteskan-air-mata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 15:17:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro]]></category>
		<category><![CDATA[Launching Benyamin Sueb Award]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<category><![CDATA[Rano Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub Rano]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1562</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Launching Benyamin Sueb Award sebagai simbol prestasi lurah hingga walikota di Balaikota, Selasa (3/6/25). Gubernur...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/tak-tahan-mengenang-almarhum-benyamin-sueb-wagub-rano-teteskan-air-mata/">Tak Tahan Mengenang Almarhum Benyamin Sueb, Wagub Rano Teteskan Air Mata</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8211; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Launching Benyamin Sueb Award sebagai simbol prestasi lurah hingga walikota di Balaikota, Selasa (3/6/25).</p>
<p>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat launching acara tersebut mengatakan bahwa Benyamin Sueb Award ini digelar dalam rangka memotivasi para lurah, camat hingga walikota berkompetisi memajukan wilayah dalam hal kebersihan, kenyamanan dan kesejahteraan.</p>
<p>Launching BSA ini dihadiri pula oleh keluarga almarhum seperti Biem Benyamin dan Benny Pandawa.</p>
<p>Wakil Gubernur, Rano Karno yang hadir dalam acara Launching Benyamin S Award tersebut tampak meneteskan air mata. Dia mengatakan dirinya diminta memberikan sambutan, namun menolak karena takut menangis.</p>
<p>Tak tahan mengenang kisah almarhum Benyamin Sueb saat bersama berperan dalam sinetron yang menjadi idola warga Jakarta, SI Doel Anak Sekolahan, air mata Wagub pun menetes.</p>
<p>Wagub teringat kata kata almarhum dalam dialog sinetron tersebut.“Doel, gua enggak mau lihat lu jadi tukang buah… gua mau lu jadi wakil gubernur,”</p>
<p>Kata &#8211; kata dan dialog inilah yang membuat Wagub meneteskan air mata. Dari sebuah dialog sinetron menjadi sebuah kenyataan.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/tak-tahan-mengenang-almarhum-benyamin-sueb-wagub-rano-teteskan-air-mata/">Tak Tahan Mengenang Almarhum Benyamin Sueb, Wagub Rano Teteskan Air Mata</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selain Dianugrahi Benyamin S Award, Lurah dan Camat Beprestasi akan Dihadiahi Kunjungan ke Kota Dunia</title>
		<link>https://etnikom.net/selain-dianugrahi-benyamin-s-award-lurah-dan-camat-beprestasi-akan-dihadiahi-kunjungan-ke-kota-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 14:40:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro]]></category>
		<category><![CDATA[Launching Benyamin Sueb Award]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1557</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; &#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212; Untuk meningkatkan dan memotivasi kinerja, Lurah dan Camat di DKI Jakarta akan mendapat anugrah dan penghargaan Benyamin S Award...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/selain-dianugrahi-benyamin-s-award-lurah-dan-camat-beprestasi-akan-dihadiahi-kunjungan-ke-kota-dunia/">Selain Dianugrahi Benyamin S Award, Lurah dan Camat Beprestasi akan Dihadiahi Kunjungan ke Kota Dunia</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212; Untuk meningkatkan dan memotivasi kinerja, Lurah dan Camat di DKI Jakarta akan mendapat anugrah dan penghargaan Benyamin S Award dari Gubernur DKI. Hal itu dikatakan Pramono Anung saat launching Benyamin S Award di Balaikota DKI, Selasa (3/5/25).</p>
<p>Anugrah Benyamin S Award ini diberikan kepada Lurah dan Camat yang berhasil menciptakan lingkungan yang bersih, indah dan nyaman.</p>
<p>Selain anugrah Benyamin S Award, Gubernur juga akan memberi hadiah berupa kunjungan ke kota besar dunia bagi lurah dan camat beprestasi.</p>
<p>&#8220;Hal ini untuk memotivasi dan memberikan penghargaan kepada lurah, camat, kepala daerah, wali kota, dan bupati bekerja lebih baik untuk membangun Jakarta,&#8221; ujar Gubernur.</p>
<p>Pramono menambahkan, Benyamin Sueb terpilih menjadi simbol dan tokoh bagi para lurah dan camat  berkompetisi memajukan wilayah agar lebih baik.</p>
<p>Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda DKI Jakarta, Marulina Dewi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan  Benyamin S. Award adalah untuk memberikan apresiasi kepada para lurah dan camat berprestasi.</p>
<p>Marulina menambahkan, dengan inisiatif ini diharapkan akan tercipta lingkungan-kelurahan yang bersih, nyaman untuk dihuni, indah secara estetika, sejahtera warganya.</p>
<p>Wakil Gubernur, Rano Karno yang hadir dalam acara Launching Benyamin S Award tersebut mengatakan dirinya diminta memberikan sambutan, namun menolak karena takut menangis.</p>
<p>Hal itu terbukti saat Rano meneteskan air mata mengenang almarhum Benyamin Sueb yang dahulu berperan sebagai ayahnya dalam sinetron legendaris Si Doel Anak Sekolahan.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/selain-dianugrahi-benyamin-s-award-lurah-dan-camat-beprestasi-akan-dihadiahi-kunjungan-ke-kota-dunia/">Selain Dianugrahi Benyamin S Award, Lurah dan Camat Beprestasi akan Dihadiahi Kunjungan ke Kota Dunia</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Russia Today, Uliana Kamal Protes Perang dan Genosida Lewat Aksi Crane of Peace</title>
		<link>https://etnikom.net/jurnalis-russia-today-uliana-kamal-protes-perang-dan-genosida-lewat-aksi-crane-of-peace/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 06:47:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis Russia Today]]></category>
		<category><![CDATA[Uliana Kamal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1546</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212;Konflik bersenjata yang telah mengorbankan anak-anak tak berdosa, terutama di Gaza (Palestina) dan Donbas (Rusia) menyentuh nurani terdalam umat manusia. Kekejaman...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/jurnalis-russia-today-uliana-kamal-protes-perang-dan-genosida-lewat-aksi-crane-of-peace/">Jurnalis Russia Today, Uliana Kamal Protes Perang dan Genosida Lewat Aksi Crane of Peace</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA &#8212;Konflik bersenjata yang telah mengorbankan anak-anak tak berdosa, terutama di Gaza (Palestina) dan Donbas (Rusia) menyentuh nurani terdalam umat manusia.</p>
<p>Kekejaman perang ini menghancurkan sendi-sendi kemanusian. Darah, air mata, duka nestapa telah terkuras habis untuk mengungkap rasa ketakberdayaan. Duka seolah tak bertepi, asa seperti hilang!</p>
<p>Namun ketakberdayaan itu tidaklah membuat harapan benar-benar sirna. Masih ada secercah harap nun jauh di sana. Di sebuah tempat, yang semua orang cinta damai ingin menjangkaunya.</p>
<p>Secercah harapan itu adalah apa yang diupayakan oleh Uliana Kamal, seorang jurnalis Russia Today wilayah liputan Asean yang menyuarakan perdamaian dengan cara berbeda.</p>
<p>Ia tidak memprotesnya dengan liputan demonstrasi yang hiruk dan terkadang garang, atau ke medan tempur yang ganas mempertaruhkan nyawa.</p>
<p>Uliana melakukannya dengan menggelar aksi damai Crane of Peace melalui karya seni origami di Rumah Rusia (Russian House) , Jl. Lembang No. 10, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (1/6/25).</p>
<p>Uliana memprotes perang, pembantaian terhadap anak-anak dan genosida  dengan karya seni yang sangat menyentuh.</p>
<p>“Seni dapat berbicara lebih dalam dari pidato atau tulisan. Ini cara kami memprotes genosida, pembantaian anak-anak, dan kekejaman perang dengan kelembutan,” kata Uliana.</p>
<p>Uliana mengajak semua tamu undangan melipat kertas origami menjadi seeokor burung bangau. Burung bangau itu kemudian ditempelkan di dua canvas besar membentuk simbol tertentu yang bisa diartikan sebagai jalan menuju perdamaian.</p>
<p>Burung bangau adalah lambang harapan yang kuat untuk perdamaian (crane of peace). Simbol ini terinspirasi dari kisah Sadako Sasaki pasca-Perang Dunia II.</p>
<p>Sadako didiagnosis menderita leukemia pada usia 12 tahun akibat paparan radiasi setelah pengeboman Hiroshima.<br />
Sadako bertekad untuk melipat 1.000 burung bangau dengan harapan akan kesembuhan, kebahagiaan, dan dunia yang damai abadi.</p>
<p>Meski sampai akhir hayatnya Sadako tidak sampai melipat hingga 1000 burung bangau namun harapannya yang kuat itu sangat menginpirasi.</p>
<p>Hadir dalam acara Crane of Peace ini antara lain, duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair S.M Alshum.</p>
<p>Selain itu hadir pula sejumlah aktivis perdamaian dan wartawan Indonesia, di antaranya Ketua Umum Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) Ismail Lutan.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/jurnalis-russia-today-uliana-kamal-protes-perang-dan-genosida-lewat-aksi-crane-of-peace/">Jurnalis Russia Today, Uliana Kamal Protes Perang dan Genosida Lewat Aksi Crane of Peace</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koperasi Merah Putih Resmi Didirikan di Kelurahan Duren Tiga Jakarta Selatan</title>
		<link>https://etnikom.net/koperasi-merah-putih-resmi-didirikan-di-kelurahan-duren-tiga-jakarta-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 06:05:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Duren Tiga]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Merah Putih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1543</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA — Dalam semangat mendukung program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih sebagai...</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/koperasi-merah-putih-resmi-didirikan-di-kelurahan-duren-tiga-jakarta-selatan/">Koperasi Merah Putih Resmi Didirikan di Kelurahan Duren Tiga Jakarta Selatan</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA — Dalam semangat mendukung program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan, warga Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, hari ini 31 Mei 2025 resmi mendirikan Koperasi Merah Putih Kelurahan Duren Tiga yang disingkat Kompduta.</p>
<p>Pembentukan Kompduta disepakati melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel) yang digelar di Kantor Kelurahan Duren Tiga, dengan dihadiri oleh Lurah Duren Tiga, perwakilan Kecamatan Pancoran, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, pelaku UMKM, dan unsur Suku Dinas Koperasi dan UMKM Jakarta Selatan.</p>
<p>Musyawarah yang berlangsung demokratis dan penuh semangat kekeluargaan ini awalnya memunculkan tujuh calon ketua. Setelah dilakukan musyawarah internal antar kandidat, disepakati bahwa Marwan Aziz, SP terpilih sebagai Ketua Harian Kompduta.</p>
<p>Enam kandidat lainnya juga turut berperan, dengan empat orang mengisi posisi pengurus harian dan dua lainnya menjadi anggota dewan pengawas.</p>
<p>Dalam musyawarah tersebut, selain menyempakati struktur kepengurusan koperasi yang terdiri dari pengurus harian dan dewan pengawas, juga besaran simpanan wajib dan simpanan pokok serta berbagai dokumen pendukung lainnya yang diperlukan untuk proses registrasi akte notaris.</p>
<p>Lurah Duren Tiga Apresiasi Semangat Warga</p>
<p>Dalam sambutannya, Lurah Duren Tiga, Mansyur Sabban, S.STP., M.Si., yang juga ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas Kompduta, menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dalam membentuk koperasi ini.</p>
<p>&#8220;Koperasi ini bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi wahana pemberdayaan masyarakat untuk membangun kemandirian, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,&#8221; ujar Mansyur.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya membangun koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Selain sebagai instrumen ekonomi, koperasi menurutnya juga menjadi alat pemersatu warga dan sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat perkotaan.</p>
<p>&#8220;Saya berharap koperasi ini benar-benar menjadi milik bersama warga, dikelola secara demokratis, dan menjadi kekuatan ekonomi baru yang lahir dari bawah,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Ketua Terpilih Siap Gerakkan Kompduta sebagai Koperasi Serba Guna</p>
<p>Ketua terpilih, Marwan Aziz, SP, menyatakan bahwa pendirian Kompduta merupakan bentuk kontribusi warga Duren Tiga terhadap cita-cita nasional membangun koperasi di setiap desa dan kelurahan.</p>
<p>“Kompduta akan kami gerakkan melalui berbagai unit usaha strategis, seperti sembako murah, simpan pinjam, klinik, logistik, apotek, pergudangan, hingga pelayanan digital,” ujar Marwan yang juga dikenal sebagai Founder Terkini.com dan saat ini tengah melanjutkan studi Pascasarjana Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional (UNAS).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa Kompduta bukan koperasi biasa, melainkan koperasi serba guna yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menggerakan roda ekonomi ekonomi nasional berbasis koperasi.<br />
Struktur Pengurus Kompduta<br />
Pengurus Harian:<br />
•    Ketua: Marwan Aziz, SP<br />
•    Sekretaris: Fitriah<br />
•    Bendahara: Annisa Putri Di Ayu, SH<br />
•    Wakil Ketua Bidang Usaha: Nazaruddin<br />
•    Wakil Ketua Bidang Anggota: Yudi Saputra<br />
Dewan Pengawas:<br />
•    Ketua: Mansyur Sabban, S.STP., M.Si. (Lurah Duren Tiga)<br />
•    Anggota: Fachrulrozi, Drs. Arifin Anas, MM</p>
<p>Tentang Kompduta</p>
<p>Koperasi Merah Putih Kelurahan Duren Tiga (Kompduta) dibentuk dengan semangat gotong royong dan cita-cita kemandirian ekonomi warga. Kompduta akan mengelola berbagai unit usaha, antara lain:<br />
•    Toko Sembako Murah<br />
•    Unit Simpan Pinjam (Embrio Bank Koperasi)<br />
•    Klinik &amp; Apotik Kelurahan<br />
•    Usaha Logistik &amp; Pergudangan<br />
•    Kantor &amp; Pelayanan Koperasi Digital</p>
<p>Koperasi ini bersifat terbuka untuk seluruh warga Kelurahan Duren Tiga dan akan dikembangkan secara profesional untuk menjadi koperasi unggulan di DKI Jakarta.[]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/koperasi-merah-putih-resmi-didirikan-di-kelurahan-duren-tiga-jakarta-selatan/">Koperasi Merah Putih Resmi Didirikan di Kelurahan Duren Tiga Jakarta Selatan</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Amir Mirza Gumay Tutup Usia, Dunia Perfilman Indonesia Kehilangan Sutradara Inspiratif</title>
		<link>https://etnikom.net/amir-mirza-gumay-tutup-usia-dunia-perfilman-indonesia-kehilangan-sutradara-inspiratif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ETNIKOM.NET]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 04:49:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Duka]]></category>
		<category><![CDATA[Amir Mirza Gumay Tutup Usia]]></category>
		<category><![CDATA[Perfilman Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sutradara Inspiratif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://etnikom.net/?p=1538</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211;– Dunia perfilman Indonesia berduka atas kepergian Amir Mirza Gumay, sutradara kenamaan yang telah banyak berkontribusi dalam perkembangan industri sinematografi Tanah Air....</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/amir-mirza-gumay-tutup-usia-dunia-perfilman-indonesia-kehilangan-sutradara-inspiratif/">Amir Mirza Gumay Tutup Usia, Dunia Perfilman Indonesia Kehilangan Sutradara Inspiratif</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>ETNIKOM.NET, JAKARTA&#8211;– Dunia perfilman Indonesia berduka atas kepergian Amir Mirza Gumay, sutradara kenamaan yang telah banyak berkontribusi dalam perkembangan industri sinematografi Tanah Air.</p>
<p>Amir menghembuskan napas terakhir pada 31 Mei 2025 di Jakarta, meninggalkan jejak karya yang sarat dengan pesan moral dan kekayaan budaya lokal.</p>
<p>Lahir pada tahun 1964, Amir dikenal sebagai sosok penuh dedikasi dan inovasi dalam berkarya. Salah satu film terkenalnya adalah “Anak Negeri Megalith” (ANM), yang mengangkat kisah pengorbanan seorang anak dusun Megalith demi masa depan sang adik yang berhasil menjadi tentara.</p>
<p>Film yang diproduksi di Lahat, Sumatera Selatan ini menampilkan aktor ternama seperti Fauzi Baadila dan Elma Theana, serta mendapat apresiasi luas dari penonton dan kritikus.</p>
<p>Selain ANM, Amir juga dikenal lewat film-film lain seperti Dewa Dewi (2023) yang menghadirkan aktor muda Diza Rafengga dan Anneth Delicia, serta film horor budaya Hantu Polong (2024) yang mengangkat cerita mistik dari Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.</p>
<p>Karya terakhirnya adalah film religi Nia Kurnia Sari, yang bercerita tentang gadis pedagang gorengan dari Padang dengan nuansa dakwah yang kuat.</p>
<p>Tidak hanya seorang sutradara, Amir juga aktif membimbing para sineas muda Indonesia sebagai mentor dan guru. Ia berkomitmen memberikan beasiswa kepada 68 pelajar dari seluruh Indonesia yang menonton film ANM, sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan talenta anak bangsa.</p>
<p>Sepanjang kariernya, Amir menerima berbagai penghargaan di festival film nasional, khususnya di festival film patriotisme, sebagai pengakuan atas karya-karyanya yang sarat dengan nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas.</p>
<p>Kepergian Amir Mirza Gumay meninggalkan ruang kosong besar dalam dunia perfilman Indonesia. Namun, warisan karya dan semangatnya akan terus menginspirasi generasi penerus untuk terus berkarya dan berjuang di industri kreatif.</p>
<p>Selamat jalan, Bang Amir. Terima kasih atas dedikasi, karya, dan keteladananmu yang abadi.[]</p>
<p>The post <a href="https://etnikom.net/amir-mirza-gumay-tutup-usia-dunia-perfilman-indonesia-kehilangan-sutradara-inspiratif/">Amir Mirza Gumay Tutup Usia, Dunia Perfilman Indonesia Kehilangan Sutradara Inspiratif</a> appeared first on <a href="https://etnikom.net">PT. Etnikom Persada Raya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
